Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Strategi Komunikasi Hotel Dalam Krisis Pandemi Covid-19 Berdasarkan Model Change or Die Susilawati Belekubun
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1452

Abstract

Pandemi Covid-19 menimbulkan krisis yang berdampak signifikan terhadap industri perhotelan, sehingga menuntut organisasi untuk melakukan adaptasi melalui strategi komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi komunikasi Hotel Pacific Ambon dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19 berdasarkan model Change or Die. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas pimpinan, manajer, staf, dan karyawan hotel. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada tiga tahapan model Change or Die, yaitu relate, repeat, dan reframe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Hotel Pacific Ambon pada tahap relate berfokus pada pembangunan relasi dan kepercayaan melalui komunikasi yang terbuka dan empatik. Pada tahap repeat, strategi komunikasi diwujudkan melalui konsistensi dan pengulangan pesan terkait kebijakan serta prosedur operasional selama pandemi. Sementara itu, pada tahap reframe, manajemen membingkai ulang krisis sebagai tantangan bersama yang menuntut adaptasi dan kerja sama seluruh anggota organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkuat relevansi model Change or Die sebagai kerangka evaluasi strategi komunikasi organisasi dalam situasi krisis, khususnya pada sektor perhotelan.
Makna Simbolik “Sasi” pada Masyarakat Ohoi Ngilngof Kecamatan Manyeuw Maluku Tenggara Nichen Sarcie Reitiwla; Susilawati Belekubun; Mariana Jeneva Resubun
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 7 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i7.1730

Abstract

Tradisi sasi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Maluku yang berfungsi mengatur pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan sekaligus mengandung nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual. Dalam masyarakat Ohoi Ngilngof, sasi tidak hanya dipahami sebagai aturan adat, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai simbol yang memiliki makna komunikasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik yang terkandung dalam tradisi sasi pada masyarakat Ohoi Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam tradisi sasi, seperti daun kelapa muda (hawear), tali, kayu, dan tanda larangan lainnya, memiliki makna sebagai media komunikasi adat yang menyampaikan pesan larangan, perlindungan, penghormatan terhadap hak kepemilikan, serta tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Keberadaan simbol-simbol tersebut juga merepresentasikan nilai kepatuhan terhadap hukum adat, solidaritas sosial, penghormatan terhadap leluhur, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Tradisi sasi tetap dipertahankan karena mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekologis sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kei. Dengan demikian, makna simbolik dalam tradisi sasi tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi mekanisme sosial yang mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat.
Peran Tokoh Adat dalam Melestarikan Bahasa Kei di Lingkungan Remaja Ohoi Warwut Kecamatan Hoat Sorbay Kabupaten Maluku Tenggara Selestina J Popena; Susilawati Belekubun; Rani G Kowarin
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 7 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i7.1732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Tokoh Adat Dalam Melestarikan Bahasa Kei di kalangan Ohoi Warwut Kecamatan Hoat Sorbay Kabupaten Maluku Tenggara. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri dari 8 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran tokoh adat di Ohoi Warwut masih bersifat sporadis dan kurang optimal. Faktor-faktor seperti perkawinan campuran, dominasi penggunaan Bahasa Indonesia. Serta minimnya forum resmi untuk pembelajaran Bahasa Kei menjadi kendala dalam proses pelestarian tersebut.