Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Negeri Padang merupakan bangunan beton bertulang dan atap rangka baja lima lantai dengan tinggi keseluruhan gedung 26,5 m yang berdiri di Kota Padang, salah satu kawasan dengan tingkat seismisitas tertinggi di Indonesia. Gedung ini belum pernah dievaluasi kinerja strukturalnya secara analitis terhadap SNI 1726:2019, sedangkan gedung berstatus kategori risiko IV yang dituntut tetap beroperasi pascagempa. Penelitian ini bertujuan memperoleh kurva kapasitas, titik kinerja, serta level kinerja struktur melalui analisis statik nonlinier pushover menggunakan ETABS, dengan titik kinerja ditentukan memakai metode FEMA 440 Equivalent Linearization dan level kinerja dinilai berdasarkan batas simpangan ATC-40. Struktur dimodelkan sebagai Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (R = 8; Ie = 1,5) pada kelas situs SD dengan Ss = 1,42 g dan S1 = 0,6 g. Hasil analisis menunjukkan kapasitas puncak arah X sebesar 65.618,36 kN pada perpindahan atap 200,73 mm dan arah Y sebesar 40.821,04 kN pada 284,02 mm. Titik kinerja tercapai pada gaya geser 49.511,75 kN dengan perpindahan 113,35 mm untuk arah X, serta 36.906,26 kN dengan perpindahan 243,21 mm untuk arah Y. Rasio simpangan total pada titik kinerja sebesar 0,43% arah X dan 0,92% arah Y, keduanya di bawah batas 1,0% ATC-40, tetapi rasio simpangan inelastis arah Y sebesar 0,60% melampaui batas 0,5% sehingga arah Y tergolong kategori Damage Control. Faktor kuat lebih aktual 5,06 dan 3,15 menunjukkan cadangan kekuatan memadai, namun distribusi sendi plastis global menunjukkan mekanisme strong column weak beam belum sepenuhnya tercapai karena sendi tetap didominasi elemen kolom, sementara simpangan antarlantai elastis pada seluruh lantai kedua arah turut melampaui batas izin SNI 1726:2019.