This study addresses the issue of low fiction writing skills among fourth-grade students at SD 1 Mlatinorowito. Initial data show that out of 21 students, only 10 (47.62%) were able to meet the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP) with a minimum score of 75, while the class average remained at 68,5 . This situation was influenced by a lack of variety in teaching methods, suboptimal use of learning media, and low student participation during the learning process. This study aims to improve students’ ability to write fiction stories through the application of the Discovery Learning model supported by the use of flashcards. The study employed the Classroom Action Research (PTK) method based on the Kemmis and McTaggart model, which consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 21 fourth-grade students at SD 1 Mlatinorowito. The study was conducted in two cycles, with assessments covering five aspects: the development of ideas and concepts, plot development, word choice, spelling and punctuation, and the completeness of story elements. The results showed an improvement in fiction writing skills in each cycle. In Cycle I, the students’ average score rose to 76.2, with a classical mastery rate of 71.43%—meaning 15 students achieved the minimum competency standard (KKTP). Since these results did not meet the established target, the study proceeded to Cycle II. In Cycle II, the average score increased to 84.7, with a class-wide mastery rate of 85.71%, meaning 18 students were deemed to have met the proficiency criteria. Improvements were observed across all assessment aspects, particularly in the ability to develop a storyline and generate more creative ideas. Thus, the implementation of the Discovery Learning model aided by flashcards proved effective in improving the fiction writing skills of fourth-grade students at SD 1 Mlatinorowito. ABSTRAK Penelitian ini membahas berdasarkan permasalahan rendahnya kemampuan menulis cerita fiksi pada peserta didik kelas IV SD 1 Mlatinorowito. Data awal menunjukkan bahwa dari 21 peserta didik, hanya 10 orang (47,62%) yang mampu mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan nilai minimum 75, sementara rata-rata kelas masih berada pada angka 68,5 . Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, pemanfaatan media pembelajaran yang belum optimal, serta rendahnya partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita fiksi melalui penerapan model Discovery Learning yang didukung oleh penggunaan media flashcard.Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 21 peserta didik kelas IV SD 1 Mlatinorowito. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan penilaian yang mencakup lima aspek, yaitu pengembangan ide dan gagasan, penyusunan alur cerita, pemilihan kata, penggunaan ejaan dan tanda baca, serta kelengkapan unsur cerita.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis cerita fiksi pada setiap siklus. Pada siklus I, nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 76,2 dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 71,43% atau sebanyak 15 peserta didik mencapai KKTP. Karena hasil tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan, penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 84,7 dengan ketuntasan klasikal mencapai 85,71% atau sebanyak 18 peserta didik dinyatakan tuntas. Peningkatan terlihat pada seluruh aspek penilaian, terutama pada kemampuan mengembangkan alur cerita dan menghasilkan ide yang lebih kreatif. Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning berbantuan media flashcard terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita fiksi peserta didik kelas IV SD 1 Mlatinorowito.