Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review artikel Efektivitas Arang Aktif Tanaman Sebagai Adsorben Limbah Farmasi: Effectiveness of Plant Activated Charcoal as Pharmaceutical Waste Adsorbent Taufik Hidayat; Gatut Ari Wardani; Salsabila Putri Awalia Rahmat; Dandi Ardiansyah; Widya Puspitasari; Fauzan Khoeruman Nur; Vinka Fitria Rohganala
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1644

Abstract

ABSTRAKPeningkatan konsumsi obat-obatan dan aktivitas industri farmasi telah menyebabkan akumulasi limbah farmasi yang signifikan, yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Adsorpsi menggunakan arang aktif berbasis tumbuhan merupakan salah satu metode yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini merupakan narrative review yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas arang aktif dari berbagai biomassa tumbuhan sebagai adsorben limbah farmasi. Data diperoleh melalui pencarian literatur di basis data Google Scholar dan ScienceDirect, dengan kata kunci yang relevan. Sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis berdasarkan bahan baku, metode sintesis, karakteristik arang aktif, serta efisiensi penghilangan berbagai senyawa farmasi. Hasil menunjukkan bahwa arang aktif dari bahan seperti biji labu, kulit kacang tanah, kulit pisang, dan daun teh memiliki luas permukaan yang tinggi serta kapasitas adsorpsi maksimum yang bervariasi, dengan efisiensi penghilangan mencapai lebih dari 90% pada kondisi optimal. Teknik aktivasi kimia menggunakan KOH atau H₃PO₄, serta modifikasi enzimatik seperti imobilisasi laccase, terbukti mampu meningkatkan kinerja adsorpsi. Dengan karakteristik yang ekonomis, berkelanjutan, dan efisien, arang aktif berbasis tumbuhan memiliki potensi besar sebagai teknologi pengolahan limbah farmasi di masa depan.Kata Kunci : Arang Aktif, Adsorben, Limbah Farmasi
Formulasi dan Karakterisasi Buccal Film Mengandung Nanoemulsi Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata.L) sebagai Antidiabetes Yayang Nur Fadilah; Lusi Nurdianti; Agus Sutiawan; Dandi Ardiansyah; Puput Resti Puspita; Syifa Mustafidah; Fajar Setiawan
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v17i1.43103

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 menjadi tantangan kesehatan global yang membutuhkan terapi efektif dan aman. Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dipilih karena kandungan flavonoid, fenol, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antidiabetes serta memiliki aktivitas antioksidan kuat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi karakteristik buccal film yang mengandung nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh sebagai alternatif penghantaran obat antidiabetes. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% karena pelarut ini efektif mengekstraksi senyawa polar seperti flavonoid dan memberikan rendemen ekstrak yang optimal. Nanoemulsi dibuat dengan metode emulsifikasi spontan karena metode ini sederhana, murah, dan menghasilkan ukuran droplet nano yang stabil serta cepat terbentuk dalam media air, sehingga cocok untuk sistem penghantaran obat. Evaluasi karakteristik meliputi organoleptik, pH, ukuran globul, indeks polidispersitas, zeta potensial, viskositas, ketebalan, keseragaman bobot, daya tahan lipat, dan pH permukaan. Hasil menunjukkan ukuran globul nanoemulsi terbaik 22,06 nm, indeks polidispersitas 0,20, zeta potensial -7,30 mV, serta pH film 6,63–7,0, ketebalan 0,06–0,13 mm, dan daya tahan lipat lebih dari 300 kali, menandakan stabilitas dan fleksibilitas yang baik. Uji aktivitas antidiabetes pada mencit menunjukkan penurunan kadar gula darah signifikan dengan efektivitas sebanding kontrol positif. Penurunan glukosa darah didukung oleh kandungan flavonoid yang meningkatkan sekresi insulin, pengambilan glukosa di jaringan, dan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Formulasi buccal film nanoemulsi ekstrak daun kirinyuh berpotensi sebagai sistem penghantaran obat antidiabetes yang efektif, stabil, dan mudah digunakan. Potensi aplikasi lebih lanjut meliputi pengembangan dosis optimal dan uji klinis untuk evaluasi efektivitas dan keamanan pada manusia.