Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH OUTBOUND TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA Hasna Uzzakiyah; Faza Maulida; Rinda Kumala Wati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8330

Abstract

The contemporary workplace faces increasing challenges in recruiting candidates who possess not only strong academic qualifications but also adequate interpersonal competencies. One essential competency is interpersonal communication, which plays a crucial role in enhancing work effectiveness, collaboration, and professional readiness. This study aims to examine the effectiveness of an experiential learning-based outbound training program in improving interpersonal communication skills among professional psychology students. The research employed a one-group pretest–posttest quasi-experimental design without a control group, involving 35 first-semester students enrolled in a professional psychology program, selected through purposive sampling. The intervention was conducted over six hours in three structured sessions targeting openness, empathy, positive attitudes, equality, and social support. Data were analyzed using a paired sample t-test to examine differences before and after the intervention. The results indicated a significant improvement in interpersonal communication skills following the training, t(34) = -3.28, p = 0.001, with a medium effect size (Cohen’s d = 0.55). These findings demonstrate that experiential learning-based outbound training is effective in enhancing students’ interpersonal communication skills. Theoretically, this study strengthens the application of experiential learning models in soft skills development within higher education. Practically, it provides recommendations for educational institutions to integrate experience-based learning methods into student competency development programs. ABSTRAK Dunia kerja dihadapkan pada tantangan untuk memperoleh kandidat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi interpersonal yang memadai. Salah satu kompetensi penting adalah kemampuan komunikasi interpersonal yang berperan dalam meningkatkan efektivitas kerja, kolaborasi, dan kesiapan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan outbound berbasis experiential learning dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa profesi psikolog. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental one-group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol dengan melibatkan 35 mahasiswa semester pertama pendidikan profesi psikolog yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi dilaksanakan selama enam jam dalam tiga sesi terstruktur yang menargetkan aspek keterbukaan, empati, sikap positif, kesetaraan, dan dukungan sosial. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test untuk menguji perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan komunikasi interpersonal setelah pelatihan, t(34) = -3.28, p = 0.001, dengan ukuran efek sedang (Cohen’s d = 0.55). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan outbound berbasis experiential learning efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat penerapan model experiential learning dalam pengembangan soft skills di pendidikan tinggi, serta secara praktis memberikan rekomendasi bagi institusi pendidikan untuk mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis pengalaman dalam program pengembangan kompetensi mahasiswa.
EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIORAL GROUP THERAPY DALAM MENURUNKAN PSYCHOLOGICAL DISTRESS PADA GURU TK ABA X Faza Maulida; Rinda Kumala Wati; Hasna Uzzakiyah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.14620

Abstract

ABSTRACT High administrative burdens, classroom management demands, and elevated expectations from institutions and parents frequently trigger psychological distress among early childhood educators. Left unaddressed, this emotional tension can diminish work productivity, impair instructional quality, and compromise teachers' overall psychological well-being. This study aimed to examine the effectiveness of Cognitive Behavioral Group Therapy (CBGT) in reducing psychological distress among teachers at TK ABA X Yogyakarta. A quasi-experimental approach utilizing a one-group pretest-posttest design was conducted with eight teachers (N = 8) selected through purposive sampling based on initial anxiety and work stress criteria. The intervention unfolded across six group sessions focusing on identifying cognitive distortions, cognitive restructuring, emotional regulation training, and adaptive coping cultivation. Score differences before and after the intervention were evaluated using a paired sample t-test. The analysis revealed a significant reduction in psychological distress (t(7) = 10.20; p < .001) with a substantial effect size (Cohen's d = 3.60). These findings demonstrate that group-based cognitive restructuring effectively helps teachers reframe threat perceptions, mitigate emotional isolation through social support, and bolster psychological resilience to foster a supportive learning environment. ABSTRAK Beban kerja administrasi yang tinggi, tuntutan pengelolaan dinamika kelas, serta tingginya ekspektasi institusi dan orang tua murid kerap memicu psychological distress pada pendidik anak usia dini. Kondisi ketegangan emosional yang tidak tertangani ini berpotensi menurunkan produktivitas kerja, mengganggu kualitas interaksi mengajar, hingga memperburuk kesejahteraan psikologis guru secara personal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Cognitive Behavioral Group Therapy (CBGT) dalam mereduksi psychological distress pada guru TK ABA X Kota Yogyakarta. Metode kuasi-eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest design diterapkan pada delapan guru (N = 8) yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tingkat kecemasan dan stres kerja awal. Rangkaian intervensi diselenggarakan secara berkelompok selama enam sesi yang berfokus pada identifikasi distorsi berpikir, proses restrukturisasi kognitif, pelatihan regulasi emosi, serta pembentukan strategi koping adaptif. Perubahan skor sebelum dan sesudah intervensi dievaluasi menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan ketegangan psikologis yang sangat signifikan (t(7) = 10,20; p < 0,001) dengan besaran efek yang sangat kuat (Cohen’s d = 3,60). Temuan ini membuktikan bahwa rekonstruksi pola kognitif berbasis kelompok efektif membantu guru mengurai persepsi ancaman, mengikis perasaan terisolasi melalui dukungan sosial, serta memperkuat ketahanan emosional demi terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif di sekolah.