Alya Syahrani
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Nilai LC50 dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Akar Trembesi (Albizia saman) Melalui Analisis Probit Haryanto; Rahma Atikah Ashara; Nurul Fazilawati Ode; Alya Syahrani; Nurul Ayuni Abni; Najwa Nur Sandrina; Andi Ulfah Magfirah Rasyid
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas akut dan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% akar trembesi (Albizia saman) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) sebagai dasar penapisan awal potensi sitotoksik bahan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Organisme uji yang digunakan adalah larva udang (Artemia salina) yang dibagi ke dalam kelompok kontrol (0 ppm) dan kelompok perlakuan dengan variasi konsentrasi uji sebesar 10, 100, 500, 1.000, dan 5.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons yang linear, di mana peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan persentase mortalitas larva. Kematian larva berkisar antara 14,07% pada konsentrasi terendah (10 ppm) hingga mencapai 87,50% pada konsentrasi tertinggi (5.000 ppm). Berdasarkan analisis statistik menggunakan metode probit, diperoleh nilai LC50 ekstrak etanol 96% akar trembesi sebesar 236,55 ppm. Merujuk pada parameter klasifikasi toksisitas, nilai tersebut menempatkan ekstrak akar trembesi ke dalam kategori moderat atau toksik sedang (moderately toxic). Efek mematikan ini diduga dipicu oleh kandungan senyawa metabolit sekunder aktif di dalam akar yang mampu mengganggu sistem fisiologis larva. Kesimpulannya, ekstrak akar trembesi memiliki potensi sitotoksik yang kuat dan menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat agen terapeutik baru.