Mohammad Fachrudin
Politeknik Keuangan Negara STAN, Tangerang Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Penguatan Daya Saing Ekspor CPO Indonesia di Pasar ASEAN–China: Analisis ACFTA, Hambatan Non-Tarif dan Transformasi Keberlanjutan Mohammad Fachrudin; Fauzan Muttaqien
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 6 No. 5 (2025): Journal of Accounting and Finance Management (November - December 2025)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v6i5.2845

Abstract

Crude Palm Oil (CPO) merupakan komoditas strategis bagi perekonomian Indonesia dan menjadi penyumbang terbesar devisa ekspor sektor perkebunan. Namun, daya saing ekspor CPO Indonesia di pasar ASEAN–China masih menghadapi tantangan struktural meskipun liberalisasi tarif melalui ASEAN–China Free Trade Agreement (ACFTA) telah meningkatkan akses pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi daya saing ekspor CPO Indonesia di kawasan tersebut, dengan fokus pada efektivitas ACFTA, hambatan non-tarif, isu keberlanjutan, serta strategi manajerial untuk penguatan daya saing. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, analisis SWOT dan formulasi strategi TOWS untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan serta merumuskan strategi penguatan kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan non-tarif, seperti sertifikasi keberlanjutan, persyaratan traceability, standar teknis kualitas, kampanye negatif, serta inefisiensi logistik nasional merupakan faktor utama yang menahan optimalisasi manfaat ACFTA. Strategi penguatan daya saing perlu diarahkan pada modernisasi logistik, diferensiasi berbasis keberlanjutan, diversifikasi pasar dan produk turunan, serta kolaborasi kelembagaan melalui pendekatan Triple Helix. Penelitian ini menegaskan perlunya transformasi struktural untuk mengonversi keunggulan komparatif berbasis kapasitas produksi menjadi keunggulan kompetitif berkelanjutan dalam menghadapi tekanan persaingan regional.