Jufri Febriyanto Poetra
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KORELASI KADAR HEMOGLOBIN DAN KAPASITAS VO2 MAX PADA INDIVIDU AKTIF BERLATIH DI KOMUNITAS LARI BINJAS KODIM 1304 KOTA GORONTALO Wahyu Saputra; Sri Manovita Pateda; Jufri Febriyanto Poetra; Yuniarti Antu; Muchtar Nora Ismail Siregar
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36129

Abstract

VO2 Max merupakan indikator utama kebugaran kardiorespirasi yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam memanfaatkan oksigen secara maksimal selama aktivitas fisik intens. Kapasitas ini berkaitan erat dengan peran hemoglobin sebagai komponen pengangkut oksigen dalam darah, sehingga kadar hemoglobin diduga berpengaruh terhadap kemampuan aerobik. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan mengkaji hubungan kadar hemoglobin dan VO2 Max pada komunitas lari non-atlet dengan latihan terstruktur sebagai persiapan seleksi kedinasan, yaitu kelompok transisi yang masih terbatas dikaji dibandingkan atlet profesional maupun populasi umum. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 anggota komunitas lari Binjas Kodim 1304 Kota Gorontalo yang dipilih melalui metode total sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hb meter, sedangkan VO2 Max dinilai melalui Multistage Fitness Test (Beep Test). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,8% responden memiliki kadar hemoglobin normal dan 62,5% memiliki VO2 Max dengan kategori baik. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dan kapasitas VO2 Max (p value = 0,018). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin yang normal berhubungan signifikan dengan kapasitas VO2 Max yang lebih baik, yang menegaskan peran penting hemoglobin dalam mendukung efisiensi transport oksigen dan kebugaran aerobik pada individu aktif berlatih non-atlet.
KORELASI PERAN VARIABILITAS TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KEKUATAN MENGGENGGAM PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Chairul Abdul Jamal Ghazali Tome; Jufri Febriyanto Poetra; Sri Manovita Pateda; Nanang Roswita Paramata; Yuniarty Antu
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36157

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama mortalitas global, sehingga diperlukan indikator fungsional yang sensitif untuk deteksi dini risiko. Kekuatan menggenggam (handgrip strength/HGS) telah diakui sebagai biomarker kesehatan kardiovaskular, namun peran variabilitas tekanan darah (blood pressure variability/BPV) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap HGS pada dewasa muda masih belum jelas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan regresi kuantil untuk mengungkap efek dan interaksi SBPV–IMT pada berbagai tingkat distribusi HGS yang tidak terdeteksi melalui regresi linear konvensional. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 132 mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak 53,8% responden berada pada kategori pre-hipertensi dengan rata-rata SBPV 4,65%, dan 48,5% memiliki status gizi berlebih. Ratarata HGS tercatat 29,04 kg. Analisis bivariat menunjukkan korelasi negatif signifikan antara SBPV dan HGS (r = –0,209; p = 0,016) serta korelasi positif antara IMT dan HGS (r = 0,280; p = 0,001). Regresi kuantil mengungkap interaksi negatif signifikan IMT–SBPV hanya pada kuantil HGS terendah (τ = 0,25; p = 0,050). Temuan ini menunjukkan bahwa instabilitas hemodinamik melemahkan kekuatan otot pada individu dengan kapasitas otot rendah.