Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital meningkatkan penggunaan Computer dan smartphone pada mahasiswa. Penggunaan dalam durasi lama dan tidak ergonomis dapat menyebabkan Computer vision syndrome (CVS) seperti mata lelah, mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, dan nyeri leher. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi dan perilaku penggunaan Computer dan smartphone dengan keluhan CVS pada mahasiswa Keperawatan Universitas Riau. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 62 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan CVS-Q, dengan analisis Chi-Square (α = 0,05). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami keluhan CVS sebanyak 39 responden (62,9%). Mayoritas responden menggunakan smartphone dengan durasi tinggi dan Computer dengan durasi sedang, serta sebagian besar menggunakan Computer dan smartphone pada jarak tidak ideal. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan Computer dengan CVS (p-value = 0,009), durasi penggunaan smartphone dengan CVS (p-value = 0,049), jarak pandang penggunaan Computer dengan CVS (p-value = 0,027), dan jarak pandang penggunaan smartphone dengan CVS (p-value = 0,011). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi dan perilaku penggunaan Computer dan smartphone dengan keluhan CVS pada mahasiswa Keperawatan Universitas Riau. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi penggunaan perangkat digital dan semakin tidak ideal jarak pandang yang digunakan, maka semakin tinggi risiko terjadinya CVS.