Wiwy Triyanty Pulukadang
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIPBOOK MATERI ASAL USUL NENEK MOYANG ORANG GORONTALO KELAS IV SD Miqdad Duawulu; Wiwy Triyanty Pulukadang; Rusmin Husain; Fidyawati Monoarfa; Sukri Katili
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9606

Abstract

This study was motivated by the limitations of Indonesian language teaching materials in elementary schools, which are still conventional and do not optimize digital technology. The focus of this study is the low level of student engagement and motivation in learning local history narrative material because learning resources are limited to printed textbooks without interactive media variations. The purpose of this study is to develop a Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors for fourth-grade students at SDN 19 Limboto. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes five important stages: needs analysis, product design using Canva and Heyzine, product development through expert validation, implementation on 23 students, and final evaluation. Data collection instruments included validation sheets and response questionnaires for teachers and students. The results showed that expert validation of the material, language, and media gave an average score of 92.91%, which is categorized as “Very Suitable.” In the practicality test, 96.87% of teachers and 96.71% of students responded that it was “Very Practical.” The main conclusion of this study is that the Flipbook-based E-Module on the Origin of the Gorontalo Ancestors has been tested for feasibility and practicality, making it highly relevant for use as an innovative learning medium to improve the quality of literacy based on local wisdom in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar yang masih bersifat konvensional dan belum mengoptimalkan teknologi digital. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa pada materi narasi sejarah lokal karena sumber belajar yang hanya terpaku pada buku teks cetak tanpa variasi media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Modul berbasis Flipbook pada materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo untuk siswa kelas IV SDN 19 Limboto. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahapan penting: analisis kebutuhan, perancangan produk menggunakan Canva dan Heyzine, pengembangan produk melalui validasi ahli, implementasi pada 23 siswa, serta evaluasi akhir. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi, bahasa dan media memberikan nilai rata-rata 92,91% dengan kategori "Sangat Layak". Pada uji kepraktisan, diperoleh persentase sebesar 96,87% dari respon guru dan 96,71% dari respon siswa, yang keduanya termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Simpulan utama penelitian ini adalah E-Modul berbasis Flipbook materi Asal Usul Nenek Moyang Orang Gorontalo telah teruji kelayakan dan kepraktisannya, sehingga sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas literasi berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.    
MENINGKATKAN KREATIVITAS KARYA SENI 3 DIMENSI MELALUI MODEL PjBL PADA SISWA KELAS IV Jihan Larasati Budiman; Wiwy Triyanty Pulukadang; Sukri Katili; Mimy Astuty Pulukadang; Rustam I Husain
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8926

Abstract

Fine arts learning in elementary schools often faces obstacles in fostering student creativity, as found at SDN 7 Tapa, Bone Bolango Regency, which showed the low ability of fourth-grade students in creating 3-dimensional artworks due to the lack of variety in teaching methods and technical understanding. This study aims to address this problem by improving student creativity through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 18 students as research subjects carried out in two cycles, including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was carried out comprehensively through observation, interviews, performance tests, and documentation. The research findings showed a significant and consistent trend of increasing results; in cycle I, the percentage of students who were able to create increased from 6% in the first meeting to 33% in the second meeting. A more optimal increase was recorded in cycle II, where the success rate moved from 67% to finally reaching 78% in the final meeting. This achievement has clearly exceeded the established success indicators, so it can be concluded that the implementation of the PjBL model has proven effective in facilitating students to explore ideas and improve their technical skills and creativity in producing 3-dimensional works of art. ABSTRAK Pembelajaran seni rupa di sekolah dasar seringkali menghadapi kendala dalam menumbuhkan kreativitas siswa, sebagaimana temuan di SDN 7 Tapa Kabupaten Bone Bolango yang menunjukkan rendahnya kemampuan siswa kelas IV dalam membuat karya seni 3 dimensi akibat minimnya variasi metode pengajaran dan pemahaman teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kreativitas siswa melalui implementasi model Project Based Learning (PjBL). Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 18 siswa sebagai subjek penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi, wawancara, tes kinerja, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan hasil yang signifikan dan konsisten; pada siklus I, persentase siswa yang mampu berkreasi meningkat dari 6% pada pertemuan pertama menjadi 33% pada pertemuan kedua. Peningkatan yang lebih optimal tercatat pada siklus II, di mana tingkat keberhasilan bergerak dari 67% hingga akhirnya mencapai 78% pada pertemuan terakhir. Capaian ini secara nyata telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL terbukti efektif dalam memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide dan meningkatkan keterampilan teknis serta kreativitas mereka dalam menghasilkan karya seni 3 dimensi.