This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geocivic
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI NASIONALISME DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN UPAYA PENGUATAN IDENTITAS KEBANGSAAN BAGI PESERTA DIDIK Rosvita Yolantika Yestari; Maria Nirma Komala Rija; Maria Miklola Sarmita; Fransiska Afdatitan; Vanda Lidya Diana Manu Ndun; Fadil Mas’ud
Jurnal GeoCivic Vol 9 No 1 (2026): GEOCIVIC EDISI 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v9i1.11909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika nasionalisme di era digital, dengan fokus pada berbagai tantangan serta upaya penguatan identitas kebangsaan pada peserta didik. Perkembangan teknologi digital yang pesat serta arus globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir, sikap, dan interaksi generasi muda, yang pada akhirnya turut memengaruhi pembentukan sikap nasionalisme mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, seperti buku ilmiah, jurnal akademik, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan nasionalisme, pendidikan kewarganegaraan, dan literasi digital.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan pengkajian literatur secara sistematis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik, yaitu melalui proses reduksi data, pengelompokan informasi berdasarkan tema, interpretasi makna, serta penarikan kesimpulan yang mengacu pada perspektif pendidikan kewarganegaraan dan teori konstruksi identitas nasional.Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital memiliki karakter dualistik, yaitu sebagai peluang sekaligus tantangan dalam penguatan nasionalisme. Media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana inovatif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui konten kreatif berbasis sejarah, budaya, dan identitas nasional. Namun demikian, rendahnya literasi digital kritis di kalangan peserta didik berpotensi menimbulkan penurunan kualitas nasionalisme akibat paparan informasi global yang tidak terfilter. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran strategis melalui integrasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam pembelajaran serta penguatan program berbasis karakter kebangsaan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasionalisme generasi muda tidak mengalami kemunduran, melainkan mengalami transformasi dalam bentuk dan ekspresinya. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan yang terarah dan berkelanjutan dari lembaga pendidikan agar nilai nasionalisme tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.