Mustafa Kamal
Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teknologi Produksi Benih Bawang Merah Sebagai Upaya Kemandirian Benih Kelompok Wanita Tani Makmue Beurata Desa Gampong Ladang, Aceh Barat Jekki Irawan; Dewi Andriani; Mustafa Kamal; Wira Hadianto; Izwar Syafari
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1180

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan bawang merah di Aceh adalah rendahnya ketersediaan benih berkualitas, keterbatasan pengetahuan petani, serta belum optimalnya penerapan teknologi budidaya dan penyimpanan benih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani dalam produksi benih bawang merah melalui penerapan teknologi sederhana yang adaptif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Participatory Action Research, yang dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan praktik budidaya, penerapan teknologi produksi benih dan penyimpanan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas petani yang signifikan pada seluruh aspek yang dievaluasi. Pemahaman mengenai budidaya calon benih hingga waktu panen yang tepat meningkat dari 40% menjadi 100%, sedangkan pengetahuan tentang seleksi dan sortasi umbi meningkat dari 33% menjadi 95%. Pemahaman terkait penggunaan mulsa jerami padi sebagai teknologi budidaya meningkat dari 53% menjadi 93%, menunjukkan meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya pengelolaan mikroklimat untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pada aspek penyimpanan, pemahaman mengenai teknologi pelapisan kaolin meningkat dari 20% menjadi 86%, sementara pengelolaan ventilasi rumah simpan meningkat dari 33% menjadi 90%. Penerapan rumah simpan benih dan pelapisan kaolin terbukti mampu memperbaiki kualitas serta daya simpan benih. Selain itu, seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmue Beurata (100%) menyatakan komitmennya untuk mengadopsi teknologi yang diperkenalkan pada musim tanam berikutnya. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis dan kemandirian petani serta berpotensi mendukung keberlanjutan produksi dan ketersediaan benih bawang merah di Aceh.