Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Pembersih Panel Surya Otomatis Dengan Menggunakan Sensor Debu GP2Y1010AUOF dan Komunikasi LoRa Alberta; Shidqy Aziz; Ayusta lukita; Nur Vidia
Akiratech Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v3i2.349

Abstract

Solar panel adalah perangkat yang digunakan untuk memperoleh energi alternatif yang berasal dari sinar matahari. Alat ini memanfaatkan tenaga surya dan mengubahnya menjadi energi listrik sebagai sumber daya. Meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memiliki berbagai manfaat, namun daya yang dihasilkan oleh panel surya dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, diantaranya adalah dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti debu dan kotoran yang menempel pada permukaannya. Akumulasi debu dapat menghalangi cahaya matahari yang masuk ke sel surya, menurunkan efisiensi konversi energi, serta mempercepat degradasi panel apabila tidak dibersihkan secara rutin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran panel meningkat dari rata-rata 8,484 V menjadi 9,373 V, atau mengalami peningkatan sebesar 10,48%. Pada parameter arus, diperoleh peningkatan rata-rata dari 0,0961 A menjadi 0,2198 A, atau mengalami peningkatan sebesar 128,72%. Peningkatan pada parameter daya juga menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu dari rata-rata 0,815 W menjadi 2,056 W, dengan peningkatan sebesar 152,27%. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penumpukan debu pada permukaan panel surya menyebabkan penurunan performa, sedangkan proses pembersihan yang dilakukan oleh sistem yang dirancang mampu mengembalikan kemampuan panel dalam meningkatkan proses konversi energi cahaya menjadi energi Listrik
Sistem Monitoring Real-Time Kadar Gas Metana pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Berbasis IoT sherin natasya ramadhani; As’ad Shidqy; Ayusta Lukita; Fithrotul Irda
Journal of Science and Engineering Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Akira Java BUlu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) merupakan salah satu pemanfaatan energi baru terbarukan yang memanfaatkan gas metana (CH₄) sebagai sumber energi utama. Kadar metana yang optimal sangat mempengaruhi kualitas biogas sehingga diperlukan sistem monitoring yang mampu melakukan pemantauan secara real-time. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring kadar gas metana berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor MQ-4, MQ-135, dan MQ-136 yang diproses menggunakan metode Kalman Filter untuk meningkatkan kestabilan data. Sistem menggunakan ESP32 sebagai pengendali utama, modul SIM7600 sebagai media komunikasi MQTT, dashboard FlowFuse untuk visualisasi data, Telegram sebagai notifikasi, serta SD Card sebagai penyimpanan lokal. Pengujian dilakukan selama 31 hari dengan waktu monitoring 12 jam per hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalman Filter memberikan kinerja terbaik pada sensor MQ-136 dengan reduksi standar deviasi sebesar 59,26%, sedangkan MQ-4 dan MQ-135 masing-masing sebesar 29,63% dan 44,44%. Pengujian ii komunikasi menunjukkan 67,74% hari pengujian berhasil mengirim jumlah paket sesuai target, sementara 58,06% hari mengalami packet loss 100% akibat gangguan jaringan atau perangkat tidak aktif. Secara keseluruhan, sistem mampu melakukan monitoring kadar gas metana, menampilkan data pada dashboard, mengirim notifikasi Telegram, dan menyimpan data pada SD Card. Namun, fitur rekomendasi pengoperasian genset masih memerlukan penyempurnaan karena 96,77% hasil pengujian belum memenuhi target optimasi.