Fauz Noor
Institut Agama Islam Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBACA SEJARAH MUHAMMAD IBNU ABDILLAH(DIA TAK PERNAH MENYEMBAH BERHALA) Fauz Noor
Siyasyatuna | Jurnal Hukum Tata Negara Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/v0173v72

Abstract

Dalam ilmu sejarah, sisi subjektif penulis/pembaca sejarah tak bisa terhindarkan. Terlebih dalam membaca sejarah seorang Nabi. Seorang muslim dituntut arif dalam membaca sejarah Nabi Muhammad Saw. yang sangat beragam. Penelitian ini akan mengurai bagaimana cara membaca Muhammad ibnu Abdillah yang telah ditulis oleh banyak ulama, baik yang terisi hal “supra rasional” ataupun yang mencoba membersihkannya. Penelitian ini juga mencuplik pembacaan penganut agnostisme (bertuhan tetapi tidak memeluk agama) tentang Nabi Muhammad Saw. Di samping itu, penelitian ini juga akan mengaplikasikan timbangan al-Quran dalam membaca sejarah Nabi Muhammad, ketika mengurai tauhid yang menjadi pokok ajaran Islam. Jika ada pendapat atau ujaran yang menyimpan dari tauhid, semisal Muhammad muda pernah menyembah berhala, maka ujaran itu mesti ditolak
ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM ANAK TERHADAP PRAKTIK PERNIKAHAN DINI (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya)   Sania Asari; Fauz Noor
Siyasyatuna | Jurnal Hukum Tata Negara Vol 8 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/0fqvbx15

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya pernikahan usia dini di masyarakat Parungponteng. Hal ini mengancam hak dan perlindungan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peraturan perlindungan hukum anak, mengidentifikasi hambatan yuridis sosiologis, merumuskan solusi untuk mengatasi pernikahan usia dini, serta mengetahui konsekuensi terhadap pernikahan usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan pendekatan yuridis sosiologis normatif dan literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masih adanya permohonan dispensasi nikah yang dilakukan oleh masyarakat, aturan batas minimal sembilan belas tahun masih belum tersosialisasikan di masyarakat, tingkat kemiskinan keluarga, rendahnya tingkat pendidikan, serta kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anaknya, pencegahan juga dilakukan oleh lembaga Kantor Urusan Agama dan lembaga lainnya untuk memberikan sosialisasi, konsekuensi dari pernikahan usia dini yaitu risiko perceraian, kekerasan dalam rumah tangga dan kesehatan. Solusinya adalah memperketat peraturan pengajuan nikah di Kantor Urusan Agama dan membatasi dipensasi di Pengadilan Agama hanya untuk alasan-alasan menddesak saja. Hal ini wajib dibarengi dengan sosialisasi risiko pernikahan di bawah umur, pendampingan psikologis, dan jaminan bantuan dana dan pendidikan agar anak tidak putus sekolah karena faktor ekonomi.