Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urban Farming Berbasis Teknologi Sensor dan Platform Dagang Lokal untuk Kedaulatan Pangan Semarang Karla Katina Salim Nohkarsan; Caroline Noel Amaris Purnomo; Karyn Gracia Hartono; Mellia Harumi; Gelbert Jethro Sanyoto
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14323

Abstract

Kedaulatan pangan menjadi prioritas pembangunan yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Semarang. Luas lahan pertanian Kota Semarang pada tahun 2019 hanya berkisar 2.396,54 ha yang diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk lebih dari 1,6 juta jiwa, serta wilayah perkotaan yang mendominasi. Hal ini menyebabkan penurunan kapasitas wilayah dalam menjaga kemandirian dan ketahanan pangan kota untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sementara itu, jumlah komunitas urban farming di Kota Semarang masih terbatas dan belum terintegrasi dalam skala kota, sehingga perlu dikembangkan program yang mengoptimalisasi sumber daya lokal melalui urban farming sebagai praktik pertanian perkotaan menggunakan lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang dua sistem pendukung: (1) aplikasi sistem urban farming berbasis teknologi sensor untuk pemantau parameter penting mengenai kondisi tanaman secara real time yang terintegrasi dengan katup otomatis untuk pemberian nutrisi atau penyesuaian pH, dan (2) aplikasi dagang lokal digital untuk mewujudkan rantai pasok pangan lokal yang pendek. Aplikasi ini memungkinkan hasil pertanian masyarakat dijual langsung kepada konsumen terdekat, serta mengintegrasikan fitur pencarian petani urban farming terdekat. Penelitian ini dilakukan dengan studi observasi, deep interview, serta studi literatur mengenai kondisi dan potensi urban farming Kota Semarang. Penelitian dilakukan dengan perancangan sensor dan studi potensi penerapan aplikasi urban farming. Program ini diharapkan mampu mendukung kedaulatan pangan perkotaan dengan mendukung sistem pangan lokal yang efisien, mempersingkat rantai distribusi, menekan jejak karbon, serta membangun sikap partisipatif masyarakat dalam sistem pangan lokal berkelanjutan.
Pinch Analysis of Heat Exchanger Networks in A Simulated Milk Pasteurization Plant Gelbert Jethro Sanyoto; Novita Ika Putri
JFCN: Journal of Food, Culinary, and Nutrition Vol 2, No 1: October 2025
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jfcn.v2i1.14321

Abstract

The dairy industry depends on milk pasteurization to achieve both product safety and nutritional value  through  its  controlled  heat  treatment  process.  However,  due  to  substantial  energy  usage, finding new methods which will boost operational efficiency is required. The research investigates the  Heat  Exchanger  Network  (HEN)  of  a  conventional  milk  pasteurization  facility  through  pinch analysis to minimize energy usage and production expenses. A High Temperature Short-Time (HTST) pasteurization system was simulated in SuperPro Designer v9.0 using data obtained from an existing plant with a capacity of 4,500 kg per hour. The hot and cold stream interactions were then analyzed using HINT v2.2 to find the pinch points and help redesign the heat recovery system. The analysis resulted  in  two  enhanced  HEN  configurations  which  became  Alternative  A  and  B.  The  analysis showed  Alternative  B  provided  the  optimal  solution  between  heat  recovery  and  cooling  demand requirements  which  would  result  in  $2,200  annual  utility  cost  savings.  The  $427,000  capital requirement  may  extend  the  payback  period  but its  success  depends  on  particular  factors  which include  local  energy  expenses  and  operational  efficiency.  The  research  demonstrates  that  pinch analysis provides essential value for  dairy processing operations because it helps improve energy efficiency and enables better sustainable decision-making.