Jalur khusus sepeda merupakan salah satu fasilitas transportasi ramah lingkungan yang mendukung mobilitas berkelanjutan di kawasan perkotaan dan berpotensi meningkatkan daya tarik pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan jalur khusus sepeda pada kawasan Pandanaran–Simpang Lima Kota Semarang serta menilai pengaruhnya terhadap pengembangan pariwisata kota. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Bicycle Level of Service (BLOS). Parameter yang dianalisis meliputi lebar jalur sepeda, kondisi permukaan perkerasan (PC), faktor volume lalu lintas (Fv), faktor kecepatan kendaraan (Fs), dan faktor potongan melintang (Fw). Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, dokumentasi, serta data sekunder dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata BLOS pada ruas Jalan Pandanaran–Simpang Lima sebesar 3,39, yang termasuk dalam kategori C. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat pelayanan jalur sepeda tergolong kurang efektif dan kurang aman untuk pesepeda, baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Kondisi tersebut disebabkan oleh tingginya volume kendaraan bermotor, minimnya pembatas fisik antara jalur sepeda dan kendaraan umum, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti penerangan, rambu, dan area istirahat. Meskipun demikian, keberadaan jalur sepeda tetap memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas wisata perkotaan apabila dilakukan perbaikan infrastruktur dan manajemen lalu lintas secara menyeluruh. Dengan demikian, peningkatan kualitas jalur sepeda di kawasan Pandanaran–Simpang Lima perlu menjadi perhatian utama pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi pengembangan transportasi berkelanjutan dan promosi pariwisata ramah lingkungan di Kota Semarang.