Vertigo sentral merupakan gangguan vestibular akibat kelainan sistem saraf pusat yang dapat menimbulkan gejala berupa pusing berputar, mual, gangguan keseimbangan, dan nyeri kepala. Nyeri kepala yang terjadi dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup anak. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri kepala adalah terapi relaksasi Benson dan aromaterapi lavender. Mengetahui efektivitas penerapan terapi relaksasi benson yang dikombinasikan dengan aromaterapi terhadap penurunan nyeri kepala pada anak dengan vertigo sentral. Penelitian ini menggunakan metode dekskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian adalah seorang anak usia 16 tahun dengan diagnosis veritog sentral dan susp encephalitis autoimun yang menjalani perawatan di bangsal Aster Timur RSUP Dr. Sardjito. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa terapi relaksasi benson dan aromaterapi diberikan selama 3 hari dengan durasi 10 menit setiap sesi. Sebelum diberikan intervensi, pasien mengeluhkan nyeri kepala dengan skala 8 disertai pusing berputar dan mual. Setelah penerapan terapi relaksasi Benson dan aromaterapi lavender selama 3 hari, intensitas nyeri kepala menurun menjadi skala 6. Pasien juga mengatakan merasa lebih rileks, nyaman, dan keluhan mual berkurang. Penerapan terapi relaksasi Benson yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender efektif membantu menurunkan intensitas nyeri kepala pada anak dengan vertigo sentral serta meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.