Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH NILON TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON UNTUK PEMBUATAN FIBER BETON Tarsisius Sarman; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v14i1.3728

Abstract

Concrete excels due to its high compressive strength, durability, and resistance to fire, water, and environmental factors. However, concrete has weaknesses in terms of low tensile strength and brittleness. The addition of fibers, such as nylon fibers, to the concrete mixture aims to overcome these weaknesses by providing randomly distributed reinforcement. This study examined the effect of adding nylon fibers at varying concentrations of 0% (normal), 2%, 4%, and 6% on the mechanical properties of concrete. The tests conducted included compressive strength (at 7, 14, and 28 days), as well as splitting tensile strength and porosity (at 28 days). The results of the 28-day testing showed that: Compressive Strength: The addition of nylon fibers effectively increased the compressive strength. The maximum value was obtained at a variation of 6% at 21.51 MPa, an increase of 11.8% compared to normal concrete (19.24 MPa). Split Tensile Strength: The addition of nylon fibers generally resulted in slightly lower values. The highest value for nylon variation was obtained at 6% at 2.55 MPa (a decrease of 1.9% from the normal 2.59 MPa). The 2% variation experienced the largest decrease, namely 2.22 MPa (a decrease of 15.1%)
Serat Senar Nilon Sebagai Bahan Tambahan Pada Campuran Beton: Nylon String Fiber as an Additional Ingredient in Concrete Mixtures Siti Emi Sinta Ningrum; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.8135

Abstract

Beton merupakan bagian dari material struktur bangunan yang terdiri dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen dan air sebagai pengikat. Beton memiliki daya kuat tekan yang tinggi, namun lemah dalam menahan kuat tarik dan bersifat getas (brittle). Pemberian serat termasuk dapat memperbaiki kelemahan beton yaitu dapat memberi tulangan pada beton juga diantaranya serat nilon. Nilon memiliki sifat karakteristik yang baik pada durability dan daktilitas yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik beton normal dengan beton serat terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah berdasarkan variasinya. Metode yang dipakai yaitu eksperimen. Mutu rencana f’c = 30 MPa, menggunakan nilon Ø0,6mm panjang ±8 cm bersimpul. Jumlah benda uji 60 buah yaitu kuat tekan 36 buah, kuat tarik belah 12 buah menggunakan silinder 15x30 cm dan porositas 12 buah menggunakan silinder 5x10 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan saat beton berumur 7 14 dan 28 hari, kuat tarik belah dan porositas 28 hari. Hasil pengujian beton umur 28 hari menunjukkan nilai kuat tekan maksimum terdapat pada variasi 1,25% yaitu 26,22 MPa mengalami peningkatan 26,4% dibandingkan dengan beton normal 0% yaitu 20,75 MPa. Sedangkan nilai kuat tarik belah menurun secara berturut seiring dengan pertambahan variasi dimana maksimum terdapat pada variasi 0% maupun 1% menghasilkan nilai yang sama yaitu 2,74 MPa, pada variasi 1,25% dan 1,5% yaitu 2,69 MPa dan 2,59 MPa mengalami penurunan 1,9% dan 5,7% dari beton normal. Ditarik kesimpulan bahwa beton normal memiliki daya kuat tekan 20,75 MPa dan kuat tarik belah 2,74 MPa, sedangkan beton serat nilon memiliki daya kuat tekan 26,22 MPa di variasi 1,25% dan kuat tarik belah 2,74 MPa di variasi 1% dan menghasilkan beton yang sedikit lebih daktail. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat nilon dapat membantu meningkatkan nilai kuat tekan namun tidak dalam mengatasi kelemahan pada kuat tarik belah beton.
Pengaruh Penambahan Bottom Ash Dengan Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton: The Effect of Adding Bottom Ash with Fine Aggregate on Concrete Compressive Strength Yosaphan Gery Ora; Bambang Sujatmiko; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8757

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk untuk menganalisa pengaruh penambahan Bottom Ash dengan Agregat Halus dan untuk mengetahui nilai maksimal kuat tekan beton Agar menghasilkan nilai yg optimum. Adapun variasi persentase Bottom Ash yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0%,20%,25%,30%,35% dari berat Agregat Halus. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium teknologi beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu persentase Bottom Ash dan variabel tak bebas (dependent variable) yaitu kuat tekan dan berat volume. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton maksimum Terjadi Pada beton Normal 0% campuran Bottom Ash.dan untuk variasi bottom ash 20%,25%,30%,35% tidak memenuhi target. Menurut hasil penelitian, penambahan Bottom Ash dengan Agregat Halus pada campuran beton hasil nya menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan dalam campuran pembuatan beton.
Penggunaan Limbah Keramik Sebagai Substitusi Agregat Kasar Ditinjau Terhadap Kuat Tekan Beton: The Use of Ceramic Waste as a Coarse Aggregate Substitute in Terms of Concrete Compressive Strength Sardino Rusminus Wawan Wawan; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8819

Abstract

Beton sangat penting dalam sebuah pembangunan, agar sebuah konstruksi ataupun bangunan menjadi bangunan yang kokoh dan tertata rapi sesuai desain arsitektur yang di inginkan. Campuran adukan dari pasir,batu pecah, limbah keramik, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Adapun variasi persentase limbah keramik dalam penelitian ini yaitu 10%, 20% dan 30% dari berat agregat kasar, benda uji berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan Kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari terdapat pada persentase 10% sebesar 14,53 Mpa, 20% sebesar 13,58 Mpa dan 30% sebesar 13,39 Mpa. Sedangakn pada umur 14 hari terdapat pada persentase 10 % sebesar 13,39 Mpa, 20% sebesar 17,17 Mpa dan 30% sebesar 16,32 Mpa. Dan pada umur 28 hari terdapat pada persentasi 10% sebesar 16,60 Mpa, 20% sebesar 14,15 Mpa dan 30% sebesar 18,02 Mpa. Kuat tekan beton maksimum dengan menambahkan superplasticizier pada variasi limbah keramik 10%, 20% dan 30% menurun tidak melebihi dari hasil nilai kuat tekan dari beton normal sebesar 20,18 Mpa. Sedangkan porositas yang di hasilkan paling tinggi yaitu beton dengan variasi 0% dengan nilai terbesar 0,098% sedangkan nilai yang paling rendah yaitu presentase 10% sebesar 0,082%. Sehingga tidak dapat direkomendasikan limbah keramik untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.
Pemanfatan Limbah Pecahan Botol Kaca Sebagai Agregat Kasar Pada Campuran Beton: Utilization of Broken Glass Bottle Waste as Coarse Aggregate in Concrete Mixtures Eustakius Nosi Tunti; Safrin Zuraidah; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8839

Abstract

Perkembangan pembangunan di bidang konstruksi yang semakin maju dan serba canggih, teknologi beton mempunyai potensi yang luas dalam bidang konstruksi, karena beton mudah dikerjakan dan ekonomis dari segi biaya. Dengan kekuatan tekannya yang tinggi, beton dapat digunakan untuk membangun struktur yang besar dan berat. Tetapi beton mempunyai kekuatan tarik rendah dan sifatnya getas (Brittle). Campuran adukan dari pasir, batu pecah dan limbah pecahan botol kaca, bahan perekat (Cement Portland), air dan bahan tambahan lainnya. Pengunaan limbah pecahan botol kaca dalam campuran beton tidak asing lagi dalam dunia konstruksi dimana salah satu limbah pecahan botol kaca yang bisa digunakan dalam campuran pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan limbah pecahan botol kaca dan untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan beton yang maksimal Adapun variasi persentase limbah pecahan botol kaca yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 10%, 15%, 20%, dari berat agregat kasar. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa. Jumlah benda uji yaitu 48 buah dimana kuat tekan 36 buah, kuat tekan menggunakan silinder 15 x 30 cm dan porositas 12 buah menggunakan silinder 5 x 10 cm. Pengujian beton dilakukan pada saat beton berumur 7, 14 dan 28 hari untuk kuat tekan serta 28 hari dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton pada variasi limbah pecahan botol kaca 10%, 15%, dan 20%, menurun dan tidak melebihi dari hasil nilai dari beton normal sehingga tidak dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam campuran pembuatan beton.