Armenia Diahsari
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kebiasaan jajan dengan kejadian diare pada siswa kelas VIII Deviana Arfani; Siti Arifah; Armenia Diahsari
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2823

Abstract

Background: Diarrhea remains a health problem in school-aged children, causing dehydration and other health problems. One risk factor is unhygienic snacking habits. Junior high school students are a group that frequently consumes snacks both at school and outside of school, putting them at risk of diarrhea if they do not pay attention to food hygiene. Purpose: To determine the relationship between snacking habits and diarrhea incidence in students. Method: This quantitative study used a descriptive correlation design with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 71 respondents. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the chi-square test. Results: The study showed that 57 respondents (80.3%) had adequate snacking habits, while 40 respondents (56.3%) had no diarrhea. The data analysis obtained a value of 0.010 <0.05. Conclusion: There is a relationship between snacking habits and diarrhea incidence in students.   Keywords: Diarrhea Incidence; Middle School Students; Snacking Habits.   Pendahuluan: Diare masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah yang dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya. Salah satu faktor risiko yang berperan adalah kebiasaan jajan yang kurang higienis. Siswa SMP merupakan kelompok yang sering mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, sehingga berisiko mengalami diare apabila tidak memperhatikan kebersihan makanan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan jajan dengan kejadian diare pada siswa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 71 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukan kebiasaan jajan dengan kategori cukup sebanyak 57 responden (80.3%) dan kejadian diare didapatkan hasil dengan tidak terjadi diare sebanyak 40 responden (56.3%). Hasil analisis data diperoleh nilai 0.010 <0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan jajan dengan kejadian diare pada siswa.   Kata Kunci: Kebiasaan Jajan; Kejadian Diare; Siswa SMP.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle terhadap Perkembangan Kognitif Anak Tunagrahita Sedang Ayu Novita; Istinengtiyas Tirta Suminar; Armenia Diahsari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.5

Abstract

Anak tunagrahita adalah anak berkebutuhan khusus yang memiliki kemampuan akademik dibawah rata-rata sehingga mengalami hambatan dalam proses berfikir. Perkembangan kognitif merujuk pada perubahan dan pertumbuhan kemampuan berfikir, memahami, dan prosses informasi dalam berfikir individu seiring waktu. Terapi bermain merupakan suatu intervensi yang dapat diberikan kepada anak tunagrahita karena bermain dapat meningkatkan kerja otak dan anggota tubuh yang dapat memberikan banyak manfaat bagi anak tunagrahita. Tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan kognitif anak tunagrahita sedang. Penelitian dilakukan dengan pre-eksperimen yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi anak tunagrahita berjumlah 30 responden, sample menggunakan teknik purposive sampling, kriteria inklusi anak tunagrahita klasifikasi sedang dari kelas 1-6, mengalami hambatan dalam fungsi intelektual rentang 35-55 (Skala binet), menggunakan kuesioner “Perkembangan kognitif dasar” dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil dengan rata-rata perkembangan kognitif anak tunagrahita sebelum intervensi adalah 28,50 kategori kurang dan rata-rata perkembangan kognitif sesudah intervensi adalah 33,03 kategori sedang. Hasil analisis uji bivariat menggunakan Wilcoxon Test menunjukan adanya pengaruh perkembangan kognitif terhadap terapi bermain pada anak tunagrahita sedang, p-value 0,009 (≤ 0,05). Ada pengaruh terapi bermain puzzle yang dapat meningkatkan perkembangkan kognitif anak tunagrahita sebelum dan sesudah terapi bermain.  
Penerapan Terapi Relaksasi Benson dan Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kepala Pada Anak Dengan Vertigo Mulyono; Armenia Diahsari; Dwi Prasetyorini
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1392

Abstract

Vertigo sentral merupakan gangguan vestibular akibat kelainan sistem saraf pusat yang dapat menimbulkan gejala berupa pusing berputar, mual, gangguan keseimbangan, dan nyeri kepala. Nyeri kepala yang terjadi dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup anak. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri kepala adalah terapi relaksasi Benson dan aromaterapi lavender. Mengetahui efektivitas penerapan terapi relaksasi benson yang dikombinasikan dengan aromaterapi terhadap penurunan nyeri kepala pada anak dengan vertigo sentral. Penelitian ini menggunakan metode dekskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian adalah seorang anak usia 16 tahun dengan diagnosis veritog sentral dan susp encephalitis autoimun yang menjalani perawatan di bangsal Aster Timur RSUP Dr. Sardjito. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaah rekam medis. Intervensi berupa terapi relaksasi benson dan aromaterapi diberikan selama 3 hari dengan durasi 10 menit setiap sesi. Sebelum diberikan intervensi, pasien mengeluhkan nyeri kepala dengan skala 8 disertai pusing berputar dan mual. Setelah penerapan terapi relaksasi Benson dan aromaterapi lavender selama 3 hari, intensitas nyeri kepala menurun menjadi skala 6. Pasien juga mengatakan merasa lebih rileks, nyaman, dan keluhan mual berkurang. Penerapan terapi relaksasi Benson yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender efektif membantu menurunkan intensitas nyeri kepala pada anak dengan vertigo sentral serta meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
Peningkatan Pengetahuan Diare melalui Edukasi Video Animasi Wayang pada Siswa Sekolah Dasar Yudhistira Bayu Wibowo; Armenia Diahsari; Istinengtiyas Tirta Suminar
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1397

Abstract

Latar belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar yang berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan jajan sembarangan serta kurangnya kesadaran menjaga kebersihan diri meningkatkan risiko terjadinya diare. Edukasi kesehatan dengan media yang menarik seperti video animasi wayang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak secara efektif. Tujuan: enelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video animasi wayang terhadap tingkat pengetahuan pencegahan diare pada anak di SD Negeri Karangrejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 52 siswa kelas IV dan V yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kurang yaitu 49 siswa (94,2%). Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat dengan mayoritas siswa berada pada kategori baik yaitu 27 siswa (51,9%) dan sisanya pada kategori cukup yaitu 25 siswa (48,1%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media video animasi wayang berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan diare pada anak sekolah dasar.