Susminingsih
STAIN Pekalongan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MORAL SEBAGAI EFEK MODERASI PADA SIKAP MENTAL DAN KOMITMEN KERJA GURU Susminingsih
JURNAL PENELITIAN Vol 6 No 1 (2009): Volume 6 Nomor 1 2009
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/gacpwv52

Abstract

Guru wiyata bhakti sebagai sumber daya manusia memiliki kompetensi nalar sosial dan nalar spiritual yang menjadi modal utama dalam menjalankan perannya sebagai pendidik. Sikap mental yang kuat, disertai pemahaman moral yang baik, terbukti melahirkan komitmen kerja yang tinggi. Potensi ini sangat penting dalam membangun hubungan timbal balik (mutual relationship) antar pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan, sehingga mampu mewujudkan kualitas pendidikan yang kompetitif. Kematangan nalar sosial dan nalar spiritual dalam pembentukan kepribadian yang utuh pada akhirnya akan melahirkan sikap profesional serta tanggung jawab yang kuat. Hal tersebut terjadi karena keduanya secara alami menumbuhkan integritas moral yang tinggi dalam diri guru sebagai pendidik.
NEUROEKONOMI & TRUST PADA MENTALITAS ENTREPRENEUR MUSLIM DI KOTA PEKALONGAN Susminingsih
JURNAL PENELITIAN Vol 7 No 1 (2010): Volume 7 Nomor 1 2010
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/nfv83216

Abstract

This research explains that among the Muslim entrepreneur of Pekalongan City, the role of trust as an output of neuro-economic process has taken a part in forming their entrepreneur mentality. The dimension of their entrepreneur mentality includes their commitment to business (commitment to chance, sources, and appearing risk), creative behavior (thinking new thing and doing new thing or create the new and different thing), confidence, responsibility, and positive thinking. This research used qualitative approach based on post-positivistic paradigm, and symbolic interactionism theory to explain. Content analysis-philosophy was used to analyze the answers of interviewee, so that the result of this research is philosophical-analytical-holistic.
TRUST BUILDING DAN FILOSOFI KERJA PENGUSAHA BATIK ETNIS JAWA, ARAB DAN CINA DI KOTA PEKALONGAN Susminingsih
JURNAL PENELITIAN Vol 9 No 1 (2012): Volume 9 Nomor 1 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hr5ve819

Abstract

This study focused on: (1) the formation of trust building which is related to working philosophy of Javanese, Arabic and Chinese batik entrepreneurs in Pekalongan, and (2) the factors that influence the trust building between those ethnic. Some theories such as social exchange theory, social capital theory of entrepreneurship and theories on work ethic are employed to assess both problems. The results are that Javanese, Arabs and Chinese batik entrepreneurs have different aspects that encourage cooperation between themselves. The major motive is for profit and expanding the business. This means that the consideration they work together is more economic and transactional motives. Meanwhile, trust building is affected by both external and internal factors.
FROM FUNCTIONAL INTO POSITIONAL DESIRE The Transforming of Ethical Consumer Decision on Religiosity Perspective Susminingsih
JURNAL PENELITIAN Vol 12 No 1 (2015): Volume 12 Nomor 1 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/1rmcfn21

Abstract

Penelitian ini mengasumsikan bahwa perilaku konsumen dapat dilihat sebagai suatu bidang multidisiplin dengan subdisiplin yang lebih maju. Penelitian ini melibatkan paradigma baru dalam memandang perilaku konsumen. Riset perubahan konsumen merupakan pendekatan yang relatif baru dalam memahami identitas konsumen. Berpijak pada kenyataan bahwa banyak orang mengonsumsi sesuatu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga keinginan mereka. Untuk itu, mereka harus menghabiskan banyak uang secara terus-menerus sehingga Islam melarang dan menyebutnya israf, perilaku buruk, tabdzir, bahkan dapat membentuk strata sosial di masyarakat. Hal ini menjadi menarik untuk dianalisis bagaimana pergeseran ini terjadi. Desain penelitian ini adalah kualitatif dan membahas tentang keputusan konsumsi oleh manusia, di mana banyak faktor yang memengaruhinya seperti budaya dan religiusitas. Religiusitas juga berperan dalam proses pengambilan keputusan. Di samping itu, konsumsi dipandang dari perspektif identitas moral sehingga diperlukan integrasi antara sistem moral dan diri. Penelitian ini menemukan bahwa hasrat memiliki hubungan yang mendalam dengan proses imitasi, identitas diri, dan komitmen agama serta adanya fenomena pergeseran fungsi nilai, dari nilai fungsional menjadi hasrat posisional yang terjadi di tengah masyarakat.