Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KNOWLEDGE MANAGEMENT (STUDI KASUS PENGELOLAAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN TAKALAR) Mutmainnah Jabbar; La Ode Rusadi; Mutmainnah
Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jp.v5i1.150

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang knowledge management (studi kasus pengelolaan bahan pustaka di perpustakaan dan kearsipan kabupaten takalar. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, Bagaimana penerapan knowledge management dalam pengelolaan bahan pustaka di perpustakaan dan kearsipan, Apa saja tantangan yang dihadapi dalam penerapan knowledge management di perpustakaan dan kearsipan, dan Bagaimana solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas knowledge management dalam pengelolaan bahan pustaka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data penelitian ini diperoleh dari data primer dan data skunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan ada 3 tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, penerapan knowledge management dalam pengelolaan bahan pustaka di Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar telah berlangsung, meskipun belum diterapkan secara formal dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kerja staf dimanfaatkan dalam seluruh tahapan pengelolaan bahan pustaka, mulai dari pengadaan, pengolahan, pelabelan, hingga penempatan koleksi. Pengetahuan tersebut terutama bersumber dari pengalaman kerja pustakawan dan staf yang telah lama bertugas. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan knowledge management masih bersifat informal, diperlukan langkah-langkah strategis dan bertahap agar Kknowledge management dapat diterapkan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Seperti penyusunan dan penguatan SOP berbasis knowledge management, dokumentasi pengetahuan kerja pustakawan, pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis secara berkala, pemanfaatan teknologi informasi sebagai media knowledge management, penunjukan koordinator atau tim knowledge management, evaluasi dan monitoring penerapan knowledge management.
Perancangan Alat Monitoring Dan Kontrol Air Serta Pemberian Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik Berbasis Internet Of Things Mutmainnah; Syarifuddin Baco; Haris Tehuayo
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71466/jiktif.v2i2.117

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu urban metode cocok tanam tanpa menggunakan media tanah (soiless). Tujuan peneliti ini merancang Prototype alat monitoring dan kontrol Air Serta Pemberian Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik Berbasis Internet Of Things (IoT) guna mempermudah petani Hidroponik dalam proses monitoring dan kontrol air serta Nutrisi tanaman Hidroponik dari jarak jauh. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D), yang bertujuan menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifannya. Hasil penelitian alat ini menampilkan proses kontrol dan monitoring dari jarak jauh yang tertampil pada LCD dan aplikasi Blynk, hasil data pengukuran akan berubah secara real-time dan setelah melakukan pengujian proses kerja Alat berjalan dengan semestinya. Sensor Total Dissolved Solids (TDS) meter digunakan untuk Kadar nutrisi dari air. Sensor Ultrasonic digunakan untuk mendeteksi ketinggian air. Sensor DS 18B20 digunakan untuk mendeteksi Suhu tanah. Informasi mengenai hasil pengukuran pada sensor tersebut akan ditampilkan di Layar LCD dan Aplikasi Blynk. Pompa air DC digunakan untuk mengalirkan air dari penampung air nutrisi ke pipa dan dari wadah ke penampung air ke penampung air nutrisi, serta mengalirkan air biasa ke penampung. Hasil pengujian dari Prototype menyimpulkan bahwa proses pemberian nutrisi secara otomatis ketika kadar nutrisi <800 ppm pompa On dan >=1400 ppm pompa Off, serta ketinggian air <8 cm pompa On dan >12 cm pompa Off