Fadhilla Yusri
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Konseling Lintas Budaya Dengan Pendekatan Rebt dalam Mengatasi Krisis Identitas Budaya Pada Mahasiswi Etnis Campuran Minang-Jawa Fedri Yani Wulandari; Fadhilla Yusri
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i1.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Konselingng lintas budaya dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam membantu Konseling yang mengalami krisis identitas budaya akibat konflik sistem kekerabatan dan penolakan sosial dari keluarga besar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap seorang mahasiswi berusia 23 tahun berlatar belakang etnis campuran Minangkabau dan Jawa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara Konselingng, observasi perilaku, dan analisis dinamika psikologis Konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konseling mengalami tekanan emosional berupa rasa minder, kecemasan sosial, overthinking, penarikan diri, dan perilaku nonverbal menunduk akibat pengalaman penolakan terselubung dari keluarga besar pihak ayah. Pendekatan REBT digunakan untuk membantu Konseling mengidentifikasi dan mengubah keyakinan irasional yang berkembang akibat konflik budaya tersebut. Teknik yang digunakan meliputi disputing irrational beliefs, cognitive reframing, validasi emosi, self acceptance, dan latihan asertif. Hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan positif berupa meningkatnya penerimaan diri, berkurangnya kecemasan sosial, serta meningkatnya keberanian Konseling dalam berinteraksi dengan keluarga besar. Penelitian ini menunjukkan bahwa Konselingng lintas budaya sangat penting diterapkan dalam masyarakat multikultural Indonesia agar konselor mampu memberikan layanan yang sensitif terhadap nilai budaya Konseling.