Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PBL DAN PJBL DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA S YP UTAMA MEDAN Engelni Mei Sitanggang; Ririn Ivanka Manurung; Selvia Andriani Putri Damanik; Sherly Natasya Situmeang; Najuah Najuah
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.728

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) dalam proses pembelajaran Sejarah di SMA S YP UTAMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan perubahan paradigma pembelajaran sejarah dari tradisional (ceramah dan hafalan) menjadi pendekatan yang inovatif dan berpusat pada siswa (student-centered). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan guru mata pelajaran Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kedua model ini dilakukan secara terencana. Model PBL diimplementasikan dengan memanfaatkan media audio visual dan menempatkan guru sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa dalam memecahkan masalah. Sementara itu, Model PjBL diimplementasikan melalui penugasan proyek yang melatih keterampilan abad ke-21, seperti pembuatan video sejarah. Secara umum, implementasi PBL dan PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan minat, pemahaman, dan hasil belajar siswa meskipun terdapat tantangan terkait keterbatasan waktu dan sarana.
Strategi Inovatif Pelestarian Budaya Labuan Bajo: Integrasi Pendidikan, Digitalisasi, dan Pariwisata Berkelanjutan Delila Agustina Nasution; Dewi Br Siagian; Dian Sartika; Engelni Mei Sitanggang; Fatur Rahman Damanik; Siti Syariah Azimah; Katrina Samosir
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7138

Abstract

This research stems from the urgency to find innovative strategies for preserving the cultural heritage of Labuan Bajo amidst its rapid tourism development.The objective is to formulate an integrative preservation model by combining three key elements: education, digitalization, and sustainable tourism. Using a qualitative approach through literature study and policy analysis, this research proposes that the integration begins with incorporating Flores' local cultural content into the educational curriculum to build awareness among the younger generation. Furthermore, digitalization plays a role in documenting and promoting cultural assets, such as language, oral traditions, and crafts, through digital platforms like virtual museums and augmented reality, making them more accessible to both the youth and tourists. Ultimately, the element of sustainable tourism acts as an economic driver by developing authentic cultural tour packages and actively involving local communities as the main actors, ensuring that the economic benefits of tourism are directly felt and foster a sense of pride in preserving their culture. The study concludes that the synergy between education, digitalization, and sustainable tourism creates a mutually reinforcing cycle; education builds awareness, digitalization ensures accessibility and documentation, while sustainable tourism provides economic incentives, thereby guaranteeing the holistic and sustainable preservation of Labuan Bajo's cultural heritage.