Tony Teguh Ardijanto
Program Studi Magister Manajemen, Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Depresiasi Nilai Tukar Rupiah terhadap Supply, Demand dan Price: Perspektif Keuangan Manajerial Tony Teguh Ardijanto; Dewi Puspaningtyas Faeni; Erfin Amiruddin
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1651

Abstract

Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merupakan salah satu fenomena makroekonomi yang memiliki implikasi luas terhadap aktivitas ekonomi, khususnya pada aspek penawaran (supply), permintaan (demand), pembentukan harga (price), serta pengambilan keputusan dalam keuangan manajerial perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dinamika supply, demand, dan price, serta mengkaji implikasinya terhadap strategi keuangan manajerial perusahaan berdasarkan sintesis hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Proses penelusuran literatur dilakukan pada berbagai basis data ilmiah, meliputi Scopus, ScienceDirect, Wiley Online Library, SpringerLink, Emerald Insight, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh sepuluh artikel ilmiah yang memenuhi persyaratan untuk dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa depresiasi nilai tukar secara konsisten meningkatkan biaya impor bahan baku, menekan kapasitas penawaran pada sektor yang bergantung pada komponen impor, serta mendorong kenaikan harga domestik melalui mekanisme exchange rate pass-through. Di sisi permintaan, pelemahan nilai tukar cenderung menurunkan daya beli masyarakat akibat meningkatnya inflasi, meskipun pada sektor berorientasi ekspor dapat meningkatkan daya saing produk di pasar internasional. Dari perspektif keuangan manajerial, depresiasi nilai tukar meningkatkan risiko valuta asing, kebutuhan modal kerja, tekanan terhadap arus kas, serta beban kewajiban dalam mata uang asing. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan strategi manajemen risiko yang adaptif melalui lindung nilai (hedging), optimalisasi struktur modal, diversifikasi mata uang transaksi, serta perencanaan keuangan berbasis analisis skenario guna meningkatkan ketahanan terhadap volatilitas nilai tukar.