Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pola Asuh Orang Tua Dan Validasi Sosial Terhadap Kecenderungan Narsistik: Sebuah Tinjauan Literatur Monika Elkana Lumban Tobing; Meutia Nauly; Filia Dina Anggraeni
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 01: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i01.9787

Abstract

Literature review ini bertujuan untuk mengkaji peran pengalaman pengasuhan orang tua dan validasi sosial terhadap kecenderungan narsistik pada individu. Penelitian ini menggunakan metode literature review deskriptif dengan pendekatan naratif. Artikel diperoleh melalui pencarian pada Google Scholar, Portal Garuda, SINTA, Semantic Scholar, dan PubMed Central menggunakan kata kunci yang relevan. Proses seleksi dilakukan melalui identifikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta penelaahan teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan membahas pengalaman pengasuhan, validasi sosial, serta kecenderungan narsistik. Sebanyak 22 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua khususnya pola otoriter, permisif dan overvaluing, berkontribusi signifikan terhadap pembentukan kecenderungan narsistik pada anak dan remaja. Overvaluation orang tua dan pujian berlebihan berkorelasi positif dengan narsisme grandiosa, sementara pengasuhan yang dingin atau penolakan berkorelasi dengan narsisme rentan. Validasi sosial, khususnya melalui media digital, memperkuat perilaku narsistik dengan menyediakan mekanisme persetujuan internal yang menggantikan regulasi diri internal yang sehat. Kombinasi antara pengalaman pengasuhan yang tidak memadai dan kebutuhan akan validasi sosial di era digital menciptakan faktor risiko berlapis bagi perkembangan kepribadian narsistik. Temuan ini menegaskan pentingnya psikoedukasi orang tua, literasi digital, dan intervensi psikologis sebagai upaya pencegahan kecenderungan narsistik