Amalia Latifah Putri Asnawi
Universitas Selamat Sri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Visualisasi Budaya Indonesia sebagai Strategi Konstruksi Identitas Global: Studi pada Video Musik Shoot oleh NO NA Amalia Latifah Putri Asnawi; Emillia Della Maulina
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.04

Abstract

Arus globalisasi media visual mendorong munculnya strategi representasi budaya lokal sebagai sarana pembentukan identitas dalam industri kreatif kontemporer. Video musik tidak lagi sekadar medium hiburan, tetapi menjadi ruang produksi makna yang menegosiasikan hubungan antara tradisi, modernitas, dan audiens global. Dalam konteks ini, visualisasi budaya Indonesia dalam video musik Shoot oleh NO NA menghadirkan representasi lokal yang berfungsi estetis sekaligus strategis dalam ranah Desain Komunikasi Visual. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori representasi Stuart Hall sebagai landasan utama, yang diperdalam melalui rangka analisis semiotika Roland Barthes pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Objek kajian berupa elemen visual budaya Indonesia dalam tujuh belas adegan yang mencakup lanskap agraris, ruang domestik tradisional, permainan rakyat, praktik keseharian, material lokal, dan alam tropis. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut membentuk sistem tanda yang merepresentasikan Indonesia sebagai ruang yang alami, komunal, hangat, dan harmonis, sekaligus menaturalisasi citra keindonesiaan yang romantis bagi audiens global. Visualisasi ini juga berperan sebagai strategi visual branding yang menempatkan NO NA sebagai girl group berakar lokal dengan orientasi global, sehingga menegaskan potensi video musik sebagai medium pembentukan identitas budaya dalam industri kreatif.
Simbolisme Warna Merah sebagai Perangkat Naratif dalam Membangun Relasi Emosional pada Film Frankenstein Amalia Latifah Putri Asnawi; Velia Ranufatma
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i2.04

Abstract

Warna dalam film dapat berfungsi sebagai perangkat visual yang membangun makna emosional dan mendukung perkembangan naratif. Penelitian ini menganalisis fungsi warna merah sebagai visual motif dalam membangun relasi emosional antarkarakter pada film Frankenstein melalui perspektif mise-en-scène David Bordwell dan teori warna film Patti Bellantoni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi sinematik terhadap adegan yang menampilkan penggunaan warna merah pada kostum, properti, ruang, pencahayaan, dan komposisi. Data dianalisis secara interpretatif dengan mengidentifikasi pola kemunculan, perpindahan, dan perubahan fungsi emosional warna merah dalam perkembangan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna merah berfungsi sebagai visual motif yang mengalami transformasi makna sesuai perkembangan psikologis Victor Frankenstein. Pengulangan dan perpindahan warna merah pada berbagai unsur mise-en-scène membentuk kesinambungan visual yang menghubungkan relasi emosional, perubahan karakter, dan perkembangan konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas warna dalam sinema tidak hanya terletak pada makna psikologisnya, tetapi juga pada pola penggunaan dan keterkaitannya dengan unsur visual lain dalam membangun struktur naratif dan ritme emosional film.