Yuniarty Antu
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KORELASI PERAN VARIABILITAS TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KEKUATAN MENGGENGGAM PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Chairul Abdul Jamal Ghazali Tome; Jufri Febriyanto Poetra; Sri Manovita Pateda; Nanang Roswita Paramata; Yuniarty Antu
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36157

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama mortalitas global, sehingga diperlukan indikator fungsional yang sensitif untuk deteksi dini risiko. Kekuatan menggenggam (handgrip strength/HGS) telah diakui sebagai biomarker kesehatan kardiovaskular, namun peran variabilitas tekanan darah (blood pressure variability/BPV) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap HGS pada dewasa muda masih belum jelas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan regresi kuantil untuk mengungkap efek dan interaksi SBPV–IMT pada berbagai tingkat distribusi HGS yang tidak terdeteksi melalui regresi linear konvensional. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 132 mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak 53,8% responden berada pada kategori pre-hipertensi dengan rata-rata SBPV 4,65%, dan 48,5% memiliki status gizi berlebih. Ratarata HGS tercatat 29,04 kg. Analisis bivariat menunjukkan korelasi negatif signifikan antara SBPV dan HGS (r = –0,209; p = 0,016) serta korelasi positif antara IMT dan HGS (r = 0,280; p = 0,001). Regresi kuantil mengungkap interaksi negatif signifikan IMT–SBPV hanya pada kuantil HGS terendah (τ = 0,25; p = 0,050). Temuan ini menunjukkan bahwa instabilitas hemodinamik melemahkan kekuatan otot pada individu dengan kapasitas otot rendah.
PERAN UREUM DAN EGFR DALAM MENENTUKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK NON-DIALISIS Ariel Adyatma Budiono; Yuniarty Antu; Sitti Rahma; Ivan Virnanda Amu; Richard Arie Monoarfa
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37005

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan sering disertai anemia sebagai komplikasi utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar ureum dan eGFR dengan kadar hemoglobin pada pasien PGK non-dialisis di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang retrospektif berdasarkan data rekam medis tahun 2024. Sampel sebanyak 52 pasien diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov serta uji korelasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan ureum dan eGFR berbasis formula CKD-EPI 2021 dalam hubungannya dengan hemoglobin pada populasi PGK non-dialisis di tingkat rumah sakit daerah yang masih terbatas diteliti. Hasil menunjukkan seluruh pasien memiliki ureum tinggi, eGFR rendah, dan hemoglobin di bawah normal. Terdapat hubungan bermakna antara ureum dan hemoglobin (arah negatif) serta eGFR dan hemoglobin (arah positif). Disimpulkan bahwa peningkatan ureum dan penurunan eGFR berhubungan dengan rendahnya kadar hemoglobin. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan anemia bersamaan dengan fungsi ginjal dalam pengelolaan PGK non-dialisis.