Penelitian ini merancang, membangun, dan mengevaluasi alat penjernih air portable berbasis filtrasi bertingkat untuk mendukung penyediaan air bersih pada keadaan darurat banjir bandang. Penelitian dilakukan melalui eksperimen kuantitatif menggunakan air permukaan dari Batang Kuranji, Kota Padang. Sistem yang dikembangkan terdiri atas pompa listrik, tabung FRP berisi pasir silika dan media mangan, karbon aktif, filter housing, membran ultrafiltrasi, unit ultraviolet, serta desinfeksi akhir. Kinerja alat dievaluasi meliputi analisis struktur rangka menggunakan SAP2000, perhitungan debit, kecepatan, kehilangan energi, total dynamic head (TDH), hydraulic retention time (HRT), serta pengujian pH, total dissolved solids (TDS), dan kekeruhan sebelum dan sesudah pengolahan. Prototipe berukuran 100,33 cm × 69,85 cm × 146,05 cm menghasilkan debit rata-rata 972 L/jam, total dynamic head 2,7425 m, dan waktu tinggal hidrolik teoretis 2,10 menit. Pada kondisi pengujian, kekeruhan turun dari 179 NTU menjadi 24 NTU dengan efisiensi 86,59%, sedangkan TDS menurun dari 167 mg/L menjadi 147 mg/L dengan efisiensi 11,98%. Nilai pH berubah dari 6,81 menjadi 6,99. Secara teoretis, debit rata-rata mampu menghasilkan 1500 L dalam 1,54 jam untuk kebutuhan 100 orang. Hasil penelitian dari nilai Ph, TDS, dan kekeruhan dapat memenuhi nilai acuan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023 untuk keperluan higiene sanitasi. Meskipun demikian, air hasil pengolahan belum dapat dinyatakan aman diminum karena parameter mikrobiologi, logam berat, dan parameter kimia lain belum diuji.
Copyrights © 2026