Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERUBAHAN MUSIK TRADISI GORONTALO: GAMBUS DAN POLOPALO MENJADI TIPOTUMBA Mimy Astuty Pulukadang
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.835 KB) | DOI: 10.33153/dewaruci.v6i1.855

Abstract

Tradition art as medium to get society’s expression had experienced a lot of change according to support the creativity of society. Based on creativity on tradition art force this has humanitarianism point in supporting society’s life. It supported tradition form medley. Tradition music usually was engaged region, society appetite, trust, tradition and style. Archipelago music history notes to mark sense changing appetite and because of function politics social change. Changing it most verily constitute influence of artistry the world and education knowledge. Its attending is that phenomena, bearing idea Gorontalo’s artist to give aesthetic touch to its tradition music because archipelago music diversity can’t divorce from artists creative job it. Gorontalo’s artist tries to poor idea to merge music Gambus is traditional and Polopalo as Tipotumba without leave traditional methods. Changed process that covers to form, function, and music meaning Tipotumba looked on can represent kawula’s distortion young of extern culture that progressively on familiar term with their life. This research utilize fenomenologi’s approaching because is seen according to study object, concerning with happening phenomenon on Gorontalo’s society. Downloading to look for a variety source which is lionized deep observational covers studi is library, observation, and interview.Music Tipotumba be not simply realization of creativity one eye but as an estetik’s opus artists that region music Gorontalo cans also be Gorontalo’s society icon at winks national and also international.Keywords: changing, Gambus and Polopalo, Tipotumba
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNYANYI LAGU DAERAH GORONTALO MENGGUNAKAN VIDEO YOUTUBE DI KELAS V SD NEGERI Suratinoyo, Sri Ningsih; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Pulukadang, Mimy Astuty
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5452

Abstract

This study aims to improve the ability to sing Gorontalo regional songs in grade V students of SDN 7 Telaga Jaya through the use of YouTube video media. This study is a Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two cycles, each consisting of two meetings. The subjects of the study were 14 students, and singing ability was measured based on four vocal aspects, namely intonation, articulation, tempo, and expression. The results of the study showed an increase in singing ability at each stage. At the pre-action stage, the average student ability only reached 54.46%. After being given action, the ability increased to 60.71% in cycle I meeting I, 67.41% in cycle I meeting II, 75.45% in cycle II meeting I, and reached 90.18% in cycle II meeting II. This increase proves that YouTube video media is effective in helping students understand and master singing techniques better, especially in the context of regional songs. Thus, this media can be an interesting and meaningful learning alternative in improving students' vocal skills in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi lagu daerah Gorontalo pada siswa kelas V SDN 7 Telaga Jaya melalui penggunaan media video YouTube. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 14 siswa, dan kemampuan bernyanyi diukur berdasarkan empat aspek vokal, yaitu intonasi, artikulasi, tempo, dan ekspresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bernyanyi pada setiap tahap. Pada tahap pratindakan, rata-rata kemampuan siswa hanya mencapai 54,46%. Setelah diberi tindakan, kemampuan meningkat menjadi 60,71% pada siklus I pertemuan I, 67,41% pada siklus I pertemuan II, 75,45% pada siklus II pertemuan I, dan mencapai 90,18% pada siklus II pertemuan II. Peningkatan ini membuktikan bahwa media video YouTube efektif dalam membantu siswa memahami dan menguasai teknik bernyanyi secara lebih baik, khususnya dalam konteks lagu daerah. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menarik dan bermakna dalam meningkatkan keterampilan vokal siswa di sekolah dasar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBUAT KARYA SENI KOLASE MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING DI KELAS IV Fadilla, Dwi Badriyatul; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Katili, Sukri; Pulukadang, Mimy Astuty; Husain, Rusmin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4857

Abstract

This study aims to improve students' abilities through making collage artwork using the snowball throwing model in class IV SDN 8 Kabila, Bone Bolango Regency. The method used in this study is Classroom Action Research (CAR) using data collection techniques, namely interviews, observations, tests and documentation with the research subjects of class IV students totaling 15 people at SDN 8 Kabila, Bone Bolango Regency. Based on the results of the study, data on student learning outcomes were obtained in cycle I, meeting I, from the total of 11 students present, it was seen that no students had achieved a creative assessment with a percentage of 0%. In cycle I, meeting II, from the total of 15 students present, it was seen that 4 students had achieved a creative assessment with a percentage of 27%. While in cycle II, from the total of 15 students present, it was seen that 14 students had achieved a creative assessment with a percentage of 93%. Thus, the indicator of the success of the action that had been set in this study had been met, namely 75%. The conclusion of this study is that making collage artwork using the snowball throwing model can help improve students' abilities in class IV SDN 8 Kabila, Bone Bolango Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa melalui pembuatan karya seni kolase menggunakan model snowball throwing di kelas IV SDN 8 Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, tes dan dokumentasi dengan subjek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang di SDN 8 Kabila Kabupaten Bone Bolango. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan I dari jumlah 11 siswa yang hadir, terlihat belum ada siswa yang sudah mencapai penilaian kreatif dengan persentase 0%. Pada siklus I pertemuan II dari jumlah 15 siswa hadir, terlihat siswa yang sudah mencapai penilaian kreatif sebanyak 4 orang dengan persentase 27%. Sedangkan pada siklus II dari jumlah 15 siswa yang hadir, terlihat siswa sudah mencapai penilaian kreatif sebanyak 14 orang dengan persentase 93%. Dengan demikian indikator keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan pada penelitian ini telah terpenuhi yaitu 75%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah membuat karya seni kolase menggunakan model snowball throwing dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa di kelas IV SDN 8 Kabila Kabupaten Bone Bolango.
ANALISIS STRUKTUR GERAK TIDI LO BITU’O MENGGUNAKAN NOTASI LABAN (REKONSTRUKSI TIDI LO BITU’O DI KECAMATAN TAPA PROVINSI GORONTALO 2023) Dian Novita Sari S. Paneo, Riana Diah Sitharesmi, Nurlia Djafar, Rahmawaty Ohi, Mimy A. Pulukadang
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juli (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidi Lo Bitu’o adalah tarian yang digelar pada acara penyambutan tamu negeri, upacara penobatan dan pemberi gelar adat. Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana analisis struktur gerak Tidi Lo Bitu’o menggunakan Notasi Laban (Rekonstruksi Tidi Lo Bitu’o di Kecamatan Tapa Provinsi Gorontalo 2023), makna simbol-simbol apa yang dihadirkan oleh Tidi Lo Bitu’o berdasarkan analisis struktur gerak menggunakan Notasi Laban (Rekonstruksi Tidi Lo Bitu’o di Kecamatan Tapa Provinsi Gorontalo 2023). Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian di simpulkan Analisis Gerak Tidi Lo Bitu’o Menggunakan Notasi Laban menggambarkan pergerakan arah, penempatan, langkah, pergerakan badan, irama dan perputaran. Setiap motif gerak dilakukan dengan pola lantai yang sama yakni maju-mundur, turun, duduk Bentuk notasi laban simpuh hadap kiri-kanan, naik, dan jalan mundur. Makna simbol-simbol yang dihadirkan oleh Tidi Lo Bitu’o berdasarkan analisis struktur gerak menggunakan Notasi Laban yaitu 1) gerak masuk arena (pentas) makna keramahan dengan akhlak yang baik, 2) gerak tangan dilipat didepan sambil menunduk makna penghormatan, 3) gerak maju mundur makna proses kehidupan selalu menerima dengan lapang dada, 4) gerak mengikat selendang makna menghilangkan keangkuhan pada diri, 5) gerak duduk sambil mengayunkan tangan kekanan dan kekiri makna kesetaraan, 6) gerak berdiri sambil mengangkat kedua tangan ke atas makna munajah (bermohon), 7) gerak mencabut keris makna harga diri, 8) gerak kedua telapak tangan menegakkan keris di depan makna kejujuran, 9) gerak maju mundur sambil memegang keris makna menyaring setiap perkataan dan perbuatan, 10) gerak adu ketangkasan makna keberanian, 11) gerak menukar keris makna saling memaafkan dan saling menasehati, 12) gerak mengembalikan keris dipinggang makna mengembalikan jati diri, 13) gerak ayun tangan dari bawah ke atas makna membawa diri dan menempatkan diri, 14) gerak penutup makna perhormatan terakhir pertanda tari telah berakhir (ending).
FUNGSI HANTALO PADA UPACARA ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT KELURAHAN KAYUBULAN, KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Fachrul Isa, Trubus Semiaji, La Ode Karlan, Nurlia Djafar, Mimy A. Pulukadang
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hantalo adalah alat musik tradisional Gorontalo yang digunakan dalam berbagai upacara adat, termasuk dalam upacara pernikahan masyarakat Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana fungsi Hantalo dalam upacara adat pernikahan masyarakat Kelurahan Kayubulan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data, serta untuk mendeskripsikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hantalo memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai alat komunikasi, simbol penghormatan terhadap pembesar adat, tanda pengesahan lembaga sosial, pemicu reaksi jasmani, dan bagian dari ritus peralihan dalam kehidupan sosial masyarakat. Hantalo dibunyikan pada momen-momen penting selama upacara, seperti saat menyambut rombongan pengantin laki-laki dan pembesar negeri, serta menandai dimulainya dan berakhirnya prosesi pernikahan. Fungsi-fungsi ini menjadikan Hantalo tidak hanya sebagai alat musik pengiring, tetapi juga sebagai simbol adat yang memperkuat identitas budaya masyarakat Gorontalo.
Eksistensi Tari Kabela pada Masyarakat Bolaang Mongondow Mokodompit, Ismail; Djafar, Nurlia; Pulukadang, Mimy Astuti; Karlan, La Ode
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Juli 2025)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v4i1.45130

Abstract

Tari Kabela merupakan tarian tradisional khas masyarakat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, yang mengandung nilai filosofis sebagai simbol penyambutan tamu dan persatuan. Tarian ini dapat di temukan di beberapa kegiatan masyarakat yang dilakukan secara rutin seperti pada acara pernikahan, peresmian, kunjungan pemerintah, ataupun kegaiatn seni daerah seperti Kabela fest. Kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Sanggar, dan Komunitas-komunitas yang ada di daerah Bolaang Mongondow.  Hal ini dilakukan sebagai bentuk atau langkah yang dilakukan untuk menjaga kelestarian seni dan budaya daerah khususnya tari Kabela ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji eksistensi Tari Kabela dalam konteks dinamika budaya masyarakat di era modern. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan pelaku seni, komunitas adat, dan dokumentasi sejarah. Hasil menunjukkan bahwa Tari Kabela masih dipertahankan sebagai identitas budaya lokal, meskipun menghadapi tantangan seperti minimnya minat generasi muda dan adaptasi terhadap kebutuhan komersial. Temuan utama menyebutkan bahwa revitalisasi peran dalam ritual adat (tumatandu ), integrasi dalam kurikulum seni sekolah, dan pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi augmented reality menjadi strategi efektif pelestarian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Tari Kabela memerlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas seni untuk menjaga relevansi tarian dalam transformasi budaya kontemporer.
KAJIAN TEKNIK VOKAL LAGU “CEMBURU”  KARYA DEWA 19 DALAM INTERPRETASI GRUP MUSIQMATES Rahman, Sitriandika; Mimy Astuty Pulukadang; La Ode Karlan
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 8 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i8.1621

Abstract

This study discusses the Study of Vocal Techniques in the song "Cemburu" by Dewa 19 interpreted by Musiqmates. The purpose of this study is to find out how MusiqMates interprets Vocal Techniques in the song "Cemburu". The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data were obtained through observation of audio recording analysis, video analysis, as well as interviews and literature studies related to vocal techniques. The results of the study show that Musiqmates' interpretation uses several Vocal Techniques such as Chest Voice, Belting Voice, Vibrato and Voice dynamics that are slightly different from the original version, creating a new nuance. This difference shows the existence of artistic freedom in the interpretation of the song as well as a deep understanding of the character of the song by Musiqmates. This study is expected to be useful for the field of vocal interpretation science in Indonesian popular music, and provide contributions to artists, especially solo singers, band vocalists, vocal coaches, and students or students majoring in music/vocal. can contribute to the study of vocal interpretation in Indonesian popular music.
PEMBELAJARAN MARWAS MENGGUNAKAN METODE JIGSAW PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII-3 DI SMP NEGERI 2 TIBAWA Mohammad Yanuar Nurfazhri Bilondatu; La Ode Karlan; Trubus Semiaji; Mimy A. Pulukadang; Rahamawati Ohi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran adalah proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik serta kemampuan mengkontruksikan pengetahuan baru. Pembelajaran merupakan upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Selain itu, pembelajaran sangat berperan dalam mengembangkan bakat dan membentuk sikap peserta didik. Namun, kenyataan yang ada bahwa proses pembelajaran lebih cenderung pada pembelajaran non-praktikal sehingga peserta didik hanya fokus pada penjelasan guru dan kurang mendapat pengalaman praktikal. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan penerapan metode Jigsaw untuk mengupayakan keterlibatan peserta didik agar dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam bermain alat musik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Marwas menggunakan metode Jigsaw pada peserta didik kelas VIII-3 di SMP Negeri 2 Tibawa. Metode. Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran Jigsaw. Hasil. Penelitian dilakukan selama 8 pertemuan pembelajaran dengan 2 kali evaluasi. Evaluasi pertama yaitu eveluasi dalam bentuk ujian tulis memperoleh hasil bahwa terdapat 24 peserta didik yang memenuhi kriteria ketuntasan dengan nilai rata-rata 82,54. Kemudian pada evaluasi kedua yakni berupa ujian praktik, ada sebanyak 24 peserta didik memenuhi kriteria ketuntasan dengan nilai rata-rata 91. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Jigsaw dalam membelajarkan alat musik tradisional Marwas dapat meningkatkan rata-rata hasil belajar Seni Musik peserta didik.
PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN BERNYANYI LAGU DAERAH SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 GORONTALO Ladiku, Fahril; Ohi, Rahmawati; Karlan, La Ode; Pulukadang, Mimy Astuty; Semiaji, Trubus
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 9 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i9.1840

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning activities in singing regional songs as an effort to build the self-confidence of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Gorontalo. The background of this research is based on the importance of developing students’ self-confidence through the arts, particularly in music education. The research method used is descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects are the Cultural Arts teacher and the eighth-grade students involved in the regional song singing activities. The results of the study show that the implementation of singing regional songs was systematically designed through stages of song introduction, vocal practice, and classroom performance. These activities were able to increase students’ courage in self-expression, reduce shyness, and encourage active participation in learning. The conclusion of this research is that learning regional songs has a positive contribution to building and enhancing students’ self-confidence. Therefore, it is recommended that similar activities continue to be developed and become an integral part of cultural arts learning in schools.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MATERI TARI TRADISIONAL TIDI LO O’AYABU PADA SISWA KELAS VIII-B DI SMP NEGERI 7 KOTA GORONTALO Mois, Lisna; Pulukadang, Mimy Astuty; Djafar, Nurlia; Sitharesmi, Riana Diah; Karlan, La Ode
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 9 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i9.1841

Abstract

This study aims to describe the Differentiated learning process on Traditional Dance material using the Problem Based Learning Model for Class VIII-B Students at SMP Negeri 7 Gorontalo City. This research method is a descriptive qualitative study. The population in the study were class VIII students of SMP Negeri 7 Gorontalo City and the sample was 9 female students. The results of this study indicate that the Problem Based Learning model (group practice) for tidi lo o'ayabu can be said to be successful as seen from the evaluation of the theory of all students who have been able to master the material taught by the researcher and the evaluation of good practice is considered successful because there are only 2 out of 9 people who are not very able to demonstrate or practice tidi lo o'ayabu. The process of learning arts and culture, especially dance using the Problem Based Learning model (group practice), can improve skills and increase students' enthusiasm for learning. In addition, with this Problem Based Learning model, it can help students to support each other and work together in solving problems, if there are still some students who have not mastered the dance movements, students who are able to demonstrate the dance movements help friends who have not been able to demonstrate them properly and correctly