Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP TES KOMPETENSI AKADEMIK (TKA) DAN CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAIT BUNYAN INDONESIA Rendi Faturohman; Angwar Sadat; Masyadi Masyadi
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9019

Abstract

This study aims to analyze the influence of students' perceptions of the Academic Competency Test (TKA) on the achievement of national education quality at SMAIT Bunyan Indonesia. The research background stems from the importance of student perceptions in determining the effectiveness of educational assessments as instruments for quality improvement. The study employed a quantitative correlational approach involving 30 students as respondents. Data were collected through Likert scale questionnaires measuring students' perceptions of TKA and national education quality achievement. Data analysis used descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Pearson correlation, and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between students' perceptions of TKA and national education quality achievement (r = 0.56; p < 0.01). Regression analysis indicated that students' perceptions of TKA had a positive and significant effect on national education quality achievement (p < 0.01) with a coefficient of determination R² = 0.31, meaning that 31% of the variation in education quality achievement can be explained by students' perceptions of TKA. These findings confirm that assessment functions not only as an academic measurement tool but also as a strategic instrument in building a quality culture in integrated Islamic schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi siswa terhadap Tes Kompetensi Akademik (TKA) terhadap capaian mutu pendidikan nasional di SMAIT Bunyan Indonesia. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya persepsi siswa dalam menentukan efektivitas asesmen pendidikan sebagai instrumen peningkatan mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur persepsi siswa terhadap TKA dan capaian mutu pendidikan nasional. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap TKA dengan capaian mutu pendidikan nasional (r = 0,56; p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap TKA berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian mutu pendidikan nasional (p < 0,01) dengan koefisien determinasi R² = 0,31, yang berarti 31% variasi capaian mutu pendidikan dapat dijelaskan oleh persepsi siswa terhadap TKA. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun budaya mutu di sekolah Islam terpadu.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS MODEL 70:20:10: STUDI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Dien Burhanuddin; Aminawati Aminawati; Angwar Sadat; Dirgantara Wicaksono
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.8964

Abstract

The digital transformation in education requires learning models that can effectively bridge theoretical knowledge with real-world practice in remote learning environments. One relevant approach is the 70:20:10 model, which emphasizes experiential learning (70%), social learning (20%), and structured formal learning (10%). This study aims to identify trends, challenges, and opportunities in implementing the 70:20:10 model to support future distance learning. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA guidelines through identification, screening, and critical evaluation of relevant studies. A total of 186 initial articles were reviewed, and 16 studies met the inclusion criteria. The findings indicate that the 70:20:10 model enhances learners’ competencies through digital-based simulations, virtual collaboration, and integrated practical learning. The discussion highlights that the effectiveness of this model highly depends on technological infrastructure, educators’ digital literacy, and learning design that emphasizes authentic experiences. This study concludes that the 70:20:10 model has strategic potential in strengthening distance learning ecosystems in the digital era; however, successful implementation requires strong institutional support and well-integrated pedagogical planning to ensure sustainable learning outcomes. ABSTRAK Transformasi pendidikan digital mendorong perlunya model pembelajaran yang mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata dalam lingkungan jarak jauh. Salah satu pendekatan yang dianggap relevan adalah model 70:20:10, yang menekankan proporsi pembelajaran berbasis pengalaman (70%), pembelajaran sosial (20%), dan pembelajaran formal terstruktur (10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, tantangan, serta peluang implementasi model 70:20:10 dalam mendukung pembelajaran jarak jauh di masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA yang melibatkan proses identifikasi, seleksi, dan analisis kritis terhadap artikel yang relevan. Sebanyak 186 artikel awal diseleksi hingga tersisa 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model 70:20:10 berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi peserta melalui aktivitas digital berbasis simulasi, kolaborasi virtual, dan pembelajaran praktik yang terintegrasi. Pembahasan juga mengungkap bahwa kualitas implementasinya sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur teknologi, literasi digital pendidik, dan desain pembelajaran yang berorientasi pengalaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model 70:20:10 memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekosistem pembelajaran jarak jauh di era digital, namun memerlukan dukungan kelembagaan dan integrasi pedagogis yang matang agar dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.