Yaumal Arbi
Departemen Teknik Sipil FT UNP

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Penjernih Air Portable Berbasis Filtrasi Bertingkat untuk Kondisi Darurat Banjir Bandang Di Sumatera Barat Fani Iflahdini; Yaumal Arbi
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/6xt0k356

Abstract

Penelitian ini merancang, membangun, dan mengevaluasi alat penjernih air portable berbasis filtrasi bertingkat untuk mendukung penyediaan air bersih pada keadaan darurat banjir bandang. Penelitian dilakukan melalui eksperimen kuantitatif menggunakan air permukaan dari Batang Kuranji, Kota Padang. Sistem yang dikembangkan terdiri atas pompa listrik, tabung FRP berisi pasir silika dan media mangan, karbon aktif, filter housing, membran ultrafiltrasi, unit ultraviolet, serta desinfeksi akhir. Kinerja alat dievaluasi meliputi analisis struktur rangka menggunakan SAP2000, perhitungan debit, kecepatan, kehilangan energi, total dynamic head (TDH), hydraulic retention time (HRT), serta pengujian pH, total dissolved solids (TDS), dan kekeruhan sebelum dan sesudah pengolahan. Prototipe berukuran 100,33 cm × 69,85 cm × 146,05 cm menghasilkan debit rata-rata 972 L/jam, total dynamic head 2,7425 m, dan waktu tinggal hidrolik teoretis 2,10 menit. Pada kondisi pengujian, kekeruhan turun dari 179 NTU menjadi 24 NTU dengan efisiensi 86,59%, sedangkan TDS menurun dari 167 mg/L menjadi 147 mg/L dengan efisiensi 11,98%. Nilai pH berubah dari 6,81 menjadi 6,99. Secara teoretis, debit rata-rata mampu menghasilkan 1500 L dalam 1,54 jam untuk kebutuhan 100 orang. Hasil penelitian dari nilai Ph, TDS, dan kekeruhan dapat memenuhi nilai acuan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023 untuk keperluan higiene sanitasi. Meskipun demikian, air hasil pengolahan belum dapat dinyatakan aman diminum karena parameter mikrobiologi, logam berat, dan parameter kimia lain belum diuji.  
UJI KINERJA DAN EVALUASI KUALITAS AIR HASIL ALAT PENJERNIH AIR PORTABLE Dwi Lastri Utami; Yaumal Arbi
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/j8szsz08

Abstract

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, khususnya pada daerah yang terdampak bencana banjir. Banjir menyebabkan penurunan kualitas air permukaan akibat meningkatnya kandungan padatan tersuspensi, bahan pencemar, dan kontaminan lainnya sehingga air tidak dapat dimanfaatkan secara langsung. Kondisi tersebut menuntut adanya teknologi penjernihan air yang efektif, ekonomis, mudah dioperasikan, serta memiliki mobilitas tinggi untuk mendukung penyediaan air bersih pada kondisi darurat maupun wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat penjernih air portable berbasis pompa listrik dalam meningkatkan kualitas air melalui sistem filtrasi bertingkat yang dikombinasikan dengan proses desinfeksi menggunakan kalsium hipoklorit. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan eksperimen melalui pengujian kualitas air sebelum dan sesudah proses pengolahan. Sistem filtrasi yang diterapkan meliputi saringan awal berbahan Stainless Steel 304 food grade, media pasir silika, pasir mangan, dan karbon aktif, kemudian dilanjutkan dengan proses desinfeksi menggunakan tablet kalsium hipoklorit. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi derajat keasaman (pH), Total Dissolved Solids (TDS), Electrical Conductivity (EC), Oxidation Reduction Potential (ORP), dan kekeruhan (turbidity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH meningkat dari 6,81 menjadi 6,98, nilai TDS menurun dari 167 mg/L menjadi 147 mg/L, nilai ORP meningkat dari 276 mV menjadi 332 mV, sedangkan nilai kekeruhan berkurang dari 179 NTU menjadi 35 NTU dengan efisiensi penyisihan sebesar 80,45%. Selain itu, nilai EC mengalami perubahan setelah proses filtrasi dan desinfeksi yang menunjukkan adanya peningkatan karakteristik kualitas air. Alat yang dikembangkan memiliki kapasitas produksi sebesar 972 L/jam (16,2 L/menit), sehingga mampu menghasilkan air dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan air baku. Berdasarkan hasil tersebut, sistem filtrasi bertingkat yang dipadukan dengan desinfeksi menggunakan kalsium hipoklorit terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas air permukaan dan berpotensi menjadi alternatif penyediaan air bersih yang praktis untuk kondisi darurat maupun daerah dengan akses air bersih yang terbatas.
Pemodelan Genangan Banjir Dengan Menggunakan HEC-RAS Pada Segmen Sungai Batang Toru Tapanuli Selatan Martin Rafael Siregar; Yaumal Arbi
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/h3t24x76

Abstract

Banjir merupakan hasil interaksi antara manusia dan alam serta sistem alam yang muncul dari proses penggunaan lahan untuk berbagai aktivitas. Penerapan pemodelan banjir di Segmen Sungai Batang Toru berdasarkan (HEC-RAS) perlu dilakukan untuk menghasilkan peta genangan, ketinggian muka air, dan prediksi daerah yang terdampak banjir. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan metode pemodelan hidraulik dan bersifat aplikatif dan deskriptif karena menggunakan perangkat lunak HEC-RAS untuk mensimulasikan genangan banjir berdasarkan data hidrologi dan topografi, dengan skenario debit banjir periode ulang 100 tahun dengan simulasi Unsteady Flow, Steady Flow, dan skenario perubahan penggunaan lahan. Dengan hasil Simulasi Unsteady Flow Kala Ulang 100 Tahun Luas area genangan sebesar 55.09 ha Kedalaman maksimum genangan 5.28 m, Simulasi Perubahan Tata Guna Lahan (Unsteady Flow) Luas area genangan sebesar 83.26 ha Kedalaman maksimum genangan 8.13 m, dan Simulasi Steady Flow Luas area genangan sebesar 25.34 ha dari total DAS 1195.42 ha Kedalaman maksimum genangan 3.79 m. Dari hasil tersebut, setiap jenis simulasi menghasilkan luas dan sebaran genangan serta tinggi muka air yang berbeda hal ini disebabakn jenis aliran yang berbeda (Steady Flow dan Unsteady Flow) dan debit yang berubah tiap jamnya, dan validasi model dilakukan dengan membandingkan hasil di HEC-RAS dan kejadian banjir historis, yaitu ketinggian air banjir.