p-Index From 2021 - 2026
16.846
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahupiki DE JURE Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum TAWASUT Indonesian Journal of Moderate Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Substantive Justice International Journal of Law Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) PALAR (Pakuan Law review) Politea : Jurnal Politik Islam Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Jurnal Geocivic Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Hukum Lex Generalis Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan Action Research Literate (ARL) Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Haumeni Journal of Education JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Journal Of Human And Education (JAHE) TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Journal of Lex Generalis (JLG) Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Bandung Conference Series : Islamic Family Law Bandung Conference Series: Law Studies Penamas Officium Notarium Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Multidisiplin Sahombu Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Recht Studiosum Law Review Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Qawanin Jurnal Ilmu Hukum Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Acta Law Journal KANGMAS: Karya Scientific Community Service is a journal CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Jurnal Legislasi Indonesia Media Sains Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Jurnal Kajian Hukum dan Sosial
Claim Missing Document
Check
Articles

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KENDARAAN BERMOTOR ANGKUTAN BARANG MENGENAI TATA CARA PEMUATAN DAYA ANGKUT DAN DIMENSI KENDARAAN BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI KOTA PEKANBARU Abdillah, Muhammad Fadil; Indra, Mexsasai; ', Erdiansyah
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 5, No 1 (2018): Wisuda April 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of large-dimensional vehicles and large capacity is a factor causing road damage and high fasalitas for road users in Pekanbaru City. The obligation to comply with the provisions of goods shall be regulated in Article 169 paragraph (1) of Law Number 22 Year 2009 regarding LLAJ which reads "The Driver and / or Public Transport Company must comply with the provisions on loading procedures, transportation capacity, vehicle dimension and road class, large tonnage in violation of the hauling procedure is very disturbing to the public.The rise of violation of cargo goods that occurred in Pekanbaru City is not free from the law enforcement process that has not been optimal, therefore the law enforcement of motor vehicle goods that are not in accordance with the provisions must be optimized to realize legal certainty and public comfort.The purpose of writing this thesis, namely: First, To know the law enforcement of vehicle freight knowing the procedure of loading and transporting vehicle dimensions based on Law no. 22 Year 2009 About LLAJ in Pekanbaru City. Second, To know the obstacles in law enforcement of motor vehicle freight in general. Third, To know the efforts made in the law enforcement of motor vehicle freight in general.This type of research can be categorized in the type of sociological research. The research location is Pekanbaru City. Sources of data used are primary data and secondary data. Data collection techniques are interviews and literature study using deductive methods that draw conclusions from things that are general to things that are special.From the research results can be concluded. First, the enforcement of motor vehicle law in Pekanbaru City has not been proven optimally with high freight cost. Secondly, lack of optimization of law enforcement caused by obstacles such as limited authority of PPNS Dinas Perhubungan, lack of regulations on limitation of freight rates, corruption, lack of coordination of authorized institutions, minimal facilities and facilities, absence of storage warehouse, lack of awareness of drivers and cultural factors. Third, motor vehicle law enforcement efforts in Pekanbaru City include the stipulation of regulation concerning limitation of public transportation tariff and strengthening of authority of Transportation Department Vehicle, personnel skill improvement, budget improvement for provision of weighing tool and improvement of facilities and socialization and law enforcement to increase awareness about traffic safety .Keywords: Law Enforcement-Motor Vehicle Transportatio-Procedures for Vehicle Resilience and Dimensions of Motor Vehicle Law No 22 Year 2009 About LLAJ-Pekanbaru City
The Effectiveness of Group Counselling with Cognitive Restructuring and Self-Management Techniques to Reduce Internet Addiction Fadil, M; Sunawan, Sunawan; Awalya, Awalya
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 2 (2019): December 2019 Articles ASAP (As Soon As Published)
Publisher : Jurnal Bimbingan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.71 KB)

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of group counseling with Cognitive Restructuring and Self-management techniques to reduce internet addiction. For more, the study used experimental method with pre-test – post-test one group design through Mixed Anova model. This involved 14 students of Public Vocational High School 12 Surabaya (SMKN 12 Surabaya) as research subjects chosen by using purposive sampling technique. Based on Mixed Anova analysis, it was known that group counseling with Cognitive Restructuring and Self-management techniques was effective to reduce students’ internet addiction. These findings asserted that students who received group counseling with Cognitive Restructuring and Self-management techniques experienced internet addiction reduction.
PERAN KEPOLISIAN DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA (STUDI KASUS POLSEK MEDAN BARAT) MUHAMMAD FADIL
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 6 (2019)
Publisher : Jurnal Mahupiki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.336 KB)

Abstract

Muhammad Fadil. *) Liza Erwina.**) Dr.Mahmud Mulyadi.***) Penelitian ini membahas mengenai peranan kepolisian dalam mengatasi kenakalan remaja. Penelitian ini dilatarbelakangi karena semakin maraknya perbuatan pidana yang dilakukan oleh anak dibawah umur atau dilakukan oleh para remaja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak maupun dari masyarakat sendiri jika ini dibiarkan. Perkembangan zaman turut andil dalam perilaku remaja saat ini. Banyak remaja yang terjerumus ke perbuatan yang melawan hukum akibat mengikuti perkembangan zaman. Juga faktor sosiologi, ekonomi, maupun lingkungan juga dapat mempengaruhi perkembangan para remaja. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini.. Selain itu juga penulisan ini lebih lanjut dilakukan dengan melakukan wawancara lapangan dengan personil POLRI yang berkaitan dengan judul penelitian guna melengkapi penyelesaian penulisan skripsi ini. Hasil penelitian hukum yang berbentuk skripsi ini menunjukkan bahwa apa-apa saja kejahatan yang biasa dilakukan para remaja yang diatur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(KUHP) seperti tawuran,maupun pencurian dengan kekerasan (begal),dan juga yang diatur diluar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) seperti penggunaan narkoba . Selain itu dalam penelitian ini dijelaskan juga tentang upaya-upaya Kepolisian Sektor Medan Barat dalam mengatasi kenakalan remaja di wilayah hukum mereka sendiri. Juga dalam penelitian ini membahas tentang kendala-kendala apa sajakah yang dialami oleh para penegak hukum dalam menjalankan tugas dan kewajiban mereka.   *) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara **) Dosen Pembimbing I, Dosen Fakultas Hukum USU ***) Dosen Pembimbing II, Dosen Fakultas Hukum USU
PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK DENGAN SATU PASANGAN CALON Muhammad Fadil; Zainal Abidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan Vol 1, No 2: November 2017
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah menyebutkan bahwa pemilihan kepala daerah meliputi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan wakil Walikota yang selanjutnya disebut Pemilihan adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah provinsi dan kabupaten/kota untuk memilih Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan wakil Bupati, serta Wali kota dan wakil Walikota secara langsung dan demokratis. Namun dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2015 terdapat sebuah permasalahan yaitu ada tiga daerah yang pilkadanya hanya di ikuti oleh satu pasangan calon, sehingga Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang membolehkan pilkada dengan calon tunggal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan alasan dibolehkannya pelaksanaan pilkada dengan calon tunggal dan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab munculnya calon tunggal. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dengan menggunakan studi data kepustakaan yaitu dengan cara mengutip dari bahan hokum seperti buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya serta dari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa alas an utama dibolehkannya pilkada dengan calon tunggal ini adalah untuk menyelamatkan hak-hak konstitusional rakyat yaitu untuk memilih pemimpin daerahnya masing-masing sehingga penundaan pilkada karena hanya ada satu pasang calon adalah bertentangan dengan konstitusi, namun pembolehan ini dapat berdampak buruk bagi demokrasi karena berpeluang munculnya praktek politik pencalonan agar menjadi calon tunggal. Sedangkan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab munculnya calon tunggal yaitu beratnya persyaratan yang ditetapkan oleh undang-undang pilkada baik itu bagi jalur partai politik juga bagi jalur perseorangan, Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPRD atau 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan. Calon tunggal dikhawatirkan tidak baik bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia, oleh sebab itu pemerintah dan lembaga legislatif haruslah melakukan beberapa perbaikan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan persyaratan pencalonan kepala daerah agar lebih dipermudah sehingga akan muncul banyak calon yang akan berpengaruh pada hasil pemilihan kepala daerah.
Tinjauan Kriminolgi Terhadap Residivis Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pelecehan Seksual Andi Suci Syifawaru; Mulyati Pawennei; Ahmad Fadil
Journal of Lex Generalis (JLG) Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Lex Generalis (JLG)
Publisher : Journal of Lex Generalis (JLG)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.123 KB)

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh anak sebagai pelaku tindak pidana pelecehan seksual, dan menganalisis upaya pencegahan pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh anak sebagai pelaku tindak pidana pelecehan seksual. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan yuridis empiris dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi residivis anak sebagai pelaku tindak pidana pelecehan seksual adalah faktor keluarga, faktor ekonomi, faktor lingkungan sosial budaya, faktor penegakan hukum, faktor pengetahuan dankesadaran hukum, serta faktor pengetahuan agama. Upaya yang dilakukan aparat hukum dalam menanggulangi terjadinya residivis yang dilakukan oleh anak sebagai pelaku tindak pidana pelecehan seksual dilakukan melalui berbagai tindakan termasuk tindakan pre-emtif, tindakan preventif, dan tindakan represif. The research objective to analyze the factors that cause the repetition of criminal acts committed by children as perpetrators of criminal acts of sexual harassment, and to analyze efforts to prevent repetition of crimes committed by children as perpetrators of criminal acts of sexual harassment. This research is a descriptive study with an empirical and normative juridical approach. The results showed that the factors that influence child recidivist as perpetrators of sexual harassment are family factors, economic factors, socio-cultural environmental factors, law enforcement factors, knowledge and legal awareness factors, and religious knowledge factors. Efforts made by law enforcement agencies in overcoming the occurrence of recidivists committed by children as perpetrators of criminal acts of sexual harassment are carried out through various actions including pre-emptive actions, preventive actions, and repressive measures
Urgensi Pengaduan Konstitusi Bagi Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara Di Indonesia Muh. Fadil Ashari A; Lauddin Marsuni; Syahruddin Nawi
Journal of Lex Generalis (JLG) Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Lex Generalis (JLG)
Publisher : Journal of Lex Generalis (JLG)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.908 KB)

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis urgensi pengaduan konstitusi sebagai perlindungan konstitusional warga negara di Indonesia serta menganalisis dan menjelaskan konsep penambahan kewenangan mahkamah konstitusi RI untuk menjalankan Pengaduan Konstitusi. Tipe Penelitian yang digunakan adalah penelitian Hukum Normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Kebutuhan akan kewenangan Pengaduan Konstitusi perlu ditambahkan kepada Mahkamah Konstitusi yang dapat dipandang sebagai Ius Constituendum, yang merupakan suatu keniscayaan dan tidak dapat ditunda-tunda lagi. Urgensi Kewenangan Pengaduan Konstitusi di Indonesia merupakan wujud perlindungan terhadap hak konstitusional warga negara. (2) Pengadopsian perkara Pengaduan Konstitusi dan Pertanyaan Konstitusi dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya: melakukan amandemen UUD NRI 1945, Revisi UU Mahkamah Konstitusi, dan Penafsiran Konstitusi. Dengan merancang/ menyusun mekanisme pengajuan, cakupan objek perkara, sampai kepada antisipasi beban perkara akibat penambahan. The research objective to analyze the urgency of constitutional complaints as constitutional protection of citizens in Indonesia and to analyze and explain the concept of adding the authority of the RI Constitutional Court to carry out Constitutional Complaints. The type of research used is normative law research. The results of this study indicate that: (1) The need for the authority to Complain to the Constitution needs to be added to the Constitutional Court which can be seen as the Ius Constituendum, which is a necessity and cannot be postponed any longer. The urgency of the Constitutional Complaints Authority in Indonesia is a form of protection of the constitutional rights of citizens. (2) The adoption of cases of Constitutional Complaints and Constitutional Questions can be carried out in various ways including: amending the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Revision of the Constitutional Court Law, and Interpretation of the Constitution. By designing/compiling the submission mechanism, the scope of the object of the case, to the anticipation of the caseload due to the addition.
Penegakan Hukum terhadap Penjualan Hewan yang Dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya Anggi Muhammad Fadil; Chepi Ali Firman
Bandung Conference Series: Law Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Law Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.476 KB) | DOI: 10.29313/bcsls.v2i1.798

Abstract

Abstact. Thetrade in protected animals is a criminal act that has a major influence on the balance of the ecosystem of living things in nature. illegal trade in protected animals, one of the impacts is the extinction of these protected animals. The trade in wild animals is said to be illegal if it does not have an official permit from the government and the Natural Resources Conservation Agency. The crime of trafficking has been regulated in Law no. 5 of 1990 concerning the Conservation of Biological Natural Resources and Their Ecosystems. First, to understand the law enforcement of the crime of trafficking in protected animals in the Bandung city area. Second, to understand the policy of the Bandung city government towards the crime of trafficking in protected animals. In this study, the authors used a normative juridical approach. research specifications, this research is descriptive analytical. prioritizing library research to obtain library materials as basic data, which is supported by field research. The result of this study is that law enforcement in various forms aims to ensure that laws and regulations in the field of conservation of living natural resources and their ecosystems can be obeyed by all levels of society and that violators are given strict sanctions in order to provide a deterrent effect and support efforts to enforce Law Number 5 of 1990 concerning Conservation of Biological Natural Resources and Their Ecosystems. And the community in the conservation of natural resources plays a very important role in the success of the conservation effort itself. The participation and cooperation between the community and the government will certainly be a great synergy in conservation efforts. Abstrak. Perdagangan hewan dilindungi merupakan suatu tindakan pidana yang memiliki pengaruh besar bagi keseimbangan ekosistem makhluk hidup di alam. perdagangan ilegal hewan dilindungi salah satu dampaknya adalah terjadinya kepunahan pada hewan yang dilindungi tersebut. Perdagangan hewan liar dikatakan ilegal apabila tidak dimilikinya ijin resmi dari pemerintah serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Tindak pidana perdagangan tersebut telah diatur dalam Undang Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pertama, Untuk memahami penegakan hukum tindak pidana perdagangan satwa dilindungi di wilayah kota Bandung. Kedua, Untuk memahami kebijakan pemerintah kota Bandung terhadap tindak pidana perdagangan satwa yang dilindungi. Penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. spesifikasi penelitian, penelitian ini bersifat deskriptif analitis. mengutamakan penelitian kepustakaan untuk memperoleh bahan pustaka sebagai data dasar, yang didukung dengan penelitian lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah Penegakan hukum dalam berbagai bentuk bertujuan agar peraturan perundangan di bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dapat ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat dan kepada pelanggarnya diberikan sanksi tegas agar memberikan efek jera dan mendukung upaya penegakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Serta masyarakat dalam konservasi sumber daya alam hayatu memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan upaya konservasi itu sendiri. Peran serta dan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah tentunya akan menjadi sinergi yang besar didalam upaya konservasi.
Indonesian Criminal Law Regulation on Coral Reef Ecosystem Damage T. Andana Harris Pratama; Muhammad Ali; Fadil Fadil
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6587

Abstract

This article aims to see how the provisions of the criminal law that apply in Indonesia are related to the protection of coral reef ecosystems. The problem is focused on the urgency of protecting coral reef ecosystems and the current criminal law regulation in Indonesia. In order to approach this problem, theoretical references are used from their books by Philipus M. Hadjon and Tatiek Sri Djatmiati who argue that in the civil law system, the first approach is the legal approach. The data were collected through the prevailing laws and regulations in Indonesia and analyzed qualitatively. This study concludes that the government has attempted to regulate the protection of coral reef ecosystems in Indonesia through legal arrangements and criminal sanctions for perpetrators of destroying coral reef ecosystems, however, punishment of perpetrators of destroying coral reef ecosystems cannot solve the damage to existing coral reefs. So that a new alternative punishment is needed for the perpetrators of destroying coral reef ecosystems in Indonesia.
Death Penalty for Ferdy Sambo In Human Rights Perspective (Non Derogable Right Vs Derogabel Right) Agus Bambang Nugraha*; Fadil Mas’ud; Sudiyarti Sudiyarti; Achmad Napis Qurtubi; Egidius Fkun
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 3 (2023): Social, Political, and Economic History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i3.33852

Abstract

The Supreme Court judge canceled the death sentence for Ferdy Sambo to life imprisonment. This has caused controversy in the community. One side considers the Supreme Court decision to be unfair and on the other hand considers it fair because the right to life is a basic human right and cannot be reduced under any circumstances and under any circumstances. This research is a qualitative research with a fenomenolgy approach. The data used in this study is secondary data obtained from journals, books, websites and other reliable sources. The data collected was analyzed using several stages including observation, selection, and drawing conclusions. The results showed that the change in the decision on Ferdy Sambo's death sentence to life imprisonment was appropriate because the researchers agreed that the right to life is a right that cannot be limited under any circumstances and under any circumstances.
Non Binary Options in Gender Choice (Perspective on Human Rights and Islamic Religion) Indra Kertati*; Desi Asmaret; Fadil Mas’ud; Muhammad Dheo Adrian Muhari; Nety Novita Hariyani
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 3 (2023): Social, Political, and Economic History
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i3.34211

Abstract

Abstract: The Human Rights perspective and the Islamic perspective have quite significant differences in viewing non-binary options in gender choices. This research aims to specifically compare these two perspectives. This research is qualitative research with a comparative descriptive approach regarding human rights and Islamic views on non-binary options in gender choices. The data used in this research is secondary data. The data collection technique in this research uses the library research method. The analysis technique in this research uses analytical techniques for data collection, data selection, data reduction, and drawing conclusions. The results of this research show that from a human rights perspective there is no problem with the inclusion of non-binary options in gender choices. This is in line with the fundamental principles contained in human rights, namely regarding sexuality rights which include the right to privacy, the right to autonomy over oneself, and human rights. This is in contrast to the Islamic perspective which views human gender from a biological aspect as consisting of only two groups, namely men and women. Each group has its own limitations in carrying out worship and muamalah. Even if physically there are humans who are born with two genders. So you are required to choose the most dominant of the two things.  Abstrak: Perspektif Hak Asasi Manusia dan perspektif Islam memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam memandang opsi non biner dalam pilihan gender. Penelitian ini bertujuan mengkomparassi secara seskriftif dua perspektif tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan desriftif komparatif mengenai pandangan Hak Asasi Manusia dan Islam terhadap opsi non biner dalam pilihan gender. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pustaka/library research. Teknik analisis dalam peneltian ini menggunakan teknik analisis pengumpulan data, seleksi data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan ini menunjukkan, dalam perspktif Hak Assasi Manusia tidak mempermasalahkan masuknya opsi non biner dalam pilihan gender hal tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip fundamental yang ada dalam Hak Asasi Manusi yakni mengenai sexuality right yang meliputi hak atas privasi, hak otonom atas diri sendiri, dan hak asasi manusia. Berbanding trebalik dalam perspektif Islam yang memandang gender manusia dari aspek bilogis hanya terdiri darri dua golongan yakni laki-laki dan perempuan. Setiap golongan memiliki batasan masiing-masing dalam melaksanakan ibadah dan muamalah. Bahkan apabila secara fisik terdapat manusia yang terlahir dengan dua jenis kelamin. Maka diharuskan memilih salah satu yang paling dominan dari du hal tersebut. 
Co-Authors ', Erdiansyah A Irennia Stivani Nomleni A. Malthuf Siroj, A. Malthuf Abbas Arfan Aby Isnain Naafie Waasinas Achmad Khudori Soleh Achmad Napis Qurtubi Adam Afiz Adelheid Timu Adelsiana Lakapu Adrianus Seso Adriel Rivaldo Neno Agnesia Fifin Kontesa Agnesia Fifin Kontesa Agus Bambang Nugraha Ahmad Rustan Ahmad Yunus Alang, Dessy M Aldy Yanshen U. T Kalla Alfret Benu Alfret Benu Amanda M.J Laning Amtiran, Morgan Anang Sumarno Andi Olsa Makita Sakti Andi Suci Syifawaru Angel Stefanie Nafa Angel Stevanie Nafa Angelia Hunu Ola Lewokeda Angelita Revalina Tallo Ati Anif Istianah ANJULIN YONATHAN KAMLASI Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi,M.Pd Anna Sakreti Nawangsari Aply Rosyanti Halla ARGITA CLAUDIA MONE Argita Claudia Mone Arianti Angelita Naitboho Arki Artaban Sae Armi Danianti Bahan Arni Talan, Arni Asri Laksenia Tamonob Asri Laksenia Tamonob Asrin Deweli Nenotek Nenotek Atamukin, Kanisius Kedan Kian Auliya Ratnasari Ave Regina Chandra Kirana Ave Regina Chandra Kirana Awalya Awalya, Awalya Ayu Souterya Alkatiri Aziz, Qiqiya Tantowi Badruddin Nasir Banase, Yohanes P Banola, Arnoldus Jansen Patrio Baru, Maria Cindiany Basa, Elisabeth Rari Basri Basri Basri Bau, Mario Ferdinan Beatrix Nino Funay Benediktus Kusuma Tafuli Benu, Alfret Berek, Kristiana Yanti Binti Ros Azman, Aina Sofea Bonevantura Magi Mudamakin Brampi Soniman Sae Brigita Hilda Taek Bunga Triana Lalus Bureni, Estalin Nepa Burhanuddin Susamto Chepi Ali Firman Z Chrisandes Kurniawan Naikofi Christy Revalina Teuf Claudia Aurelia Albertini Lona Dachran S. Busthami Dar Padji Daro, Katarina Dato Abdul Aziz Dato Abdul Aziz Daud Yefkanius Nassa Deanatalis Padji Dogi Dogi Dedy Riwu Delia Rainy Deni Ridolof Tunliu Deni Rudolof Tunliu Denil Ngginak Desi Asmaret Desiana Bulu Desiana M. Bulu Desiana Monika Bulu Destriani Silla Destriani Silla Dewi Astuti S. Saleh Diah Permata Rosalin Abineno Diyah Khadijah Blegur Djefri Yanto Nodu Kore Doe Rato, Maria Yuliani Doko, Meryana Micselen Donatus Ferdinando Kota Dorkas Yufice Ariyanti Kale Dwiputa, Rahyudi Eddy Silamat, Eddy Edelfina Apolonia kuza Edelvina Apolonia Kuza Egidius Fkun Elisabet Vanesha Reta Reta Elisabeth Rari Basa Emilia Nadya Pa’a Emirenciana Aek Bria Emirenciana Aek Bria Ence, Eufrasia Erikson Agung Bau Erikson Agung Bau Eroy Marthen Selan Erwin Styven Aditya Tari ERY BENU Esty Jumirna Taneo Eufrasia Bolo Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani Fahrur Rozi Faransina Letma Fatin Ojes Nakmofa Fauziah F. Lassar Kadir Febiana Elisabet Mase Febiana Elisabet Mase Felisia Atriliani Imung Ferawati Bana Firdiyanti Firlania Stefani Seran Fitra, Deni Florensa Gaina Fransiska Afdatitan Fransiska Modhe Dua Fredik Lambertus Kollo Frida Elsin selan Ganggut, Agnes Yuniatri Gemian, Stefani Bita Gheanida J.J Funu Glen Awe Glen Gerardus Mayela Awe Golose, Petrus R. Gregoriana Martina Faot Gupuh Rahayu Harsya, Rabith Madah Khulaili Hasibuan, Kalijunjung Helmi debora tobe Hendri Irawan Heni Ani Nuraeni Herlina Anut Heronsius Sani Ritan Ibrahim, Sayyid Malik Ilham Abbas Ilham Rahmatullah Imut, Basilika Riskiana Indah, Elisabeth Yohana Indra Kertati Indriya Fathni Inriwati Ora INTAN MARLENCI LADA Intan marlencia lada Intan Yulintri Sopaba Irennia S. Nomleni Irfan Harbona Ollo Irfan J. Tafuli Irham Wibowo Irwan Abbas Ismail Ismail Isroqunnajah Isroqunnajah Itron Johanis Lette Iwan Harsono Izhatullaili Jama, Karolus Budiman Jami Djeru Jelita Makdarenci Laitera Jelita, Maria Trivonia Jeluhur, Helda Jenita Selan Jeny Susanti Manoh Jermy I. Balukh Jetia, Yovita Erliana Johanes Jufrianus Lau Johannes P Kumagaya Juan delgibed sinlae Juwaldi Amheka Kamola, Ledrik A. W Kares, Antonius P Karmelita Elu Karolus Liat Lengo Katarina Deran Kia Nimunuho Keba, Aprilini Dima Kefi Listiana Fransisca Taneo Keraf, Veronika Tiara Hingi Kevi Listiana Fransisca Taneo Kevy L. F. Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo khusnul khotimah Kian, Selviana Lipat Ara Klarinta Victoria Bayfeto Klau, Anastasia Suputri Klau, Cesilia Lucia Koleta Luruk Klau Koleta Luruk Klau Kollo, Fredik L. Kontesa, Agnesia Fifin Kothen , Sanctissima Trinitas Gute Kristiana Lipat Samon Kristiani , Wihelmina Leni Kristina Desita Angul Kurniati Amir Kutratul Yuyun Laga, Oskar Enjelius Lao, Maria Jesnita Melania Lau, Clarisa Angelina Aeng Lauddin Marsuni Leonardus Hare Ladjar Leoni Elsa Noni Faot Lewokeda, Angelia Hunu Ola Ludung, Goden Harna Hadia Luluk Sarifah Ly, Petrus M. Akbar Pasyal Pratama Made Susilawati Magdalena Inda Bria Mailani, Metriana Maimuna Faizah Rahma Atulolon Maimuna Faizah Rahma Atulolon Maimunah Faizah Rahma Atulolon Mali, Maria Muliani Maran, Yohana S. R Mardini Tae Maria Cindiany Baru Maria Cindiany Baru Maria Delastrada Namang Maria Fatima Muti Maria Felisitas Suan Maria Fitriani Longa Rehing Maria Fransiska Mika Maria Fransiska Mika Maria Galgani Rovianyta Toi Maria Indrawati Sanan Maria Jesnita Melania Lao Maria Kamelia Kewa Tukan Maria Karolina Rei Maria Kartika Jinas Maria Lufransiya Bribin Maria Miklola Sarmita Maria Mirayanti Hago Maria Mirayanti Hago Maria Muliani Mali Maria Nirma Komala Rija Maria Novensia Epi Lengo Maria Selfiani Teci Maria Selfiani Teci Maria Sipriani Dau Maria Yuliani Doe Rato Mariam clarita mauko Marianus Bhau Rengga Bria Marianus Siga Marianus Siga Marianus Siga Mark Jhon Bilistolen Mark Jhon Bilistolen Marsi Devid Setyawan Bani Maru, Yohanes Carlos Kasilas Mei Marwinata, Pepy Matondang, Cyntia Theresia Maulida Nur Islami Mazidah, Zidna Mega Irma Wati Melinda Ratu Radja Melkian Diki Talumbani Melkianus Dju Menci Adi Yatr Nomleni Meo, Maria Natalia Meo, Matrona Mere, Anastasia Boleng Merli serlianti Beis Mersiana Wanda Tuti Issu Mersiana Wanda Tuti Issu Mexsasai Indra Miranti May Nggadu Mnanu, Nafsyan A Modok, Grasella Ferina Nai Moh. Rafi Irvanul Vaza Mohammad Takdir Moraldi Moses Taniu MUHAMMAD ALI Muhammad Ali Muhammad Arif Wicaksono Muhammad Dheo Adrian Muhari Muhammad Hakeem Muhammad Torieq Abdillah Multi Sri Asnani Mulyati Pawennei Musataklima Musataklima N. Oneng Nurul Bariyah Nadia Menu Ola Nadia N.S.Y Lodo Nadia Naema Sisilia Yuniati Lodo Nadya Paa Nana, Katarina Rensa Naomi Graciella Liukae Natalia Beka Natalia Fransiska Alunat Natalia Stefania Beka Nataliana Sensi Natalidya Bolang Naya Fransiska Talan Negat, Katharina Nelson Alberto Selan Nenotek, Asrin Deweli Neonbeni, Rosalia Nesi Rosalinda Kenjam Nety Novita Hariyani Nggandung, Yeheskial Ngurah Dharma Putra Niela Agustin Hermawatie Nindy Nenobais Nining Lestari Da Silva Nitti, Novalianti Nobertus Deni Cuan Nomeni, Netriana Nomleni, Hanani R Novia Srinestava Sari Nuak, Angelina Seran Nur Fadhilah Mappaselleng Nurul Hikma Ramadhani Oksix Godlavson Rutin Tari Oksix Tari Oktaviana Mopia Oktovina Mopia Ola, Maria F. A. L ola, Nadia menu Olla, Yunita Ratu Openg, Wiliam Fenoli Kituk Ora, Inriwati Ortalana Anisa Merfi Tob Ortalana Anisa Merfi Tob Oswaldus Rinaldi Pandu, Gita Larasti Pankrasius Yosepsina Lamen Pastela Sulastri Seja Seja Payong, Emilia Waha Penina Persis Lasibey Penuam, Acow Hendry Gunawan Perpetua Felisitas Gesu Petronia Mersiana Damai Petrus Alexander Tamonob Petrus Ana Andung Pratama, T. Andana Harris Purwoko, Agus Raditya Maharani Radja, Daud Christo Luis Rahyudi Dwiputra Rahyudi Dwiputra Rahyuni Dwiputra Ratnasari, Auliya Redemtoria Juana Sanbret Regina Tutoq Rehan Glen Ly Retno Angraeni S Rini Maldianci Teuf Rinovian Rais Rion Albert Elieser Riven Imanuel Timo Robert Alex Serang Rohmad Bahrudin Rosadelima Asti Mau Rosalia Neonbeni Rosalinda Tulit Rosvita Yolantika Yestari Salam, Nor Saldy Hermanus Pandie Samuel Buha Raja Nadeak Samuel Riwu Ratu Sanung, Florentina Sapay, Yumri Agelvi Sarina Sarina sarni sain Sarni Sain Selfi Kase Selfi Theorin Kasse Sepete Adrian Mangngi Sepete Adrian Mangngi Sesilia Ruron Shofiatul Jannah Siagian, Sofia Silla, Destriani Sipriani Maria Dau Siregar, M Parlin Rahmadhana Sitanggang, Welson Siti Nur Syifa Siti Rohmah Soleman D. Nub Uf Sonbai, Victor Soni Enembe Sonya W. O. Ay Sonya Wiwin Olifia Ay Sri Ofiliani Naitboho Stefani Ijeltin Manek Stefynia Adriana Lengo Stefynia Adriana Lengo stevan christian antoin Stevania Gladis Ola Sudiyarti Sudiyarti Sunarto, Muhammad Zainuddin Sunawan Sunawan Sur Ical Lani Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Susan Clarita Maro Suwandi Suwandi Syafrullah, Muhammad Deddy Syahruddin Nawi Syaifudin, Muh Syunikitta, Mirwanti T. Andana Harris Pratama Tanty Milan Antonia Dollu Taolin, Ainu P Taopan, Eby Tapatab, Shintya M Tefa, Alencia Tenmau, Delprila G Tes, Hendri Septiano Theresia B. S. Keransj Theresia Bernadete Omi Diaz Theresia Devanti Larantukan Theresia Irnatesa Vivin Theresia Vivin Thomas Kemil Masi Tonis, Marselina Totnay, Christafora Caeselia Tri Widya Kurniasari Triyanti G. Dubu Uki, Lion Edison Uly, Marselina Umar, Sitirahia Hi Vanda Lidya Diana Manu Ndun Venansiu Gabur Venansius Gabur Vicki Yunus Takene Victor Sonbay Vivin , Theresia Irnatesa Wahyudin Noe, Wahyudin Wandal, Yufani Rambu Liga Wangku, Juliano A Welmi Ananda Ngongo Wicaksono, Muhammad Arif Wihelmina Ruli Loo Winarto, Tri Wirman, Wirman Wisley Ejandro Koebanu Wunu, Maria Anjelina Wesa Yandi Maryandi Yeremia Kabnani Yohana Gaudensia Dhodhi Rema Yohana Krisona yohana krisona Yohana Kristina Nima Yohana Kristina Nima Yohana Nima Yohanes Carlos Kasilas Mei Maru Yohanes Lengari Yonathan Anjulin Kamlasi yoriana Atti Yosep Copertino Apaut Yosepah Ndoa Gudu Yosepha N. Gudhu Yufitris Naitboho Yufitris Naitboho Yulia Yulia Yunike Lely Yunitha Devrudyan Doko Zaenul Mahmudi Zainal Abidin Zaman, Jamrud Qomaruz Zilmi Haridhi