Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Hanafi (Universitas Syah Kuala), Andhi Sukma; Almy (Management and Science University), Chairil; Siregar (Politeknik APP), M. Tirtana
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 2, No 1 (2018): page : 03-95
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v2i1.71

Abstract

Gaya kepemimpinan merupakan gaya yang digunakan oleh seorang pemimpin untuk memimpin organisasi dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang ada dalam organisasi yang dapat dimanfaatkan pemimpin untuk pencapaian tujuan organisasi. Pegawai merupakan sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan oleh seorang pemimpin dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam melaksanakan tugasnya dalam pencapaian tujuan organisasi, dapat diukur dengan tingkat kinerjanya. Tingkat kinerja merupakan perbandingan antara sasaran kerja yang ditetapkan dengan produktifitas kerja pegawai. Selain hal yang tersebut diatas, motivasi kerja juga sangat mempengaruhi perilaku pegawai dalam melaksanakan tugasnya yang berpengaruh terhadap tingkat kinerja. Motivasi kerja pegawai dipengaruhi dari internal dan eksternal. Salah satu pengaruh eksternal untuk peningkatan motivasi kerja pegawai berasal dari seorang pemimpin dalam menjalankan gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan yang sesuai dengan organisasi akan berpengaruh terhadap tingkat motivasi kerja pegawai, sehingga secara signifikan dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam suatu organisasi.
Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Inovasi Sistem Pelayanan Publik (Pembayaran SPP Online) Hanafi, Andhi Sukma; Almy, Chairil; Majid, M. Shabri Abd
Journal on Information Systems, Technology of Information and Communications (JoISTIC) Vol 1 No 1 (2018): JoISTIC (Journal on Information Systems, Technology of Information and Communica
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/joistic.v1i1.2286

Abstract

Pembayaran SPP online merupakan inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh SMK SMTI Banda Aceh, untuk memudahkan siswa dalam melakukan pembayaran SPP. Inovasi ini merupakan peningkatan pengayaan peran atas sistem internal pemerintahan yang sebelumnya sudah ada pada SMK SMTI Banda Aceh. Inovasi merupakan inovasi dengan tipologi strategi, pada level incremental, dan kategori sustaining innovation (inovasi terusan). Adapun tingkat kepuasan siswa terhadap inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh SMK SMTI Banda Aceh, dari 153 siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini menyatakan puas pada indikator tangiables, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty.
Effect of Organizational Structure, Job Analysis and Leadership Style on Work Motivation and Its Impact on Performance of Employees Hanafi, Andhi Sukma
JPAS (Journal of Public Administration Studies) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.784 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpas.2019.004.01.8

Abstract

The purpose of this research is to: 1) Influence of organizational structure, job analysis, and leadership style on work motivation, 2) Influence of organizational structure, job analysis, and leadership style on employee performance, 3) Influence of work motivation on employee performance. This study was conducted at SMK SMTI in Indonesia with 183 employees as respondents. This research uses SEM AMOS for data analysis. The study found that organizational structure, job analysis, and leadership style significantly influenced work motivation, while the organizational structure is the highest variable influenced on work motivation with the value of influence of 0,608. Organizational structure, job analysis, and leadership style significantly influenced the employee performance, while the leadership style variable is the highest variable influence on the performance of employees with the value of influence of 0,946. In addition, work motivation has significantly affected employee performance with an influence value of 0,384.
PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI DAN ANALISIS JABATAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI (Studi pada SMK SMTI Kementerian Perindustrian di Indonesia) Andhi Sukma Hanafi; Saiful Bahri; M. Shabri Abd Majid
Monex: Journal of Accounting Research Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v7i2.865

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembayaran tunjangan kinerja pegawai Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah menengah Teknologi Industri (SMK SMTI) Kementerian Perindustrian di Indonesia. Pembayaran tunjangan kinerja pegawai dipengaruhi oleh grade jabatan yang disusun oleh manajemen dituangkan dalam struktur organisasi dan analisa jabatan pada SMK SMTI Kementerian Perindustrian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, adapun objek penelitian ini adalah struktur organisasi (X1), analisis jabatan (X2) dan Motivasi Kerja (Y). Sedangkan subjek penelitian ini adalah SMK SMTI Kementerian Perindustrian di Indonesia. Berdasarkan hasil pengolahan data dan interprestasi data pada masing-masing variabel disimpulkan hasil penelitian: (1) Struktur organisasi pada SMK SMTI Kementerian Perindustrian sudah sangat baik, (2) Analisis jabatan pada SMK SMTI Kementerian Perindustrian sudah baik, (3) Motivasi kerja pada SMK SMTI Kementerian Perindustrian sudah sangat baik, (4) Terdapat pengaruh positif dengan tingkat signifikansi 0,609 antara variabel struktur organisasi terhadap variabel motivasi kerja, sehingga setiap ada perbaikan dalam struktur organisasi akan mengakibatkan peningkatan motivasi kerja, (5) Terdapat pengaruh positif dengan tingkat signifikansi 0,332 antara variabel analisis jabatan terhadap variabel motivasi kerja, sehingga setiap ada perbaikan dalam analisis jabatan akan mengakibatkan peningkatan motivasi kerja.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Andhi Sukma Hanafi; Chairil Almy; M Tirtana Siregar
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 2, No 1 (2018): page 03 - 103
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.122 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v2i1.25

Abstract

Leadership style is a style used by a leader to lead the organization by using existing resources within the organization to achieve organizational goals. Human resources are one of the resources that exist within the organization that can be utilized leader for the achievement of organizational goals. Employees are human resources that can be utilized by a leader in achieving organizational goals. It is important for a leader to be able to use an appropriate leadership style with the organization, in an effort to improve employee work motivation, which affects the performance of employees who support the achievement of organizational goals. In this study will be discussed about the performance of employees who are influenced by the style of leadership and work motivation. The results showed that employee performance is influenced by the level of work motivation and leadership style. In addition, the appropriate style of leader will affect the level of employee motivation, so it can significantly improve the performance of employees within an organization.
Effect of Organizational Structure, Job Analysis and Leadership Style on Work Motivation and Its Impact on Performance of Employees Andhi Sukma Hanafi
JPAS (Journal of Public Administration Studies) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpas.2019.004.01.8

Abstract

The purpose of this research is to: 1) Influence of organizational structure, job analysis, and leadership style on work motivation, 2) Influence of organizational structure, job analysis, and leadership style on employee performance, 3) Influence of work motivation on employee performance. This study was conducted at SMK SMTI in Indonesia with 183 employees as respondents. This research uses SEM AMOS for data analysis. The study found that organizational structure, job analysis, and leadership style significantly influenced work motivation, while the organizational structure is the highest variable influenced on work motivation with the value of influence of 0,608. Organizational structure, job analysis, and leadership style significantly influenced the employee performance, while the leadership style variable is the highest variable influence on the performance of employees with the value of influence of 0,946. In addition, work motivation has significantly affected employee performance with an influence value of 0,384.
Deteksi dan Reduksi Kasus Jarum Patah pada Proses Sewing di PT GI dengan Pendekatan Fishbone Diagram Hanafi, Andhi Sukma; Winarsih; Anggaraeni, Suci Wulan
Jurnal Tekstil Vol 7 No 1 (2024): Vol 7 No 1 Juni 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i1.94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab utama jarum patah dalam proses produksi sewing pada PT. GI line Ngriboyo. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis permasalahan menggunakan metode fishbone diagram dilakukan untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada jarum patah. Faktor yang mempengaruhi jarum patah diantaranya yaitu faktor mesin, manusia, dan metode. Setelah melakukan analisa, menyusun usulan perbaikan, melaksanakan perbaikan, akan dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi terhadap jarum patah yang menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan sebesar 68,60%. Rekomendasi faktor mesin, pemeliharaan rutin dan kualitas peralatan mesin jahit sangat berpengaruh terhadap pengurangan frekuensi jarum patah. Untuk faktor manusia, pelatihan dan pendidikan bagi operator, kesadaran dan kepatuhan dalam menerapkan SOP, dan kesadaran dalam pemeliharaan mesin jahit dapat mengurangi frekuensi jarum patah yang terjadi pada line produksi. Sedangkan faktor metode, standarisasi proses untuk proses sewing harus dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala
Analisis Bahaya dan Penerapan K3 di Divisi Cutting PT XYZ Purwanningrum, Dinarisni; Maharani, Ardona Vivi; Hanafi, Andhi Sukma; Kurnianingtias, Mayesti; Noviar, Miswar Adi
Jurnal Tekstil Vol 6 No 2 (2023): Vol 6 No 2 Desember 2023
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v6i2.71

Abstract

Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam sebuah perusahaan mempunyai peranan penting untuk menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, efisien, dan produktif. Penelitian dilakukan di sebuah industri garmen, khususnya di bagian pemotongan dengan waktu pengamatan selama 3 bulan. Proses penelitian dilakukan dengan melakukan studi pendahuluan, pengamatan, pengambilan data, dan diakhiri dengan memberikan usulan perbaikan untuk menghindari adanya kecelakaan kerja. Berdasarkan data historis dan proses pengamatan, ditemukan adanya kecelakaan kerja yaitu pegawai jatuh terpeleset dan jari pegawai yang terkena pisau. Kelalaian pegawai disebabkan karena kurang menyadari betapa besar risiko yang harus ditanggung oleh tenaga kerja dan perusahaan. Hal ini dapat menghambat proses produksi dan berimbas pada turunnya produktivitas kerja, karena berkurang hari kerja dalam waktu tertentu. Adapun usulan penyelesaian masalah antara lain memberikan sosialisasi terkait penggunaan APD, dan pentingnya menerapkan prinsip 5S, serta perlu adanya pelatihan K3 dalam periode waktu tertentu.
FISHBONE ANALYSIS TERHADAP KELOLOSAN DEFECT FABRIC STRATEGI PERBAIKAN PADA MANAJEMEN GUDANG TEKSTIL Hanafi, Andhi Sukma; Amaras, Aaron Dias; Istikowati, Rita; Pradifta, Reski Alya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6506

Abstract

The occurrence of undetected fabric defects during storage and sorting processes in the warehouse is a significant issue in the textile industry, as it can degrade product quality and negatively impact customer satisfaction. This study aims to identify the root causes of defect fabric passing through quality control using the Fishbone Analysis approach and to formulate effective improvement strategies within warehouse management. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The observation results revealed a total of 106 defect cases (primarily stains and holes) that went undetected during two days of inspection. Fishbone analysis identified four dominant categories of root causes: man (lack of SOP comprehension), method (inaccurate point grade calculation), machine (unstable machine performance and insufficient lighting), and environment (dusty and unclean work areas). Recommended improvement strategies include employee training, providing calculation tools, implementing scheduled cleaning routines, and enhancing machine setup and lighting. These findings are expected to support the development of a more effective and preventive quality control system in textile warehouse operations. ABSTRAKKelolosan kain cacat (defect fabric) pada proses penyimpanan dan sortir di gudang merupakan salah satu permasalahan serius dalam industri tekstil, karena dapat menurunkan kualitas produk dan berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kelolosan defect fabric menggunakan pendekatan Fishbone Analysis, serta merumuskan strategi perbaikan yang tepat dalam konteks manajemen gudang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 106 defect fabric yang lolos dari proses inspeksi selama dua hari pengamatan, dengan jenis cacat dominan berupa noda (stain) dan lubang (hole). Hasil analisis Fishbone mengidentifikasi penyebab utama berasal dari empat kategori dominan: manusia (kurangnya pemahaman SOP), metode (ketidaktepatan perhitungan point grade), mesin (mesin tidak stabil dan pencahayaan kurang), dan lingkungan (area kerja kotor dan berdebu). Strategi perbaikan yang disarankan meliputi pelatihan operator, penyediaan alat bantu hitung, penjadwalan pembersihan rutin, serta perbaikan pencahayaan dan performa mesin. Temuan ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam membangun sistem kontrol mutu yang lebih efektif dan preventif terhadap kelolosan cacat.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DAN KUALITAS JAHITAN BENANG MEREK X DAN Y PADA CELANA BERBAHAN KAIN TENUN Pradifta, Reski Alya; Hanafi, Andhi Sukma; Novianto, Wawan Dwi; Tuwarno, Tuti Purwanti; Kevasoka, Contardo Alfabian
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5409

Abstract

The textile industry requires high-kualitasnce sewing threads to ensure product quality, particularly in terms of seam tensile strength, which is a critical factor in garment applications. Standards such as SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012 serve as benchmarks for evaluating the quality of threads and seams. However, comprehensive comparative studies on the kualitasnce of specific thread brands remain limited. This study aims to evaluate the single thread and seam tensile strength of two brands of polyester 40/2 sewing threads, Brand X and Brand Y, using controlled standard parameters. The methods applied include thread count testing, elongation, single thread tensile strength (tenacity), and seam tensile strength in accordance with SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012. Seams were constructed on woven fabric using a lockstitch machine, Dbx1 85/13 needle, and 12 SPI. Data were analyzed using multiple linear regression to determine significant differences and correlations between thread brands. Results show that Brand X has a single thread tensile strength of 35.27 cN/tex, and Brand Y has 33.00 cN/tex, both meeting the minimum standard of 33 cN/tex. The seam tensile strength was 369.62 N for Brand X and 301.11 N for Brand Y, with a statistically significant difference based on regression analysis (? = 0.5049x - 178.77). This study confirms that Brand X outperforms Brand Y, particularly in seam tensile strength. The contribution of this research lies in its multidimensional approach to thread quality evaluation, offering valuable references for the textile industry in selecting appropriate sewing threads for specific applications. Further research is recommended to explore the effects of stitch parameter variations and environmental conditions on seam quality. ABSTRAKIndustri tekstil memerlukan benang jahit dengan kualitas tinggi untuk mendukung kualitas produk, khususnya dalam aspek kekuatan tarik jahitan yang menjadi faktor penting pada aplikasi pakaian. Standar SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012 telah menjadi acuan dalam mengevaluasi mutu benang dan jahitan, namun penelitian terhadap kualitas merek benang tertentu dengan metode analisis komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik helai dan jahitan dua merek benang poliester 40/2, yakni merek X dan Y, menggunakan parameter standar yang terkontrol. Metode yang digunakan mencakup pengujian nomor benang, elongasi, kekuatan tarik helai (tenacity), dan kekuatan tarik jahitan sesuai SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012. Jahitan dibuat pada kain tenun menggunakan jenis mesin lockstitch, jarum Dbx1 85/13, dan SPI 12. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan dan perbedaan signifikan antara merek benang. Hasil menunjukkan bahwa benang X memiliki kekuatan tarik helai sebesar 35,27 cN/tex dan benang Y sebesar 33,00 cN/tex, yang keduanya memenuhi standar minimal 33 cN/tex. Kekuatan tarik jahitan menunjukkan nilai 369,62 N untuk benang X dan 301,11 N untuk benang Y, dengan perbedaan signifikan berdasarkan analisis regresi (? = 0,5049x - 178,77). Penelitian ini mengonfirmasi bahwa benang X memiliki kualitas unggul dibandingkan benang Y, khususnya dalam kekuatan tarik jahitan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penilaian mutu benang berdasarkan pendekatan multidimensi, memberikan referensi bagi industri tekstil dalam pemilihan benang yang sesuai untuk aplikasi spesifik. Penelitian lanjutan diusulkan untuk mengeksplorasi pengaruh variasi parameter jahitan dan kondisi lingkungan terhadap kualitas jahitan.