Ririn Riantiningrum
Program Studi S2 Manajemen Pendidikan, Universitas Ivet Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOHERENSI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DAN DAMPAKNYA PADA MUTU PENDIDIKAN Ririn Riantiningrum; Winahyu Dwi Artanti; Ulunna Sikhah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9073

Abstract

School-Based Management (SBM) is a decentralization policy aimed at improving educational quality by strengthening school autonomy, stakeholder participation, and accountability mechanisms. However, its implementation has not always been aligned with the normative objectives of the policy. This article examines the coherence of School-Based Management implementation in relation to educational quality improvement, focusing on the interrelationship between school autonomy, stakeholder participation, and accountability systems. The study employs a qualitative approach using a multiple case study design, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis across selected schools. The findings reveal that SBM implementation remains largely administrative in nature, characterized by limited school authority over human resource and financial management, as well as accountability practices oriented toward procedural compliance rather than student learning outcomes. In addition, stakeholder participation, particularly that of school committees, tends to be symbolic, while instructional leadership capacity among principals varies considerably. These conditions indicate a lack of policy coherence between delegated autonomy and the supporting institutional framework. The study concludes that strengthening instructional leadership, aligning regulatory frameworks, and developing learning-outcome-based accountability systems are critical prerequisites for enhancing the effectiveness of School-Based Management in a sustainable manner. ABSTRAKManajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan kebijakan desentralisasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan mutu melalui pemberian otonomi, penguatan partisipasi, dan penerapan akuntabilitas di tingkat sekolah. Namun, dalam praktiknya, implementasi MBS sering kali belum sepenuhnya selaras dengan tujuan normatif kebijakan. Artikel ini bertujuan menganalisis koherensi pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, dengan fokus pada keterkaitan antara otonomi sekolah, partisipasi pemangku kepentingan, dan sistem akuntabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel yang melibatkan beberapa sekolah, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS masih didominasi oleh kepatuhan administratif, ditandai dengan keterbatasan kewenangan sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, serta akuntabilitas yang lebih berorientasi pada pelaporan prosedural dibandingkan capaian pembelajaran. Selain itu, partisipasi masyarakat dan komite sekolah belum berkembang secara substantif, sementara kapasitas kepemimpinan instruksional kepala sekolah masih bervariasi. Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya koherensi antara kebijakan otonomi dan sistem pendukung menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas MBS. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan sekolah, penyelarasan regulasi, dan pengembangan sistem akuntabilitas berbasis hasil belajar menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi MBS secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Ririn Riantiningrum; Luluk Elyana; Dyah Kusbiantari
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14485

Abstract

School-Based Management (SBM) provides educational institutions with autonomy to manage resources according to local needs and characteristics to improve educational quality. This study aims to analyze the implementation of SBM at the kindergarten level, particularly in curriculum management, facilities and infrastructure, leadership, and parental participation. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The study involved eight purposively selected informants, consisting of one principal, four kindergarten teachers, and three school committee/parent representatives at an early childhood education institution. Data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification, while data credibility was established through source and technique triangulation. The findings indicate that SBM implementation is supported by transformational school leadership and transparent budget management through the School Activity and Budget Plan (RKAS). However, implementation remains constrained by resistance to curriculum changes and limited pedagogical competence among some senior teachers. The findings suggest that strengthening human resource capacity, maintaining transparency in school management, and actively involving school committees and parents are important for sustaining improvements in learning quality. Thus, the successful implementation of SBM at the kindergarten level depends not only on school autonomy in resource management but also on leadership capacity, teacher competence, and collaboration between schools and stakeholders. ABSTRAK Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) memberikan otonomi kepada satuan pendidikan untuk mengelola sumber daya sesuai kebutuhan dan karakteristik lokal guna meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi MBS pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), khususnya dalam aspek manajemen kurikulum, sarana dan prasarana, kepemimpinan, serta partisipasi orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan berjumlah 8 orang yang dipilih secara purposive, terdiri atas 1 kepala sekolah, 4 guru TK, dan 3 perwakilan komite sekolah/orang tua pada satuan PAUD. Data dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang transformasional dan pengelolaan anggaran yang transparan melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Namun, implementasi MBS masih menghadapi kendala berupa resistensi terhadap perubahan kurikulum dan keterbatasan kompetensi pedagogik pada sebagian guru senior. Temuan menunjukkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia, transparansi pengelolaan sekolah, serta keterlibatan aktif komite sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan demikian, keberhasilan implementasi MBS pada jenjang TK tidak hanya ditentukan oleh otonomi pengelolaan sekolah, tetapi juga oleh kapasitas kepemimpinan, kompetensi pendidik, dan kolaborasi antara sekolah dengan pemangku kepentingan.