Indra Indra
Program Studi S1 Farmasi Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Formulasi Emulgel Topikal Berbasis Minyak Zaitun: Peran Gelling Agent terhadap Viskositas, pH, Daya Sebar, dan Keamanan Lely Oktavia; Rika Yulianti; Firman Gustaman; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1614

Abstract

ABSTRAKMinyak zaitun dikenal luas sebagai bahan aktif alami yang efektif dalam sediaan topikal karena sifat antioksidan, antiinflamasi, dan emoliennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga jenis gelling agent—Natrium Karboksimetilselulosa, Viscolam®, dan karbomer—terhadap stabilitas fisik, keamanan, dan preferensi pengguna terhadap emulgel minyak zaitun. Emulgel diformulasikan dalam tiga variasi, kemudian dievaluasi melalui uji pH, viskositas, daya sebar, organoleptik, cycling test, uji iritasi pada hewan, dan uji hedonik pada panelis manusia. Hasil menunjukkan bahwa formula dengan basis Natrium Karboksimetilselulosa memiliki viskositas tertinggi dan kestabilan pH optimal, namun daya sebarnya paling rendah. Formula dengan Viscolam® menunjukkan daya sebar terbaik, viskositas rendah, serta skor tertinggi dalam uji hedonik, menandakan kenyamanan penggunaan yang lebih baik. Formula karbomer menunjukkan stabilitas yang cukup baik secara keseluruhan. Semua formula dinyatakan aman karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit hewan uji. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan gelling agent dalam pengembangan emulgel berbasis minyak zaitun yang optimal dan diterima pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sediaan topikal berbahan alami yang lebih efektif, stabil, dan nyaman digunakan.Kata Kunci : emulgel, minyak zaitun, gelling agent, stabilitas fisik, uji hedonik
Development and Characterization of Effervescent Granules Containing Cinnamomum burmanii Ethanolic Extract with Potent Antioxidant Activity Rima Rahmawati; Rika Yulianti; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1805

Abstract

The study aimed to develop effervescent granules containing Cinnamomum burmanii extract with strong antioxidant activity, good physicochemical stability, and consumer acceptability. Ethanolic extraction was employed to maximize the recovery of phenolic and flavonoid compounds, followed by formulation through controlled wet granulation using citric acid, tartaric acid, sodium bicarbonate, polyvinylpyrrolidone, and aspartame. The resulting extract showed potent antioxidant capacity with an IC₅₀ of 7.82 ppm, indicating high radical-scavenging activity. Three formulations (F1–F3) were evaluated for physical properties, dissolution, pH, and sensory characteristics. The optimized formulation (F3) demonstrated rapid effervescence (<3 minutes), suitable acidity (pH 3.7–4.2), low moisture content (<5%), and strong consumer acceptance. Although antioxidant activity slightly decreased after granulation (IC₅₀ ≈ 69 ppm), the product maintained significant efficacy and stability. These results confirm that ethanol extraction combined with optimized wet granulation effectively produces a stable, functional, and palatable herbal effervescent formulation. The study establishes a scientific basis for converting C. burmanii into a modern nutraceutical product and supports its potential application in antioxidant beverages. Future work should explore bioavailability enhancement and synergistic formulations with other botanical extracts to maximize therapeutic value and product performance.
Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Tenaga Farmasi Mengenai Penetapan Beyond-Use Date Pada Sediaan Non-Steril Di Apotek Komunitas Riko Meylansyah; Winda Trisna Wulandari; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1941

Abstract

Penetapan Beyond-Use Date (BUD) pada sediaan non-steril merupakan bagian penting dalam pelayanan kefarmasian untuk menjamin mutu sediaan obat dan keselamatan pasien. Ketepatan penetapan BUD dipengaruhi oleh pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi sebagai pelaksana pelayanan di apotek komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi mengenai penetapan BUD pada sediaan non-steril serta menggambarkan kesiapan implementasi BUD di apotek komunitas. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 tenaga farmasi yang terdiri atas apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan TTK (60,0%) dengan pengalaman kerja 1–3 tahun (43,3%). Seluruh responden belum pernah mengikuti pelatihan BUD dalam satu tahun terakhir, meskipun hampir seluruh apotek telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait BUD (96,7%). United States Pharmacopeia (USP) merupakan sumber rujukan yang paling banyak digunakan dalam penetapan BUD (63,3%). Analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan bermakna antara pengetahuan dan persepsi tenaga farmasi mengenai penetapan BUD (r = 0,369; p = 0,045). Peningkatan pengetahuan melalui pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat persepsi serta mendukung implementasi BUD yang lebih konsisten pada pelayanan kefarmasian di apotek komunitas.