Wilda Murti
Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMASI SUHU PADA PROSES SEAM SEALING UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TAHAN AIR PADA JAKET WATERPROOF Wilda Murti; Andhi Sukma Hanafi; Kamelia Yogi Noviana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8865

Abstract

The seam sealing process is a crucial stage in the production of waterproof garments, serving to close stitch holes and prevent water penetration. However, the quality of the seam seal highly depends on process parameters such as temperature, pressure, and machine speed. This study investigates the effect of sealing temperature variation on the waterproof performance of seam seals using two different adhesive tapes. Two fabric samples were tested: Sample A (polyurethane–polyester blended tape) and Sample B (pure polyester tape). The tests were conducted following the AATCC 127:2022 standard using a Hydrostatic Pressure Tester with water at 21 ± 2°C and a pressure increase rate of 60 mbar/min; the hydrostatic head value (mmH?O) was recorded when the first three water droplets appeared on the dry side of the fabric. In addition to the supplier’s recommended temperature (480°C), sealing temperatures ranging from 230°C to 500°C were applied to determine the optimal temperature. The results showed that Sample A maintained stable waterproof performance across a wider temperature range (260–470°C), achieving the highest value of 9812.71 mmH?O at 470°C. In contrast, Sample B reached its peak value of 5710.41 mmH?O at 410°C and exhibited greater sensitivity to temperature changes. These findings indicate that the tape composition (presence of polyurethane) and the precise selection of sealing temperature are key factors in achieving optimal waterproof seam quality. Further research is recommended to optimize process parameters (temperature, pressure, and contact time) and to evaluate long-term durability for waterproof garment manufacturing applications. ABSTRAK Proses seam sealing merupakan tahap penting dalam pembuatan pakaian tahan air (waterproof jacket) yang berfungsi menutup celah jahitan agar tidak tembus air. Namun, kualitas hasil seam seal sangat bergantung pada pengaturan parameter proses seperti suhu, tekanan, dan kecepatan mesin. Penelitian ini menelaah pengaruh variasi suhu penyegelan terhadap kekedapan air sambungan jahitan (seam seal) pada dua jenis sampel kain menggunakan pita perekat tape berbeda. Dua sampel yang diuji adalah: Sampel A (tape campuran poliuretan–poliester) dan Sampel B (tape poliester murni). Pengujian dilakukan berdasarkan standar AATCC 127:2022 dengan Hydrostatic Pressure Test pada kondisi air 21 ± 2°C dan laju peningkatan tekanan 60 mbar/menit; nilai hydrostatic head (mmH?O) dicatat ketika muncul tiga tetes pertama pada sisi kering kain. Selain pengujian pada suhu rekomendasi supplier (480°C), dilakukan variasi suhu dari 230°C sampai 500°C untuk menentukan suhu optimal. Hasil menunjukkan bahwa Sampel A mempertahankan kekedapan air yang stabil pada rentang luas (260–470°C) dengan nilai tertinggi 9812,71 mmH?O pada 470°C, sedangkan Sampel B menunjukkan nilai puncak 5710,41 mmH?O pada 410°C dan performa yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Temuan ini mengindikasikan bahwa komposisi tape (keberadaan poliuretan) dan penentuan suhu penyegelan yang tepat merupakan faktor kunci dalam menghasilkan seam seal yang kedap air. Rekomendasi pengembangan meliputi optimasi parameter proses (suhu, tekanan, waktu kontak) dan uji ketahanan jangka panjang untuk aplikasi manufaktur pakaian tahan air.  
STUDI PENGARUH WAKTU DAN JARAK PAPARAN PLASMA LUCUTAN CORONA TERHADAP DAYA SERAP AIR KAIN TENUN KAPAS Andrian Wijayono; Verawati Nurazizah; Nurfadilah Ikhsani; Fahmi Fawzy Rusman; Reski Alya Pradifta; Wilda Murti
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Vol. 17 No. 2: Technoscientia Vol 17 No 2 Maret 2025
Publisher : Direktorat Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas AKPRIND Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v17i2.5163

Abstract

Pada penelitian ini telah diamati pengaruh dari paparan plasma lucutan korona terhadap peningkatan daya serap air atau sifat hidrofilik pada kain tenun kapas 100%. Pada penelitian ini telah digunakan jenis plasma lucutan korona yang dihasilkan dengan menggunakan generator tegangan tinggi 40kV DC 25kHz. Konfigurasi eletkroda yang digunakan pada reaktor plasma berjenis elektroda multi titik bidang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak antar elektroda plasma dan waktu paparan plasma terhadap sifat pembasahan pada kain tenun kapas. Hasil menunjukan bahwa paparan plasma lucutan korona pada kain tenun kapas 100% dapat meningkatkan sifat hidrofilik pada kain. Hasil pengamatan telah menunjukan bahwa semakin lama waktu paparan lucutan plasma dapat menghasilkan peningkatan pada sifat hidrofilik kain. Waktu optimum paparan plasma untuk meningkatkan sifat pembasahan adalah sebesar 20 menit. Pada jarak antar elektroda sebesar 4 cm dan waktu paparan selama 20 menit telah terbukti dapat meningkatkan waktu pembasahan kain dari 53 detik menjadi kurang dari 5 detik. Nilai jarak antar elektroda pada proses paparan plasma pada kain telah terbukti memiliki pengaruh pada peningkatan sifat pembasahan. Hasil menunjukan bahwa jarak antar elektroda sebesar 4 cm dapat menghasilkan efek pembasahan yang lebih baik dibandingkan dengan nilai lainnya. Efek kepermanenan plasma telah diamati melalui penurunan dalam sifat pembasahan dalam kurun waktu beberapa hari pasca perlakuan. Telah ditemukan bahwa efek perlakuan plasma terhadap sifat pembasahan pada kain tenun masih dapat diperoleh hingga 2 hari pasca perlakuan.