Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Komputer untuk Mereduksi Computer Anxiety Mahasiswa Teknik Industri Syukriyanto Latif; Deby Siska Bogar
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 10 No 2 (2025): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/isbi.v10i2.3756

Abstract

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan tinggi, di mana perguruan tinggi dituntut untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan digital, berpikir kritis, dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Namun, di wilayah Papua Tengah, kondisi geografis dan keterbatasan sarana pembelajaran menyebabkan sebagian besar mahasiswa, khususnya yang berasal dari daerah pegunungan dan pedalaman, memiliki akses yang minim terhadap pembelajaran komputer di sekolah menengah. Keterbatasan guru, fasilitas laboratorium, jaringan internet, serta faktor keamanan turut memperburuk situasi tersebut. Akibatnya, banyak mahasiswa mengalami computer anxiety, yaitu rasa cemas, takut, atau tidak percaya diri ketika berinteraksi dengan teknologi komputer. Fenomena ini menjadi hambatan serius dalam proses pembelajaran berbasis digital dan dalam pencapaian kompetensi teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan model pembelajaran Ilmu Komputer berbasis wisdom of local culture dengan menggunakan media video pembelajaran berbahasa daerah Papua Tengah. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih akrab, komunikatif, dan sesuai dengan konteks sosial-budaya mahasiswa, sehingga diharapkan dapat menurunkan tingkat computer anxiety. Penelitian menggunakan metode quasi-experimental design dengan model one group pre-test and post-test, yang melibatkan 50 mahasiswa semester tiga Program Studi Teknik Industri Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Computer Anxiety Rating Scale (CARS), lembar observasi, dan wawancara terarah. Analisis data kuantitatif menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 28 untuk mengukur perbedaan tingkat computer anxiety sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat computer anxiety dari rata-rata skor 3,84 menjadi 2,70 (p < 0,05). Selain itu, 88% mahasiswa menyatakan lebih nyaman belajar menggunakan video berbahasa daerah karena membantu mereka memahami istilah teknis komputer dan membuat suasana kelas terasa lebih santai. Observasi kelas juga memperlihatkan peningkatan keaktifan, kerja sama, dan kepercayaan diri mahasiswa dalam praktik komputer. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan bahasa dan budaya lokal dapat menjadi jembatan emosional dan kognitif dalam pembelajaran teknologi, sejalan dengan teori Situated Learning oleh Lave dan Wenger yang menekankan pentingnya konteks sosial budaya dalam proses belajar. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori culturally responsive learning dalam konteks pendidikan teknologi di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Secara praktis, model pembelajaran berbasis local wisdom ini dapat diterapkan pada mata kuliah lain yang berhubungan dengan teknologi dan dikembangkan di wilayah lain di Papua. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dan bahasa daerah dalam pembelajaran dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan literasi digital sekaligus menurunkan computer anxiety mahasiswa di daerah yang memiliki keterbatasan akses teknologi.