Hasan Basri
Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Imam Malik Dalam Menggunakan ‘Amal Ahl Al-Madinah Sebagai Sumber Hukum Dalam Mazhab Maliki: Kajian Historis Tasyri’ Hasan Basri; Adnan Buyung Nasution
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.977

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Imam Malik dalam membangun konsep ‘Amal Ahl al-Madinah sebagai sumber hukum utama Mazhab Maliki. Melalui kajian historis-analitis, penelitian ini menunjukkan bahwa Imam Malik mengangkat praktik hidup penduduk Madinah menjadi sumber hukum formal, yang dianggapnya sebagai sunnah Nabi yang lebih otentik daripada hadis ahad dalam kasus tertentu. Keputusan ini didasarkan pada argumentasi tekstual, historis, dan logis, serta membentuk karakter fikih Maliki yang kuat menjaga tradisi namun tetap adaptif. Konsep ini menjadi identitas khas mazhab yang membedakannya dari Hanafi dan Syafi‘i serta mendorong penyebarannya di Maghrib dan Andalusia. Disimpulkan bahwa ‘Amal Ahl al-Madinah adalah fondasi epistemologis yang menyeimbangkan teks, sejarah, dan realitas sosial dalam Mazhab Maliki.
KEABSAHAN AKAD NIKAH SEBAB KESALAHAN DALAM PENYEBUTAN NAMA PRESPEKTIF HUKUM ISLAM Adnan Buyung Nasution; Hasan Basri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4036

Abstract

Abstract: The marriage contract is one of the urgent aspects of marriage which binds a man and a woman in a legal marriage according to the Islamic religion. However, in implementation, errors often occur in stating the name of the prospective wife or female guardian. Mistakes in naming names during a wedding can cause problems with the validity of the marriage contract according to Islamic law. Mistakes in pronouncing names can affect the validity of the marriage contract, related to errors and doubts in pronouncing the name of the couple who is married or not, if the mistake can be corrected and signs are used then the marriage contract is considered valid. However, if the error is not corrected and signs are not used, the marriage contract can be considered innocent or void. That's why it's important to confirm the names or signs in the marriage contract so that the marriage is valid according to Islamic lawKeywords: Marriage Contract, Wrong Name, Validity of the Contract, Islamic Law Abstrak: Akad nikah merupakan salah satu aspek yang urgen dalam pernikahan yang mengikat antara laki-laki dan perempuan dalam pernikahan secara sah menurut agama Islam. Akan tetapi dalam pelaksanaan sering terjadi kesalahan dalam menyebutkan nama calon istri maupun wali dari pihak perempuan. Kekeliruan dalam penyebutan nama dalam pernikahan dapat menimbulkan problem akan keabsahan akad nikah menurut hukum Islam. Kesalahan dalam penyebutan nama dapat mempengaruhi keabsahan akad nikah, terkait kesalahan dan keraguan dalam mengucapkan nama pasangan yang menikah dengan salah satu dari pasangan kembar, jika kesalahan tersebut dapat diperbaiki dan menggunakan isyarat maka akad nikah dianggap sah. Namun jika kesalahan tersebut tidak diperbaiki dan tidak menggunakan isyarat maka akad nikah dapat dianggap tidak salah atau batal. Makanya penting untuk memastikan nama atau isyarat dalam akad nikah agar pernikahan tersebut sah menurut kacamata Hukum Islam Kata Kunci: Akad Nikah, Salah Sebut Nama, Keabsahan Akad, Hukum Islam