Dedy Juliandri Panjaitan
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Melalui Realistic Mathematics Education (RME) Di Sumatera Utara Anggi Sapana Br Tarigan; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6313

Abstract

Pelaksanaan ini bertujuan untuk menjelaskan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills /HOTS) siswa melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam pembelajaran matematika di Sumatera Utara. Latar belakang Pelaksanaan ini didasarkan pada tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif, serta masih rendahnya penguasaan HOTS siswa dalam pembelajaran matematika. Metode Pelaksanaan yang digunakan adalah studi literatur observasi terhadap 26 permasalahan nasional dan internasional yang terbit pada periode 2015–2024. Analisis difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu efektivitas RME dalam meningkatkan HOTS, bentuk dan indikator HOTS yang berkembang melalui penerapan RME, serta kondisi empiris implementasi RME di sekolah-sekolah Sumatera Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan RME efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya kemampuan analisis sebesar 27–35%, kemampuan evaluasi sebesar 19–28%, serta kemampuan kreativitas dan pemecahan masalah matematis sebesar 21–33%. Peningkatan tersebut didukung oleh karakteristik RME yang menekankan penggunaan konteks nyata, proses matematisasi horizontal dan vertikal, serta diskusi reflektif yang melibatkan siswa secara aktif. Studi empiris di wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang menunjukkan bahwa penerapan RME berdampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa, meskipun implementasinya masih terbatas. Kendala utama meliputi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep RME, keterbatasan bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan. Secara keseluruhan, RME berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam mengembangkan HOTS siswa apabila didukung oleh penguatan kompetensi guru dan integrasi penilaian HOTS dalam pembelajaran matematika.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN RME DI WILAYAH PESISIR PANTAI Sri Wardaniyah; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6314

Abstract

Pembelajaran matematika pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) sering dianggap abstrak oleh siswa, terutama di wilayah pesisir yang kesehariannya dekat dengan aktivitas konkret seperti jual beli ikan, pembagian hasil tangkapan, dan penggunaan modal nelayan. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dipandang mampu menghubungkan konsep aljabar dengan pengalaman nyata siswa sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran PLSV berbasis konteks pesisir menggunakan pendekatan RME. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek tiga guru matematika dari SMPN 1 dan SMPN 2 Talawi yang telah menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis RME. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan model Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang konteks autentik, fasilitator proses matematisasi, dan motivator pembelajaran. Penggunaan konteks pesisir seperti jual beli ikan, berat tangkapan, dan pembagian hasil laut terbukti membantu siswa memahami variabel dan persamaan dengan lebih konkret, meningkatkan aktivitas bertanya, serta memperkuat minat belajar. Siswa juga lebih mampu menuliskan model matematis karena memahami hubungan antara cerita dan simbol matematis. Meskipun guru menghadapi tantangan seperti keterbatasan media dan waktu, penerapan RME dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konteks lokal dalam desain pembelajaran matematika, khususnya di wilayah pesisir, serta perlunya pelatihan bagi guru untuk memperluas variasi konteks dan media pembelajaran berbasis RME.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATEMATHICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA Anurni Lestari Daeli; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6315

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Namun, berbagai temuan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih tergolong rendah, khususnya dalam memahami masalah kontekstual dan merancang strategi penyelesaian. Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) di Sumatera Utara. Pelaksanaan Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi analisis, melibatkan siswa sekolah menengah sebagai subjek Pelaksanaan Kegiatan. Teknik pengumpulan data meliputi tes pemecahan masalah matematis, observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Pelaksanaan Kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RME mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami masalah, merancang strategi penyelesaian, melaksanakan perhitungan, serta melakukan refleksi terhadap solusi yang diperoleh. Selain itu, siswa menunjukkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran dan mampu mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata. Dengan demikian, pendekatan RME efektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.
KEMAMPUAN MENGKONSTRUKSI BUKTI MATEMATIS MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA Mariadi; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6316

Abstract

The ability to construct mathematical proofs is a crucial higher-order thinking skill in mathematics learning; however, it remains a major challenge for many students. These difficulties are reflected in students’ limited ability to develop logical arguments and systematically connect definitions, theorems, and mathematical facts. This study aims to analyze students’ ability to construct mathematical proofs through the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) approach in North Sumatra. This research employed a descriptive qualitative approach with purposively selected secondary-level students as research subjects. Data were collected through tests of mathematical proof construction ability, observations of the learning process, and in-depth interviews. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of RME helps students understand mathematical concepts contextually, develop logical reasoning, and improve their ability to construct mathematical proofs in a gradual and structured manner. Students were able to relate contextual problems to formal mathematical concepts, formulate arguments based on clear reasoning, and draw logical conclusions. Therefore, the RME approach contributes positively to the development of students’ mathematical proof construction abilities. This study recommends the use of RME as an alternative instructional approach to enhance the quality of mathematics learning, particularly in developing students’ mathematical proof abilities.
KEMAMPUAN MATEMATIS VISUAL SISWA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA Santi Oktafenti; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6317

Abstract

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan visual matematis siswa sekolah dasar pada materi pecahan serta mengkaji efektivitas pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi visual siswa. Kajian dilakukan melalui telaah literatur terhadap berbagai sumber nasional dan regional yang relevan, termasuk kajian yang dilaksanakan di wilayah Sumatra Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan visual matematis siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan menggambar pecahan secara proporsional, ketidaksesuaian antara simbol dan representasi visual, kesalahan dalam mengidentifikasi pecahan senilai, serta kecenderungan siswa mengabaikan tahap visualisasi dalam penyelesaian soal kontekstual. Berbagai miskonsepsi juga ditemukan, seperti anggapan bahwa penyebut yang lebih besar menunjukkan nilai pecahan yang lebih besar serta penggunaan prosedur algoritmik tanpa dasar visual. Hal ini menunjukkan lemahnya pemahaman konseptual siswa yang dipengaruhi oleh pembelajaran konvensional yang minim penggunaan media konkret. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan RME memberikan dampak positif terhadap pengembangan kemampuan representasi visual siswa melalui penggunaan konteks nyata, manipulasi benda konkret, serta model visual bertahap sebelum beralih ke simbol formal. Pelaksanaan kegiatan di Sumatra Utara memperkuat efektivitas RME, terutama ketika konteks budaya lokal diintegrasikan dalam pembelajaran pecahan. Secara teoretis, keberhasilan RME dijelaskan melalui proses matematisasi horizontal dan vertikal yang membantu siswa menghubungkan pengalaman konkret dengan konsep abstrak. Namun, pengukuran kemampuan visual secara spesifik masih terbatas sehingga pengembangan instrumen dan asesmen lanjutan diperlukan.
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS MELALUI RME PADA MATERI PENGUKURAN PANJANG, BERAT DAN WAKTU DI SUMATERA UTARA Jamilah Rambe; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6318

Abstract

Kemampuan literasi matematis merupakan kompetensi esensial yang memungkinkan siswa memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan literasi matematis siswa pada materi pengukuran panjang, berat, dan waktu di Sumatera Utara masih tergolong rendah, terutama dalam mengaitkan konsep matematika dengan situasi kontekstual. Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi pengukuran. Pelaksanaan Kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Subjek Pelaksanaan Kegiatan adalah siswa sekolah dasar di Sumatera Utara yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen Pelaksanaan Kegiatan berupa tes kemampuan literasi matematis yang mencakup indikator merumuskan masalah kontekstual, menggunakan konsep dan prosedur matematika, serta menafsirkan dan mengevaluasi hasil penyelesaian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Pelaksanaan Kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RME mampu meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa secara signifikan, khususnya dalam memahami masalah kontekstual, merepresentasikan situasi nyata ke dalam model matematika, serta menarik kesimpulan secara logis. Dengan demikian, pendekatan RME efektif digunakan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa pada materi pengukuran panjang, berat, dan waktu.
KEMAMPUAN PENALARAN SISWA PROPORSIONAL MELALUI RME TOPIK PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Sezi Oktavia Simarmata; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6319

Abstract

Kemampuan penalaran proporsional merupakan salah satu kemampuan berpikir matematis yang esensial dalam memahami konsep aljabar, khususnya pada topik persamaan linear satu variabel. Namun, hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih belum berkembang secara optimal karena pembelajaran cenderung berorientasi prosedural dan kurang mengaitkan konsep matematika dengan konteks nyata. Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran proporsional siswa melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi persamaan linear satu variabel. Pelaksanaan Kegiatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Subjek Pelaksanaan Kegiatan terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok pembelajaran berbasis RME dan kelompok konvensional. Instrumen Pelaksanaan Kegiatan berupa tes kemampuan penalaran proporsional yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Pelaksanaan Kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan penalaran proporsional siswa pada kelompok RME lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional. Selain itu, peningkatan kemampuan penalaran proporsional siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan RME efektif dalam mengembangkan kemampuan penalaran proporsional siswa pada topik persamaan linear satu variabel. Oleh karena itu, pendekatan RME direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang kontekstual dan bermakna dalam pembelajaran matematika