Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENDEKATAN MIXED METHOD SEQUENTIAL EXPLORATORY DALAM IDENTIFIKASI DELINEASI KAWASAN KOTA TUA TEGAL BERBASIS SENSE OF PLACE Sandi Aris Munandar; Nurhikmah Budi Hartanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan delineasi kawasan bersejarah merupakan aspek penting dalam upaya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya perkotaan. Namun, delineasi kawasan Kota Tua Tegal hingga saat ini masih didominasi oleh pendekatan fisik dan administratif, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi persepsi, pengalaman, dan makna yang dimiliki masyarakat terhadap kawasan. Kondisi tersebut menyebabkan batas kawasan bersejarah menjadi kurang representatif dalam menggambarkan identitas dan nilai sosial-budaya yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Mixed Method Sequential Exploratory dalam mengidentifikasi delineasi Kawasan Kota Tua Tegal berbasis sense of place. Metode penelitian menggunakan desain mixed method sequential exploratory yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan pemetaan persepsi (mental mapping), kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur dimensi Place Identity, Place Attachment, dan Place Dependence. Hasil analisis kedua jenis data selanjutnya diintegrasikan melalui triangulasi dan overlay spasial untuk menghasilkan delineasi kawasan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mixed method mampu mengidentifikasi hubungan antara karakter fisik kawasan, aktivitas sosial, dan makna tempat yang membentuk sense of place masyarakat terhadap Kota Tua Tegal. Integrasi data kualitatif dan kuantitatif menghasilkan delineasi kawasan yang lebih kontekstual dibandingkan pendekatan berbasis morfologi atau administratif semata. Selain itu, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan validitas penentuan batas kawasan melalui penguatan aspek perseptual dan spasial secara simultan. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis bagi studi kawasan heritage perkotaan serta dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pelestarian kawasan bersejarah yang lebih partisipatif dan berbasis pengalaman masyarakat.