Abstrak: Literasi membaca merupakan kapabilitas mendasar yang menunjang kesuksesan belajar para murid sekolah dasar (SD). Namun, kapabilitas literasi membaca murid di Indonesia masih termasuk rendah akibat dominasi pendekatan konvensional dan belum optimalnya pemanfaatan media digital dalam pembelajaran. Pembelajaran cerita rakyat di sekolah dasar umumnya masih mengandalkan buku teks tanpa media interaktif, sehingga minat membaca siswa kurang berkembang. Tujuan dari studi ini guna mengembangkan media digital berbasis Articulate Storyline dalam pembelajaran cerita rakyat guna memperkuat literasi membaca siswa kelas V sekolah dasar (SD), sekaligus mengkaji kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Studi memanfaatkan metode Research and Development (R&D) melalui model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, serta evaluasi. Studi dilaksanakan di SDN Bima Kota Cirebon dengan melibatkan 32 murid kelas V yang ditetapkan dengan teknik total sampling. Penghimpunan data dilaksanakan dengan wawancara, angket validasi ahli, angket respons para murid, tes pretest beserta posttest. Perolehan studi memperlihatkan bahwasanya media pembelajaran mendapatkan rerata persentase kelayakan sejumlah 96% yang tergolong dalam kategori sangat layak mengacu pada validasi ahli materi serta ahli media. Taraf kepraktisan mengacu pada angket respons murid yang menyentuh angka 90% yang tergolong sangat praktis. Adapun hasil analisis efektivitas memperlihatkan rerata N-Gain Score sejumlah 0,85 yang tergolong dalam kategori tinggi. Maka dari itu, media pembelajaran cerita rakyat berbasis Articulate Storyline terbukti valid, praktis, serta efektif dalam mendukung penguatan literasi membaca siswa sekolah dasar.