Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Habitus Keluarga Menegah di Kelurahan Oesapa Kota Kupang dalam Memilih Pendidikan Tinggi Aristarkus Missa; Kinga Kale; Doni Tena Bolu; Menilia Nawung; Maria Sinar Jaya; Petrus Salestinus Mite
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan dan manifestasi habitus, dinamika kekuasaan orang tua, serta korelasi kepemilikan modal ekonomi dan sosial keluarga menengah di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, dalam memilih pendidikan tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Kerangka analisis utama menggunakan teori Habitus, Modal, dan Kekerasan Simbolik dari Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus keluarga menengah terbentuk melalui sosialisasi jangka panjang dan pengalaman hidup orang tua, yang memanifestasikan diri dalam persepsi bahwa pendidikan tinggi merupakan modal budaya utama, standar reputasi sosial, serta sarana mempertahankan atau meningkatkan kedudukan sosial. Dalam pengambilan keputusan, orang tua memiliki peran dominan yang berjalan secara halus dan persuasif (dominasi simbolik), di mana arahan mengenai jurusan dan institusi pendidikan diterima anak sebagai keputusan yang wajar dan demi kebaikan masa depan. Selain itu, ditemukan korelasi positif yang kuat antara kepemilikan modal ekonomi dan sosial dengan strategi seleksi perguruan tinggi; keluarga dengan sumber daya yang memadai dan jaringan hubungan luas cenderung memilih institusi berprestise dan terakreditasi, memandang pendidikan sebagai investasi untuk mengubah modal yang dimiliki menjadi modal budaya bernilai tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan pendidikan tinggi bagi keluarga menengah di Oesapa bukan sekadar keputusan akademik, melainkan strategi reproduksi sosial yang diatur oleh habitus, kekuasaan, dan akumulasi modal keluarga.