Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Larva Udang Renik Air Asin (Artemia salina) Haryanto; Dzakiyyah Azizah Auliya Alja; Sysca Adzzariaat Zalza; Ana Munsir; Murni Selviana; Alifiah Isnaeni Tahir; Siti Nur Hadra
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas ekstrak etanol daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina menggunakan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengujian toksisitas sebagai tahap awal dalam mengevaluasi keamanan dan potensi bioaktivitas senyawa bahan alam. Metode yang digunakan adalah uji toksisitas BSLT dengan variasi konsentrasi ekstrak diikuti dengan pengamatan jumlah kematian larva, kemudian dihitung nilai LC₅₀ menggunakan dua pendekatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons dimana peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva. Nilai LC₅₀ yang diperoleh sebesar 332,86 ppm dengan metode Reed-Muench dan 384,7689 ppm dengan analisis probit. Berdasarkan nilai tersebut ekstrak etanol daun trembesi tergolong dalam kategori toksik sedang (moderat). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas biologis yang nyata dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif di bidang farmasi khususnya sebagai kandidat agen sitotoksik.
Penilaian Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Artemia salina Evaluasi Berbasis Metode BSLT Haryanto; A. Alya Passalowongi; Hadira; Salsabila Ramadhani; Adelia Rois; Arini Arianti; A. Mutiara Annisa Idris Tana
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 60% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode Reed-Muench diperoleh sebesar 351,07 ppm, sedangkan analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 468,05 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik (30–1000 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 60% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.
Penentuan Kategori dan Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl): Klasifikasi Risiko Berbasis Nilai LC50 pada Metode BSLT Haryanto; A. Audia Yunasti; Novi Ulfaidah; Besse Ramadhani; Sri Ratna Dewi Angraeni; Fitri Adindasari; Nur Isra Fadilla; Suci Ramadhani; Syifa Azzahra
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3795

Abstract

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.
Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Menggunakan Metode Analisis Probit Haryanto; Fitrah Amalia; Ahmad Ramadhan; Maretta Kartika Ayu Ridwan; Husnul Hatima; Hilda Kadir; Sisma Efendi; Nurul Nisai
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Artemia salina melalui penentuan nilai LC₅₀ menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji dan dipaparkan pada berbagai konsentrasi ekstrak, yaitu 10 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons. Perhitungan nilai LC₅₀ dengan metode 823 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai LC₅₀ tersebut termasuk dalam kategori toksik moderat / sedang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas sedang terhadap larva Artemia salina. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan pada sistem biologis yang lebih kompleks.
Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Batang Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Menggunakan Metode BSLT Haryanto; Salsabila Febrianti Sahar; Norita; Nur Rizky Aulia Fitri; Nabila Ayu Pratiwi; Nur Aqila Novi Dwiyanti; Rarah Maulidya Putri; Salsabila Ramadhani; Nayla Musdalifah Rabbani
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3797

Abstract

Batang prasman (Eupatorium triplinerve. Vahl) merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, sehingga perlu dilakukan pengujian toksisitas sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan kategori toksisitas ekstrak etanol batang prasman terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan metode analisis probit. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol batang prasman diuji pada konsentrasi 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Data mortalitas dihitung dalam bentuk persentase kematian, kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 25%, 35%, 50%, 75%, dan 85%. Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak etanol batang prasman sebesar 846 mg/L. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, nilai tersebut termasuk dalam kategori moderat atau racun sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol batang prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan termasuk dalam kategori toksisitas sedang
Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Batang Prasman (Peperomia pellucida) Terhadap Mortalitas Larva Udang (Artemia salina L.) Haryanto; Ahmad Fauzan Pratama; Arisya Roudhina; Andi Nur Athifah; Niska Helendika Al Asyahra; Nur Aulia A; Nur Salsabila; Zahra Hairana Rori
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3800

Abstract

Prasman (Peperomia pellucida) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol batang prasman terhadap mortalitas larva udang (Artemia salina L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan ekstrak metanol batang prasman pada berbagai konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm serta kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode interpolasi dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva secara bertahap hingga mencapai 100% pada konsentrasi 10.000 ppm. Perhitungan LC₅₀ dengan metode interpolasi menghasilkan nilai 680,2 ppm pada pengujian pertama dan 529,66 ppm pada pengujian duplo. Analisis probit pada pengujian duplo menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 198,97 ppm. Nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang prasman bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dengan kategori moderat atau racun sedang. Aktivitas toksik tersebut diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam batang prasman seperti Flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsirinya. Dengan demikian, ekstrak metanol batang prasman berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, khususnya sebagai kandidat antikanker, antimikroba, dan bioinsektisida alami.
Penentuan Nilai LC50 dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Akar Trembesi (Albizia saman) Melalui Analisis Probit Haryanto; Rahma Atikah Ashara; Nurul Fazilawati Ode; Alya Syahrani; Nurul Ayuni Abni; Najwa Nur Sandrina; Andi Ulfah Magfirah Rasyid
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas akut dan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% akar trembesi (Albizia saman) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) sebagai dasar penapisan awal potensi sitotoksik bahan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Organisme uji yang digunakan adalah larva udang (Artemia salina) yang dibagi ke dalam kelompok kontrol (0 ppm) dan kelompok perlakuan dengan variasi konsentrasi uji sebesar 10, 100, 500, 1.000, dan 5.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dosis-respons yang linear, di mana peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan persentase mortalitas larva. Kematian larva berkisar antara 14,07% pada konsentrasi terendah (10 ppm) hingga mencapai 87,50% pada konsentrasi tertinggi (5.000 ppm). Berdasarkan analisis statistik menggunakan metode probit, diperoleh nilai LC50 ekstrak etanol 96% akar trembesi sebesar 236,55 ppm. Merujuk pada parameter klasifikasi toksisitas, nilai tersebut menempatkan ekstrak akar trembesi ke dalam kategori moderat atau toksik sedang (moderately toxic). Efek mematikan ini diduga dipicu oleh kandungan senyawa metabolit sekunder aktif di dalam akar yang mampu mengganggu sistem fisiologis larva. Kesimpulannya, ekstrak akar trembesi memiliki potensi sitotoksik yang kuat dan menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat agen terapeutik baru.
Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) Menggunakan Metode BSLT haryanto; Anggun Aldiansa; Masnaeni Thamrin; Asrianti Asrianti; Muhammad Chairul Anam; Anindya Rizke Handayani; Nahla Aulia Azis; Andi Tenriani Awaliyah
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 3 (2026): Volume 5 Nomor 3 Juli 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v5i3.3648

Abstract

Daun trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, namun informasi mengenai tingkat toksisitasnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ serta kategori toksisitas ekstrak etanol 60% daun trembesi terhadap larva Artemia salina Leach menggunakan metode probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol 60% daun trembesi dibuat menggunakan metode maserasi, kemudian diuji pada larva Artemia salina Leach dengan variasi konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm, serta satu kelompok kontrol. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam dengan menghitung jumlah larva yang mati pada setiap perlakuan. Data mortalitas dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 3,22%; 16,00%; 36,36%; 63,63%; 84,00%; dan 96,78%. Analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar ±544 ppm, yang berdasarkan klasifikasi Hayranto et al. (2023) termasuk dalam kategori moderat (Moderately Toxic) karena berada pada rentang 100–1.000 mg/L. Dengan demikian, ekstrak etanol 60% daun trembesi memiliki aktivitas toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif, namun masih memerlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif serta mengevaluasi keamanan dan aktivitas biologisnya secara lebih mendalam.
MANAJEMEN NYERI ASAM URAT PADA LANSIA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK PIJAT AROMATERAPI Zakiah Thahir; Haryanto; Andi Budirohmi; Muhammad Taufiq Duppa; Anshari Masri
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/w2ed2s68

Abstract

Nyeri sendi akibat asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami kelompok lansia dan dapat berdampak pada keterbatasan aktivitas serta penurunan kualitas hidup. Penatalaksanaan nonfarmakologis menjadi salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri, salah satunya melalui pijat aromaterapi berbahan herbal. Namun, pengetahuan dan keterampilan lansia mengenai pemanfaatan terapi komplementer tersebut masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam manajemen nyeri sendi akibat asam urat melalui edukasi kesehatan, demonstrasi pijat aromaterapi, serta pelatihan pembuatan minyak aromaterapi berbahan herbal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2025 di Sekolah Lansia Lontara Balai UPT KB Kecamatan Rappocini, Kelurahan Minasa Sari, Kota Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi teknik pijat aromaterapi, praktik pembuatan minyak aromaterapi berbahan herbal menggunakan minyak cengkeh, minyak sereh, minyak jahe, dan minyak lavender, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai penanganan nyeri sendi akibat asam urat. Tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum edukasi sebesar 17,21% meningkat menjadi 82,79% setelah kegiatan. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama praktik dan mampu memahami tahapan pembuatan minyak aromaterapi serta teknik pijat sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia terkait manajemen nyeri sendi akibat asam urat melalui pendekatan nonfarmakologis berbasis pijat aromaterapi dan pemanfaatan bahan herbal. Program ini diharapkan dapat mendukung kemandirian lansia dalam mengelola keluhan nyeri serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup.