Ecep Nurjamal
Institut Agama Islam Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI KONSTITUSIONALISME DIGITAL DAN MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH: MENUJU TATA KELOLA ETIS DALAM NEGARA DIGITAL Ecep Nurjamal
Siyasyatuna | Jurnal Hukum Tata Negara Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/wy7yf594

Abstract

Transformasi digital telah mengubah struktur sosial, politik, dan hukum secara fundamental, menimbulkan tantangan baru dalam perlindungan hak konstitusional warga negara di ruang digital. Konsep Digital Constitutionalism hadir sebagai respon terhadap kebutuhan akan regulasi yang mampu menjaga prinsip-prinsip konstitusi dalam ekosistem digital. Namun demikian, pendekatan yang berkembang saat ini masih didominasi oleh paradigma Barat yang berbasis liberalisme dan hak asasi manusia, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi nilai-nilai religius, khususnya dalam konteks masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengintegrasikan konsep Digital Constitutionalism dengan prinsip maqāṣid al-sharī‘ah sebagai landasan etika dalam tata kelola negara digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis normatif-konseptual terhadap literatur hukum tata negara, etika digital, dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip maqāṣid al-sharī‘ah memiliki relevansi yang signifikan dalam menjawab tantangan etika digital, terutama dalam aspek perlindungan data, keadilan algoritmik, dan tata kelola informasi. Penelitian ini menghasilkan model konseptual Islamic Digital Constitutionalism sebagai kerangka integratif yang menggabungkan nilai konstitusi modern dengan prinsip etika Islam.
PENEGAKAN PERDA NO. 7 TAHUN 2014 TENTANG TATA NILAI KEHIDUPAN MASYARAKAT RELIGIUS OLEH SATPOL PP KOTA TASIKMALAYA DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Aap Aprilana; Ecep Nurjamal
Siyasyatuna | Jurnal Hukum Tata Negara Vol 8 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/s8wztj58

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tasikmalaya dalam penegakan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius, serta meninjaunya dari perspektif siyasah dusturiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota religius dan realitas sosial berupa masih ditemukannya pelanggaran norma sosial, degradasi moral, serta patologi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satpol PP Kota Tasikmalaya memiliki peran strategis dalam penegakan Perda melalui pendekatan preventif, persuasif, edukatif, dan administratif. Penegakan Perda tidak diarahkan pada penghukuman pidana, melainkan pada pembinaan moral dan penguatan kesadaran hukum masyarakat. Tahapan pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil dilakukan secara bertahap melalui teguran lisan, peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin apabila pelanggaran dilakukan secara berulang. Tingkat kepatuhan masyarakat bersifat dinamis karena nilai religius masih kuat sebagai hukum yang hidup, tetapi implementasi hukum formal masih menghadapi kendala substansi aturan, sumber daya aparat, dan perubahan sosial. Dalam perspektif siyasah dusturiyah, Perda tersebut sejalan dengan prinsip al-maslahah al-mursalah dan maqashid al-syari’ah karena bertujuan mewujudkan kemaslahatan, ketertiban sosial, dan perlindungan moral masyarakat. Namun, penerapannya tetap harus memperhatikan prinsip keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak warga negara dalam negara hukum Indonesia.