Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan UMKM kuliner: pendekatan finansial, branding product, dan CSR Gea Dwi Asmara; Rahmat Saleh; Muhammad Safar Nasir; Rinda Kumala Wati; Agus Salim; Indanazulfa Qurrota A'yun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31462

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner memegang peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan usahanya, termasuk akses permodalan, keterbatasan pemasaran digital, serta rendahnya kesadaran akan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Warung Sate Kambing Pakdhe, yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu UMKM yang mengalami ketiga permasalahan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui tiga pendekatan utama, yaitu: sosialisasi akses permodalan usaha bagi UMKM, pendampingan digital marketing dengan fokus pada pengelolaan media sosial Instagram, serta pelatihan dan praktik langsung pengelolaan sampah organik melalui metode biopori. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan terstruktur melalui beberapa tahapan: survey awal untuk mengidentifikasi masalah, serta pendampingan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam ketiga aspek tersebut. Pendekatan terintegratif ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha mitra serta mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Kata kunci: akses modal usaha; digital marketing; pengelolaan limbah; UMKM kuliner. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector play an important role in supporting the national economy. However, many MSME players still face various challenges in developing their businesses, including limited access to capital, inadequate digital marketing, and low awareness of sustainable waste management. Warung Sate Kambing Pakdhe, located in Bantul, Yogyakarta, is one of the MSMEs experiencing these three problems. This Community Service activity aims to provide solutions through three main approaches: socialization of access to business capital for MSMEs, digital marketing assistance with a focus on Instagram social media management, and training and hands-on practice of organic waste management through the biopore method. This community service programme employs a structured approach through several stages: an initial survey to identify problems, as well as assistance with pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in all three aspects. This integrated approach is expected to enhance the business capacity of partners and foster more sustainable, socially responsible, and environmentally responsible business growth. Keywords: access to business capital; digital marketing; waste management; culinary MSMEs.
Edukasi Manajemen Rumah Tangga dalam Program Sekolah Perempuan di Desa Temuwuh Kecamatan Bantul Rifan Dwitya Suratman; Rinda Kumala Wati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10659

Abstract

Program "Sekolah Perempuan Poetri Mardika" ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen rumah tangga bagi ibu-ibu di Desa Temuwuh, sebagai respons terhadap tantangan seperti rendahnya tingkat pendidikan dan risiko konflik keluarga. Pengabdian yang merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPKO) BEM Psikologi UAD ini menyasar 40 ibu rumah tangga. Metode kegiatan dilaksanakan dalam tiga sesi: ceramah, roleplay kasus, dan Focus Group Discussion (FGD). Materi utama mencakup empat aspek: keseimbangan peran domestik, strategi manajemen konflik, pencegahan KDRT, dan manajemen keuangan keluarga . Efektivitas program diukur menggunakan desain one-group pretest-posttest. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Nilai rata-rata pretest peserta (80,1) meningkat menjadi 90,5 pada posttest. Uji Wilcoxon juga mengonfirmasi perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Program ini berhasil berkontribusi pada pemberdayaan perempuan, menjadikan mereka lebih kompeten dalam mengelola dinamika keluarga dan menciptakan rumah tangga yang harmonis.
PENGARUH OUTBOUND TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA Hasna Uzzakiyah; Faza Maulida; Rinda Kumala Wati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8330

Abstract

The contemporary workplace faces increasing challenges in recruiting candidates who possess not only strong academic qualifications but also adequate interpersonal competencies. One essential competency is interpersonal communication, which plays a crucial role in enhancing work effectiveness, collaboration, and professional readiness. This study aims to examine the effectiveness of an experiential learning-based outbound training program in improving interpersonal communication skills among professional psychology students. The research employed a one-group pretest–posttest quasi-experimental design without a control group, involving 35 first-semester students enrolled in a professional psychology program, selected through purposive sampling. The intervention was conducted over six hours in three structured sessions targeting openness, empathy, positive attitudes, equality, and social support. Data were analyzed using a paired sample t-test to examine differences before and after the intervention. The results indicated a significant improvement in interpersonal communication skills following the training, t(34) = -3.28, p = 0.001, with a medium effect size (Cohen’s d = 0.55). These findings demonstrate that experiential learning-based outbound training is effective in enhancing students’ interpersonal communication skills. Theoretically, this study strengthens the application of experiential learning models in soft skills development within higher education. Practically, it provides recommendations for educational institutions to integrate experience-based learning methods into student competency development programs. ABSTRAK Dunia kerja dihadapkan pada tantangan untuk memperoleh kandidat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi interpersonal yang memadai. Salah satu kompetensi penting adalah kemampuan komunikasi interpersonal yang berperan dalam meningkatkan efektivitas kerja, kolaborasi, dan kesiapan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan outbound berbasis experiential learning dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa profesi psikolog. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental one-group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol dengan melibatkan 35 mahasiswa semester pertama pendidikan profesi psikolog yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi dilaksanakan selama enam jam dalam tiga sesi terstruktur yang menargetkan aspek keterbukaan, empati, sikap positif, kesetaraan, dan dukungan sosial. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test untuk menguji perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan komunikasi interpersonal setelah pelatihan, t(34) = -3.28, p = 0.001, dengan ukuran efek sedang (Cohen’s d = 0.55). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan outbound berbasis experiential learning efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat penerapan model experiential learning dalam pengembangan soft skills di pendidikan tinggi, serta secara praktis memberikan rekomendasi bagi institusi pendidikan untuk mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis pengalaman dalam program pengembangan kompetensi mahasiswa.