Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Evidence Integrity System Using SHA-256 Hashing for Digital Forensic Data Tracking Yuda perwira; Humala Simangunsong; Yogi Irwan Syahputra; Selvi Yolanda
The IJICS (International Journal of Informatics and Computer Science) Vol. 10 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/ijics.v10i2.9999

Abstract

This study presents the design and implementation of a digital forensic system that integrates an audit trail mechanism with the SHA-256 hashing algorithm to track data changes and detect unauthorized manipulation, without depending on a blockchain architecture. Using a Design Science Research approach, the system called the Digital Evidence Integrity System was built as a web application with PHP and MySQL, covering requirement identification, model design, implementation, an integrity validation mechanism, and testing and evaluation. Evaluation began with a pilot of five records under authorized and unauthorized update scenarios that simulated direct database access, then was expanded to sixteen scenarios spanning seven manipulation categories: insert, update, deletion, replay, concurrent access, stored-hash alteration, and audit-trail-log manipulation. Across the fourteen scenarios usable for a confusion matrix, the system correctly flagged 4 of 9 genuine manipulation attempts (a 44.4% detection rate) with zero false positives on legitimate changes, while consistently failing to detect four categories of manipulation: outright deletion of a record, replay of a superseded but internally valid data-hash pair, an attacker recomputing and overwriting the stored hash together with the data, and tampering with the audit-trail log itself. A repeated one-character perturbation test (60 trials) confirmed the avalanche effect of SHA-256, with a mean Hamming distance of 126.42 of 256 bits (49.38%, SD 8.52) between the hash of the original and the perturbed input. Taken together, these findings indicate that an audit trail combined with SHA-256 hashing is computationally lightweight and reliably detects manipulation that alters data without also updating its stored hash, but is not, in its current form, a sufficient safeguard against an attacker capable of also controlling the hash or the log; protecting the audit-trail log itself, adding a genuine user-authentication mechanism, and closing the deletion, replay, and stored-hash-alteration gaps identified here are the priorities for further development before the system could be relied upon in an operational forensic setting.
Pengembangan Arsitektur Smart Residence System Untuk Meningkatkan Layanan Dan Tata Kelola Lingkungan Berbasis Digital Wira Apriani; Satria Lutfi Maulana; Humala Simangunsong; Yogi Irwan Syahputra; Selvi Yolanda
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan layanan lingkungan pada kawasan perumahan umumnya masih dilakukan secara konvensional, tercermin dari pencatatan keuangan yang belum terstruktur, keterbatasan transparansi, serta belum tersedianya sistem layanan informasi dan pengaduan yang terintegrasi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya efisiensi layanan dan minimnya partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan arsitektur Smart Residence System, yaitu sistem informasi lingkungan terpadu berbasis digital, pada mitra Pengurus Perumahan Komplek Grand Mutiara Residence di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan meliputi lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Sistem dibangun menggunakan framework Laravel 12 dengan basis data MySQL/MariaDB dan mencakup sembilan modul fungsional, meliputi autentikasi berbasis peran, data warga, keuangan digital, iuran bulanan, laporan keuangan, pengaduan warga, pengumuman, dashboard per peran, serta log aktivitas. Hasil pengujian sistem terhadap 45 warga aktif pada enam blok menunjukkan bahwa kontrol akses berbasis peran, otomatisasi status iuran, serta audit trail berlapis berfungsi sesuai rancangan, sehingga meningkatkan ketertiban pencatatan keuangan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, pengembangan Smart Residence System memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital lingkungan perumahan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada komunitas perumahan lain.