Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Falsafah Bugis "Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong” Sebagai Landasan Etika dan Humanisme dalam Peran Guru pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Rudi Karma; Ani Rakhmawati
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v6i1.1370

Abstract

Sistem pengajaran di Indonesia sekarang ini lebih cenderung menekankan pada kemampuan berpikir dan target prestasi, sambil sering mengesampingkan peran pembentukan watak serta prinsip sosial dalam kegiatan belajar. Karena alasan itu, penyertaan elemen budaya daerah, khususnya dari prinsip Bugis seperti mali siparappe dan rebba sipatokkong, menjadi sangat vital untuk membentuk kerangka pendidikan yang lebih utuh dan berpusat pada sisi manusiawi. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyajikan serta merekomendasikan penggunaan kedua prinsip tersebut sebagai strategi humanis dalam mengajar Bahasa Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperdalam wawasan bahasa sekaligus membangun kepribadian murid. Berdasarkan gagasan pengajaran humanis yang dikembangkan oleh Carl Rogers dan Abraham Maslow, ditambah dengan metode pedagogi yang terkait konteks, tulisan ini menyarankan agar nilai budaya Bugis dimasukkan ke dalam penyusunan program sekolah serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pendekatan semacam ini bertujuan menghadirkan suasana belajar yang ramah dan saling dukung, sehingga murid tidak hanya memperoleh kemampuan berpikir tapi juga mengembangkan rasa memahami, ketegasan, serta keterampilan bergaul yang krusial untuk menghadapi beragam isu di kemudian hari. Dengan demikian, menjadi sangat esensial untuk merancang program dan RPP yang berakar pada nilai budaya setempat demi mencetak generasi yang lebih mudah beradaptasi dan beretika mulia.