Rifqi Aisy Ananda
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU MEROKOK DIMEDIASI OLEH SELF EFFICACY PADA MAHASISWA UNIVERSITAS X MUHAMMADIYAH DI YOGYAKARTA Rifqi Aisy Ananda; Zahro Varisna Rohmadani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.8628

Abstract

ABSTRACT Smoking behavior continues to represent a critical public health concern, including among university students who are generally expected to demonstrate adequate health awareness and self-regulation capacities. Beyond social environmental influences, smoking behavior is also shaped by internal psychological factors, particularly self-control and self-efficacy. Influenced by internal psychological factors, especially self-control and self-efficacy, this study aimed to investigate the role of self-efficacy as a mediator in the relationship between self-control and smoking behavior among Muslim student smokers at Universitas X Muhammadiyah Yogyakarta. A quantitative method with a correlational design was applied. The study involved 97 active student smokers, recruited through purposive sampling. Data were gathered online using self-control, self-efficacy, and smoking behavior scales, each structured with a four-point Likert format and confirmed to meet standards of validity and reliability. The mediation analysis was performed using PROCESS Macro Model 4 in SPSS with a 0.05 significance threshold. The results indicated that self-control exerted a significant negative impact on smoking behavior while also having a significant positive influence on self-efficacy. In addition, self-efficacy was found to have a significant negative effect on smoking behavior and to function as a partial mediator in the relationship between self-control and smoking behavior. These results indicate that self-regulation mechanisms operating through enhanced self-efficacy play a crucial role in explaining smoking behavior among university students. Accordingly, this study provides empirical support for the development of psychological health behavior models and offers a foundation for designing smoking prevention interventions that emphasize strengthening self-control and self-efficacy. ABSTRAK Perilaku merokok masih menjadi persoalan krusial dalam ranah kesehatan masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa yang secara ideal diharapkan memiliki kesadaran kesehatan dan kemampuan regulasi diri yang memadai. Selain pengaruh lingkungan sosial, perilaku merokok juga dipengaruhi oleh faktor psikologis internal, khususnya kontrol diri dan self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran self-efficacy sebagai variabel mediator dalam hubungan antara kontrol diri dan perilaku merokok pada mahasiswa muslim perokok di Universitas X Muhammadiyah Yogyakarta. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian terdiri dari 97 mahasiswa perokok aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan instrumen berupa skala kontrol diri, skala self-efficacy, dan skala perilaku merokok, yang disusun dalam format Likert empat poin dan telah memenuhi standar validitas serta reliabilitas. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis mediasi melalui PROCESS Macro Model 4 pada perangkat lunak SPSS, dengan tingkat signifikansi ditetapkan sebesar 0,05. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kontrol diri berpengaruh negatif secara signifikan terhadap perilaku merokok dan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap self-efficacy. Selain itu, self-efficacy terbukti memiliki efek negatif yang signifikan terhadap perilaku merokok sekaligus berfungsi sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kontrol diri dan perilaku merokok. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan mekanisme regulasi diri melalui peningkatan self-efficacy memiliki peran penting dalam menjelaskan perilaku merokok pada mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan model psikologis perilaku kesehatan serta menjadi dasar bagi perancangan intervensi pencegahan perilaku merokok yang berfokus pada peningkatan kontrol diri dan self-efficacy.