Jihan Triamanda Valentine
Poltekkes Kemenkes Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Paparan Gadget Dengan Perilaku Makan Pada Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) Di Posyandu Kampung Sanan Kota Malang Jihan Triamanda Valentine; Esti Widiani; Naya Ernawati; Tri Nataliswati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1057

Abstract

Gangguan perilaku makan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah yaitu perilaku makan negatif, akan berdampak negatif bagi keseimbangan gizi dan pertumbuhan anak. Salah satu faktor penyebabnya yaitu tingginya paparan gadget yang membuat anak cenderung tidak peka terhadap rasa kenyang atau lapar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan gadget dengan perilaku makan pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di Posyandu Kampung Sanan, Kota Malang. Desain penelitian ini kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 16 Oktober 2025. Sampel terdiri dari 70 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki paparan gadget tinggi (47%), sedangkan perilaku makan negatif ditemukan pada hampir seluruh responden (92,9%). Uji statistik menghasilkan nilai r = –0,144 dengan p = 0,234, yang menandakan tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Perilaku makan pada anak prasekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk personal preference, status sosial ekonomi, budaya, rasa lapar, kenyang, nafsu makan, kesehatan dan paparan gadget. Paparan gadget berlebihan juga berpotensi mengganggu proses makan anak, anak cenderung tidak peka terhadap rasa lapar dan kenyang. Meskipun hubungan statistik tidak signifikan, kontrol penggunaan gadget tetap diperlukan karena mekanisme-mekanisme tersebut dapat berkontribusi pada pembentukan perilaku makan negatif dalam jangka panjang.