Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Hand Sanitizer pada Masyarakat Pembelajar Pendidikan Kimia pasca Pandemi COVID-19 di Kota Tanjungpinang Nina Adriani; Eka Putra Ramdhani; Fitriah Khoirunnisa; Friska Septiani Silitonga; Hilfi Pardi; Dina Fitriyah; Rita Fitriani
Jurnal Anugerah Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.768 KB) | DOI: 10.31629/anugerah.v3i1.3150

Abstract

Virus corona (COVID-19) menyebar dengan pesat di Indonesia sejak pertengahan Maret 2020, sehingga menuntut pemerintah untuk mencari solusi bagi mengurangi dampak penyebaran virus ini. Salah satu cara yang efektif adalah selalu menjaga kebersihan tubuh dengan selalu menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer merupakan cairan pembersih kuman yang digunakan pada tangan dan dapat membunuh kuman secara singkat karena kandungan yang terdapat dalam hand sanitizer berupa zat kimia yang berkonsentrasi tinggi seperti alkohol. Pasca pandemi COVID-19, cairan hand sanitizer sulit ditemukan karena kebutuhan yang sangat tinggi oleh seluruh masyarakat, sehingga hal ini menjadi pencetus institusi untuk mengajak akademisi untuk berperan aktif dalam membuat hand sanitizer yang dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu dosen prodi Pendidikan Kimia UMRAH mendampingi mahasiswa Pendidikan kimia dalam membuat hand sanitizer yang dapat digunakan pada pandemi COVID-19 dan dapat digunakan oleh masyarakat umum. Pembuatan hand sanitizer ini menggunakan bahan-bahan seperti alkohol, hidrogen peroksida dan aloevera yang dilakukan di laboratorium Marine Chemistry, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Produk hand sanitizer dapat digunakan oleh masyarakat umum melalui distribusi oleh satgas Kota Tanjungpinang, yayasan kesehatan masyarakat, puskesmas dan baznas Kota Tanjungpinang. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi penyebaran virus COVID-19 di kota Tanjungpinang.
Pelatihan Identifikasi Boraks dan Formalin pada Makanan di Kelurahan Tanjung Ayung Sakti Friska Septiani Silitonga; Fitriah Khoirunnisa; Eka Putra Ramdhani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.036 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.714

Abstract

ABSTRACTBorax and formalin are wood preservatives, cleaning agents, antiseptics but are not intended for food. Based on data from BPOM, currently borax and formalin are used by some traders as food preservatives. The Problems faced by the community are: 1) there are food products that use borax and formaln, 2) people don’t know how to identify preservatives contained in food, 3) people don’t know the dangers of preservatives to health. The purpose of this activity are: 1) Giving education about the characteristics of foods containing borax and formalin, 2) training how to identify preservatives `such as borax and formalin using simple methods; 3) determine the percentage of samples containing borax and formalin. The methods used in carrying out this activity are: 1) survey, 2) preparation, 3) socialization, 4) training, 5) evaluation. The results obtained are increased public understanding of the characteristics of foods that contained by borax and formalin, increased skills in identifying borax and formalin using numerical paper and hibiscus paper. From 15 samples tested, there were 2 samples (13.3%) food contained by borax and 6 samples (40%) containing formalin. Keywords: Borax, formalin, foodABSTRAKBoraks dan formalin merupakan bahan pengawet kayu, bahan pembersih, antiseptik tetapi tidak diperuntukkan untuk makanan. Berdasarkan data dari BPOM, saat ini boraks dan formalin digunakan oleh sebagian pedagang sebagai bahan pengawet makanan. Permasalahan yang dihadapi masyarakat yaitu: 1) ada produk pangan yang menggunkan boraks dan formalin, 2) masyarakat belum mengetahui cara identifikasi bahan pengawet yang terdapat dalam makanan, 3) masyarakat belum mengetahui bahaya bahan pengawet terhadap kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu:1) pemberian edukasi mengenai ciri-ciri makanan yang mengandung boraks dan formalin, 2) pelatihan mengidentifikasi bahan pengawet seperti boraks dan formalin dengan menggunakan simple methods; 3) mengetahui persentase sampel yang mengadung boraks dan formalin. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu: 1) survei, 2) persiapan, 3) sosialisasi, 4) pelatihan, 5) evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai ciri-ciri makanan yang mengandung boraks dan formalin, meningkatnya keterampilan mengidentifikasi boraks dan formalin dengan menggunakan kertas tumerik dan kertas bunga kembang sepatu. Dari 15 sampel yang di uji, terdapat 2 sampel (13,3%) makanan mengandung boraks dan 6 sampel (40%) mengandung formalin.Kata Kunci: Boraks, formalin, makanan
ISOLASI DAN SKRINING ANTIBAKTERI DARI KAPANG ENDOFIT TANAMAN BAJAKAH (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK) Dina Fitriyah; Hilfi Pardi; Friska Septiani Silitonga; Eka Putra Ramdhani; Noviana Ika Puspitasari
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Zarah
Publisher : Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik merupakan salah satu solusi untuk melawan berbagai penyakit infeksi. Namun pemakaian antibiotik sintesis kontiniu tidak hanya membunuh patogen itu sendiri tetapi juga dapat mempercepat terjadinya resistensi. Sumber bahan baru bioaktif yang banyak dieksplorasi sekarang ini adalah kapang endofit. Penelitian ini melakukan isolasi dan skrining antimikroba kapang endofit yang hidup dalam jaringan batang bajakah (Spatholobus littoralis Hassk). Penelitian ini bertujuan : 1) Mengisolasi kapang endofit dari batang bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.)  dan 2) Mengetahui kemampuan antimikroba dari isolat kapang endofit batang bajakah (Spatholobus littoralis Hassk. Metode skrining antimikroba yang digunakan yaitu metode difusi cakram terhadap patogen bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi kapang endofit dari bajakah menghasilkan 4 isolat. Ekstrak kapang isolat UMRCC03 dengan media produksi PDB, pada  hari ke-20 memiliki zona hambat sebesar  15,11±0,19 terhadap Escherichia coli dan 15,56±0,50 terhadap Staphylococcus aureus. Hal ini menmbuktikan bahwa kapang endofit batang bajakah menunjukkan aktivitas antimikroba pada patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus seperti bioaktivitas dari tanaman inangnya.
DESAIN ALAT PENGOLAHAN AIR SADAH DI DESA BERAKIT friska Septiani Silitonga; Eka Putra Ramdhani; trimas manalu; nina adriani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 2 No. 1: February 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v1i2.134

Abstract

Air merupakan komponen penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Beberapa parameter kualitas air yaitu paramater fisika, kimia dan biologi. Salah satu parameter kimia kualitas air yaitu kesadahan air. Permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Berakit yaitu air yang digunakan mengandung ion Ca2+ dan Mg2+ yang ditunjukkan dengan berkurangnya kemampuan mencuci dari sabun dan menghasilkan kerak di dinding ketel/panci saat pemasakan air sehingga merugikan warga. Oleh sebab itu tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menghasilkan alat yang dapat mengolah air sadah, pemberian sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat sehingga dihasilkan air yang bebas dari kesadahan yaitu ion Ca2+ dan Mg2+. Metode pelaksanaan ini dilakukan dengan metode: 1) survey dan wawancara, 2) desain alat pengolahan air sadah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu mendapatkan informasi mengenai permasalahan air warga yang disebabkan oleh air sadah dan besi serta menghasilkan desain alat pengolahan air sadah.
Design of Science Process Skill Approach-Based Laboratory Work Instruction Firmansyah, Veri; Silitonga, Friska Septiani; Khoirunnisa, Fitriah; Setiawaty, Sri
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 2 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i2.2280

Abstract

The development of a Science Process Skills Approach-based Laboratory Work Instruction has been conducted on Heat of Reaction topic. The subject of the research is the students of class XI in Senior High School 2 Tanjungpinang. The research aims to determine the feasibility of laboratory work instruction in terms of the validity and practicality categories. In the category of validity, there are five aspects studied including the aspects of content feasibility, grammar, presentation, graphical design, and science process skills. The validation results obtained from three validators was 92.46% (very valid category). In the practicality category was conducted on 40 students. In this category, there are seven aspects studied, namely aspects of observing, classifying, interpreting, determining hypotheses, applying, designing experiments, and communicating. The result shows that a science process skills approach-based laboratory work instruction is categorized in the practical criteria (82.28%).
Fabrication of Complex Polyelectrolyte Membrane of Chitosan-Pectin Crosslinked as Bioadsorbent Silitonga, Friska Septiani
Journal of Chemical Natural Resources Vol. 1 No. 2 (2019): Journal of Chemical Natural Resources
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.649 KB) | DOI: 10.32734/jcnar.v1i2.1253

Abstract

Biopolymers are polymers fabricated from natural polymers which are biodegradable, non-toxic and renewable. This research was aimed to synthesize and characterize biopolymer made from chitosan and pectin and was made to be a membrane cross-linked with glutaraldehyde and then characterized. The chitosan-pectin crosslinked glutaraldehyde polyelectrolite complex (PEC) and membrane can be used as a bioadsorbent for metal and cationic dyes. Firstly, PEC membrane chitosan-pectin crosslinked glutaraldehyde was synthesized by dissolving chitosan in acetic acid and pectin in distilled water and added with glutaraldehyde as a crosslinked agent, then heated at 70 °C. The amount of 1M NaOH solution was added for 12 hours and then cleaned with distilled water and dried at room temperature. Subsequently, the membrane was characterized with FTIR spectrophotometer, medium acidity test, and water uptake. The results of the characterization of PEC mebmbrane chitosan-pectin crosslinked glutaraldehyde with FTIR showed the interaction between –NH3+ of chitosan with –COO- group of pectin at a wavelength of 1604.77 cm-1. The medium acidity test showed that the PEC membrane chitosan-pectin crosslinked with glutaraldehyde was stable at pH 3-9 with water absorption of 266.67%, with the composition of chitosan-pectine membrane of 70:30 with 30% glutaraldehyde